Yahoo, Raksasa Internet yang Dibidani 2 Mahasiswa Stanford

Sejak pertama kali beroperasi di tahun 1995, Yahoo! menjelma menjadi salah satu situs internet multinasional terbesar di dunia.

Diterbitkan 09 Juni 2013, 08:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Siapa yang tak mengenal perusahaan raksasa internet Yahoo!. Sejak pertama kali beroperasi di tahun 1995, Yahoo! menjelma menjadi salah satu situs internet multinasional terbesar di dunia.

Situs internet yang berpusat di Sunnyvale, California ini menyediakan berbagai jenis layanan seperti Yahoo Messenger, email, Yahoo Answer, video sharing, sosial media, portal web dan masih banyak lagi.

Di balik nama besar dan sederet prestasi yang diraih oleh perusahaan yang kini dipimpin oleh Marissa Mayer tersebut, tahukah Anda sejarah penggunaan nama Yahoo!?

Dimulai oleh dua orang mahasiswa dari Universitas Stanford yaitu Jerry Yang dan David Filo. Keduanya memulai sebuah proyek situs yang saat itu menggunakan nama “Jerry and Dave’s Guide to the World Wide Web” pada 1994. Situs ini adalah cikal bakal dari kelahiran Yahoo!.

Barulah di bulan Januari 1994 Jerry Yang dan David Filo memutuskan mengubah nama situs mereka menjadi "Yahoo!". Kedua founder dari Yahoo mengatakan bahwa mereka menyukai penamaan Yahoo! karena tidak rumit, kasar dan mudah untuk dilafalkan.

Mungkin tak banyak yang mengetahui jika Yahoo! adalah kepanjangan dari “Yet Another Hierarchical Officious Oracle” yang memiliki arti sebagai “Sebuah tempat untuk bertanya yang paling tahu segalanya yang disusun secara bertingkat dan sistematis.”

Penggunaan nama Yahoo! sendiri sempat mengundang kontroversi. Beberapa ahli bahasa menduga konsep makna yang dikandung Yahoo! teridentifikasi dengan makna dari kata "Tuhan". Namun, hingga kini tidak ada pihak yang merasa dirugikan oleh penggunaan nama Yahoo!.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pada tahun 1995 Yahoo! booming dan sukses digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Berkat itu pula, terdapat beberapa perusahaan yang berniat untuk melakukan investasi di Yahoo!. Bahkan, Apple pun tercatat pernah berinvestasi di Yahoo! sebesar US$ 2 juta.

Kini Yahoo! dikunjungi hampir 700 juta orang per bulannya. Selain itu, para pengunjung dari situs ini pun berasal dari berbagai penjuru dunia, dan mereka melayani lebih dari 30 bahasa. (dhi/dew)