Sukses

Twitter atau X Siapkan Marketplace untuk Jual Username Lama, Cara Baru Cari Cuan

Twitter atau X dilaporkan tengah mengembangkan marketplace untuk menjual username lama yang sudah tidak terpakai dengan harga jual mencapai Rp 774 juta.

Liputan6.com, Jakarta - Twitter atau yang kini telah berganti nama menjadi X, dikabarkan sedang mengerjakan marketplace baru agar seseorang bisa membeli username lama dan tidak terpakai.

Menurut laporan Forbes, X  memiliki tim terpisah bernama @Handles, yang sedang mengembangkan marketplace tersebut. Laporan tersebut menunjukkan, ada beberapa handle dapat dibeli dengan biaya tetap sebesar USD 50.000 atau Rp 774,6 juta.

Selain itu, platform media sosial yang dipimpin oleh Elon Musk ini diperkirakan telah membuat beberapa perubahan pada pedoman @handle, biaya dan proses, mengutip dari The Indian Express, Selasa (7/11/2023). 

Rencana marketplace ini sebenarnya sudah diungkapkan Elon Musk sejak Oktober 2022, saat ia mulai mengakuisisi Twitter atau X. Lalu rencana itu dikabarkan dimulai di awal 2023, ketika X dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menjual username lama tidak terpakai untuk meningkatkan pendapatan. 

Langkah itu lalu disusul dengan X yang menghapus akun lama untuk bisa mengosongkan username. Kendati demikian, perusahaan belum merilis daftar username yang sudah tidak terpakai tersebut. 

Sekadar informasi, setelah lebih dari setahun mengakuisisi Twitter (sekarang aplikasi X), valuasi platform tersebut dilaporkan turun menjadi kurang dari setengah valuasinya pada Oktober tahun lalu.

Meskipun Musk mengatakan X kini bernilai USD 19 miliar atau Rp 294,2 triliun, sumber lain menyatakan, platform media sosial tersebut kini bernilai sekitar USD 15,4 miliar atau Rp 238,5 triliun. Jika X mulai menjual username yang tidak terpakai, langkah ini diperkirakan dapat menaikkan pendapatan X.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Nilai X Alias Twitter Anjlok, Elon Musk Rugi Ratusan Triliun Rupiah

Berkaitan dengan menururnnya pendapatan Twitter atau X, CEO Tesla sekaligus SpaceX ini telah merugi miliaran dolar dari investasinya di platform tersebut.

Banyak ahli keuangan sebelumnya skeptis terhadap valuasi Twitter yang dibeli oleh Musk. Kini, berita anjloknya harga platform media sosial ini memperkuat pandangan mereka.

Meskipun Musk telah melakukan perombakan total pada X dan memperkenalkan strategi baru, seperti program X Premium (Twitter Blue) dan tingkatan paket yang berbeda, X alias Twitter belum menghasilkan uang dalam jumlah besar. 

Memang ada tanda-tanda positif seperti pengembalian pengiklan dan perluasan fitur berbayar, tapi Elon Musk sadar bahwa tantangan ini membutuhkan lebih dari sekadar dana.

Baru-baru ini, karyawan di X diberikan ekuitas dengan valuasi terbaru, yang mungkin menimbulkan pertanyaan dari sejumlah bank yang mendanai akuisisi tersebut. 

Banyak pihak pun mempertanyakan apakah investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat. Selain itu, bank-bank tentunya ingin mengetahui masa depan dari perusahaan yang mereka danai ini.

Mengutip laporan News18, Sabtu (3/11/2023), Musk tampaknya memiliki pemahaman yang jelas tentang tantangan yang dihadapi X. Ia juga berupaya untuk mengembangkan platform dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi, meski masih memerlukan perhatian dan inovasi lebih lanjut. 

3 dari 4 halaman

X Alias Twitter Tawarkan Layanan Berlangganan Premium Terkini: Ini Fitur dan Harganya

Sementara itu, beberapa waktu lalu X atau Twitter telah mengumumkan dua tingkatan (tiers) langganan baru untuk layanannya. Dua tingkat langganan ini menjadi opsi berlangganan termahal dan termurah dari platform media sosial tersebut.

Sebelumnya, aplikasi X telah menyediakan langganan Premium seharga USD 8 (Rp 127 ribu)/bulan. Kini, dengan hadirnya tingkat langganan baru, X memiliki tiga tingkatan langganan.

Langganan X termurah sekarang adalah Basic, seharga USD 3 (Rp 48 ribu)/bulan. Sedangkan layanan termahal adalah tingkat langganan Premium+ seharga USD 16 (Rp 254,5 ribu)/bulan. 

Dengan tingkat langganan dasar (Basic), pengguna bisa mengedit postingan, membuat postingan yang lebih panjang (dan video yang lebih panjang), dan membatalkan postingan di aplikasi X.

Selain itu, pengguna mendapat akses ke Reader untuk menggunakan postingan yang lebih panjang tanpa gangguan. Pengguna juga akan memiliki background video playback, kemampuan untuk mendownload video.

Layanan lain yang ditawarkan bagi pengguna Basic, pengguna dapat menggunakan SMS two-factor authentication dan enkripsi DM.

Dalam hal penyesuaian, pengguna dapat mengubah ikon aplikasi, mendapatkan folder bookmark, serta kemampuan untuk menyesuaikan navigasi dan tema.

Pengguna juga bisa menyorot postingan terbaik di tab khusus pada profil mereka dan menyembunyikan suka serta langganan. Namun, tingkat langganan Basic tidak memberi pengguna tanda centang atau verifikasi ID.

Di samping itu, untuk tingkat langganan premium, pengguna masih mendapat iklan di For You dan Following. Namun, pengguna mendapat centang biru dan ID verifikasi.

Pengguna juga mendapat akses ke Creator Hub, sehingga bisa mendapatkan uang dari postingan mereka. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses analitik, serta X Pro dan Media Studio.

Terakhir, untuk tingkat langganan Premium+, tentu saja pengguna mendapat keseluruhan tawaran layanan bahkan tidak menerima iklan di For You dan Following.

4 dari 4 halaman

Harga Paket X alias Twitter Premium Terbaru di Indonesia

Di Indonesia, ketiga paket ini juga sudah bisa dinikmati, di mana harga termurah untuk paket Basic per bulan adalah Rp 33.750, sementara termahal Rp 180.000 per bulan untuk Premium Plus.

Berikut ini daftar lengkap harga paket berlangganan X alias Twitter pada Oktober 2023 di Indonesia:

  • Paket Basic Bulanan: Rp 33.730 per bulan
  • Paket Basic Tahunan: Rp 357.143 per tahun
  • Paket Premium Bulanan: Rp 120.000 per bulan
  • Paket Premium Tahunan: Rp 1.250.000 per tahun
  • Paket Premium Plus Bulanan: Rp 180.000 per bulan
  • Paket Premium Plus Tahunan: Rp 1.875.000 per tahun

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini