Sukses

Blibli dan Jumpstart Luncurkan Vending Machine untuk Produk UMKM

Liputan6.com, Jakarta - Platform e-commerce Blibli menggandeng Jumpstart untuk meluncurkan vending machine yang menawarkan beragam produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Blibli.

Blibli mengungkapkan, alat diperkenalkan melalui gelaran Locale Pop Up yang berlokasi di lantai 3, East Mall Grand Indonesia pada tanggal 23 Mei 2022 sampai dengan 12 Juni 2022.

Mengutip keterangan persnya, Minggu (27/5/2022), Blibli mengatakan vending machine UMKM ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Adapun, dalam pameran pertama dari gelaran Locale Pop Up, menghadirkan empat vending machine yang terdiri dari coffee machine, photobooth, dan juga ragam produk UMKM lokal.

Perusahaan mengatakan, lewat vending machine ini, pengunjung dapat menemukan beragam produk makanan, minuman, dan 180 varian produk dari 36 UMKM Blibli.

Menurut Blibli, kolaborasi ini memberikan pengalaman baru bagi pelanggan, dalam mendapatkan ragam produk lokal terbaik, sekaligus melengkapi kanal pemasaran omnichannel bagi UMKM dalam menumbuhkan usahanya.

"Pendekatan niaga omnichannel saat ini merupakan cara terbaik untuk bisa memberikan pengalaman berbelanja terbaik bagi pelanggan," kata Andreas A Paramaditya, VP Galeri Indonesia, Blibli.

Menurut Andreas, kolaborasi ini merupakan cara baru bagi UMKM untuk bisa memasarkan produknya melalui pendekatan yang inovatif, efisien dan memberikan pengalaman yang praktis bagi pelanggan dalam mendapatkan produk-produk lokal terbaik dan unik. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Mendukung Pertumbuhan UMKM

Sementara itu, Brian Imawan, CEO Jumpstart berharap agar mereka bisa mendukung pertumbuhan UMKM unggulan Indonesia, melalui model bisnis mereka.

Jumpstart sendiri mengklaim sebagai perusahaan smart vending machine pertama di Indonesia. Kehadirannya bisa menjawab salah satu tantangan bagi UMKM untuk pasar, melalui kehadiran toko fisik yang efisien bagi pelaku usaha.

"Kami harap lebih banyak vending machine inovatif bisa hadir di berbagai lokasi strategis, sehingga dapat memperluas area pemasaran dan lebih dekat dengan pasar," kata Brian.

Blibli mengatakan, tahun 2022 digadang-gadang oleh Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia sebagai tahun pemulihan UMKM.

"Setelah berjuang dalam mempertahankan bisnis secara daring, tahun ini pelaku usaha kembali memiliki kesempatan untuk memperkuat bisnis melalui pendekatan yang terintegrasi secara online dan offline," kata Blibli.

Locale Pop Up sendiri digelar sebagai inisiatif yang mendukung digitalisasi produk lokal dan UMKM Indonesia, termasuk menumbuhkan semangat #BanggaBuatanIndonesia di masyarakat.

3 dari 4 halaman

Kerugian Akibat Barang Palsu

Di kesempatan berbeda, studi Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bertajuk "Dampak Pemalsuan Terhadap Perekenomian Indonesia" menunjukkan, peredaran barang palsu berpotensi merugikan perekonomian. Nilai kerugian ditaksir lebih dari Rp 291 triliun.

Kosmetik, farmasi, pakaian, makanan dan minuman, serta suku cadang menjadi kategori produk yang dipasarkan di lokapasar eCommerce. Di pasaran, hak kekayaan intelektual kategori produk itu berpotensi dilanggar oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab.

Sebagai akibatnya, konsumen dapat mengalami kerugian. Selain kerugian materi karena barang palsu, konsumen juga tidak mendapatkan kualitas terbaik. Lebih lanjut, mereka akan kehilangan kepercayaan atas produk tersebut.

Menanggapi isu ini, Chief Operating Officer di Blibli, Lisa Widodo, menyatakan bahwa pihaknya menomorsatukan kepuasan pelanggan sebagai prioritas perusahaan.

"Di Blibli, kami memastikan barang-barang berkualitas tersedia dari seller yang sudah dikurasi secara ketat juga terikat perjanjian perlindungan Hak Kekayaan Intelektual," ujar Lisa dikutip dari rilis pers.

 

4 dari 4 halaman

Blibli Siap Tindak Tegas Penjual Barang Palsu

Proses kurasi ini, kata Lisa, bertujuan untuk melindungi pelanggan dan penjual dari pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual, yang termasuk hak cipta dan merek.

Lisa menjelaskan, sejak penjual mendaftarkan diri di platform Blibli, hingga mereka mengunggah barang untuk dijual, perusahaan selalu berupaya menghormati Hak Kekayaan Intelektual.

Selain lewat perjanjian kerja sama penjual, Blibli melakukan edukasi dengan mengimbau seluruh penjual hanya memasarkan dan menjual produk asli dan legal sesuai dengan aturan yang berlaku.

Blibli, menurut Lisa, juga siap menindak tegas dan memberikan sanksi kepada mereka yang menjual barang palsu dan bajakan. Sanksinya dapat berupa penurunan (take down) produk dari platform Blibli, mencabut dan menangguhkan akun penjual, hingga proses hukum.

Dari sisi teknologi, kata Lisa, Blibli menerapkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi barang-barang yang terindikasi palsu dan bajakan. "Bagi kami, kepercayaan dan kepuasan pelanggan adalah kunci utama standar layanan di Blibli," tutur Lisa.

(Dio/Ysl)