Sukses

Seperti Apple, Brasil Mau Gugat Samsung Karena Hilangkan Charger dari Kotak Smartphone

Liputan6.com, Jakarta - Sejak merilis Galaxy S21 series, pabrikan smartphone asal Korea Selatan Samsung tidak lagi menyediakan kepala charger di kemasan penjualan.

Samsung mengklaim langkah ini merupakan upaya perusahaan untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan. Seperti Apple pula, gara-gara tidak menyediakan charger di boks smartphone, pemerintah Brasil bakal menggugat Samsung.

Laporan SamMobile mengungkap, otoritas Brasil mungkin saja mengambil langkah hukum karena menghilangkan kepala charger dari kemasan.

Mengutip Gizchina, Jumat (20/5/2022), sebelumnya Apple pernah dianggap melanggar undang-undang konsumen Brasil karena menghilangkan pengisi daya dari kotak iPhone.

Saat itu, pengadilan memutuskan Apple harus memberi kompensasi pada pelanggan yang baru membeli iPhone. Tidak tanggung-tanggung, kompensasi yang harus dibayarkan adalah USD 1.082.

Menurut lembaga perlindungan konsumen, Apple melanggar undang-undang konsumen Brasil dengan tidak menawarkan pengisi daya dalam kemasan produk.

Pada satu sisi, Brasil tampaknya dibenarkan untuk memaksa Apple menyertakan pengisi daya untuk tiap iPhone yang dijualnya di Brasil. Pasalnya, otoritas menganggap charger adalah bagian penting dari smartphone.

Apple saat itu memberikan tanggapan, sudah banyak konsumen yang memiliki pengisi daya di rumah. Menurut Apple, hal ini mengurangi dampak lingkungan sekaligus mengurangi ukuran kemasan iPhone.

Bagi Apple, survei yang dilakukannya memperlihatkan bahwa pengguna kerap kali sudah memiliki kepala charger. Namun, pendekatan Apple ini juga mendapatkan kritik, pasalnya tentu ada saja konsumen yang membutuhkan kepala charger.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pakai Alasan Lingkungan, Tapi Kena Gugat

Sebagai tambahan, ada yang menuding kalau Apple sebenarnya menghilangkan kepala charger untuk membuat harga produksi jadi makin rendah. Apple bahkan bisa untung miliaran dolar karena keputusannya menghilangkan kepala charger.

Tahun lalu, Brasil mendenda Apple sebesar USD 2 juta sebagai hukuman karena melanggar undang-undang konsumen dan tidak menghormati pelanggan Brasil. Samsung pun kini bisa menghadapi kemungkinan denda serupa.

Laporan selanjutnya menyebut, dalam pembelaannya di pengadilan, Apple mengatakan, iPhone memiliki kabel data C2L.

Perusahaan juga mengklaim, saat ini ada banyak pengisi daya dengan dukungan USB Type-C sehingga konsumen tidak perlu menggunakan pengisi daya bawaan iPhone.

Bagi Apple sejauh ini hanya satu konsumen yang menggugat dan memenangkan kasus tersebut. Kemungkinan jika lebih banyak orang melakukan gugatan, perusahaan mungkin bisa mempertimbangkan kehadiran pengisi daya standar di Brasil.

3 dari 4 halaman

Sama-Sama Pakai Alasan Lingkungan

Sebelumnya, di Indonesia, melalui peluncuran Galaxy A53 5G dan Galaxy A33 5G, Samsung mengumumkan bahwa mereka akan mulai tidak menyertakan kepala charger di beberapa seri jajaran ponsel Galaxy A Series.

Samsung mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan, sebagai bagian dari inisiatif Galaxy for the Planet pada Agustus 2021 lalu.

Selain meniadakan kepala charger di paket penjualan Galaxy A53 5G dan A33 5G, pengemasan kedua HP Samsung ini juga memanfaatkan kertas ramah lingkungan.

Sementara, perangkatnya diklaim menggunakan bahan daur ulang dari post-consumer materials, untuk tombol-tombol di bagian samping dan slot kartu SIM.

Dalam temu media baru-baru ini, Ricky Burnadi, MX Senior Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, juga mengungkapkan alasan lain absennya kepala charger ini.

"Kita juga sebenarnya merasa Galaxy A Series terutama A53 5G bukanlah handphone pertama yang dibeli oleh konsumen," kata Ricky.

4 dari 4 halaman

Edukasi Konsumen Soal Isu Lingkungan

Samsung menilai, konsumen pun kemungkinan sudah memiliki charger dari ponsel mereka sebelumnya yang dapat digunakan kembali untuk mengisi daya di Galaxy A53 5G.

Tak hanya tidak menyertakan kepala charger dalam paket penjualan, Samsung Galaxy A53 5G juga tidak memiliki audio jack 3,5 mm.

Dalam kesempatan yang berbeda, Selasa (15/3/2022), Ricky juga mengatakan bahwa lewat cara ini, perusahaan juga ingin mengedukasi masyarakat soal isu sustainability atau keberlanjutan.

"Kami ingin menjadi pionir," kata Ricky kepada Tekno Liputan6.com.

"Samsung dikenal tidak hanya mementingkan teknologi, tetapi juga dampak lingkungannya. Itu yang kita coba persuade dengan Galaxy A Series dengan menghilangkan audio jack dan kepala charger."

Meski begitu, perangkat Samsung saat ini sudah mendukung pengisian daya dengan kabel USB Type C. Selain itu, menurut Ricky, mereka juga tidak menutup kemungkinan penggunaan charger dari merek lain

(Tin/Ysl)