Sukses

Google Tambahkan Fitur Peringatan Gempa Bumi di Android 13

Liputan6.com, Jakarta - Dalam konferensi pengembang tahunan Google I/O, Google tak hanya merilis sejumlah tipe smartphone Pixel baru. Google juga memboyong sistem operasi barunya, Android 13.

Ada banyak fitur baru yang ditambahkan di Android 13. Salah satu fitur yang baru ditambahkan adalah peringatan gempa bumi.

Menurut penjelasan Google, fungsi peringatan dini gempa bumi yang dikembangkan built-in di Android 13 memiliki dua bagian utama.

Mengutip Gizchina, Sabtu (16/3/2022), bagian pertama adalah ponsel akan menggunakan akselerometer yang ada di smartphone saat ini. Dengan mendeteksi perubahan yang relevan bisa menentukan terjadinya gempa bumi.

Jika smartphone mendeteksi terjadinya hempa bumi, smartphone akan mengirimkan sinyal ke layanan pendeteksi gempa bumi Google dan melaporkan kemungkinan lokasinya.

Server pun akan mengkombinasikan berbagai informasi untuk menentukan apakah gempa bumi benar-benar terjadi. Kemudian sistem akan menentukan di mana lokasi gempa bumi dan seberapa besar skalanya. Terakhir, sistem akan mengirimkan peringatan atau menghubungi kontak darurat.

Meski fitur ini tergolong baru di Android 13, bagi pengguna smartphone Tiongkok, peringatan terhadap gempa bumi bukanlah hal baru.

Baik Xiaomi, Huawei, atau smartphone lainnya telah memiliki sistem peringatan gempa bumi yang ditersedia secara built-in di ponsel.

Prinsip peringatan dini gempa bumi di smartphone Xiaomi, ketika terjadi gempa bumi, seperti prinsip gelombang radio yang ditransfer lebih cepat daripada gelombang gempa.

Selanjutnya sistem akan langsung mengeluarkan peringatan dini, dari beberapa detik hingga 10 detik ke pengguna smartphone Xiaomi di area terdampak.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

2 dari 4 halaman

Peringatan Gempa Bumi di Xiaomi dan Huawei

Para pengguna akan memiliki waktu untuk menghindari bencana yang lebih besar dan memperkecil jumlah korban.

Jika sistem peringatan gempa bumi di smartphone Xiaomi mulai ada sejak 2019, Huawei baru memperkenalkannya pada 2020.

Fitur peringatan gempa bumi Xiaomi menggunakan kotak pop-up untuk mengirimkan peringatan kepada pengguna. Hal ini mengingatkan pengguna ketika jaringan mendeteksi gempa bumi yang akan datang, yang dapat menyebabkan guncangan yang kuat.

Selain itu, sistem juga akan mengidentifikasi lokasi gelombang seismik, daerah episentrum, dan magnitudo gempa. Setelah hitungan mundur peringatan gempa selesai, layanan bantuan darurat akan diberikan.

Sementara itu, sistem Huawei, EMUI 11, mendukung peringatan dini gempa. Ketika terjadi gempa bumi di sekitarnya, ponsel akan mengaktifkan jendela pop-up dan menyembunyikan alarm.

Model seperti ini akan memberikan waktu ke pengguna untuk menyelamatkan diri lebih awal. Sistem Huawei juga menyediakan informasi tentang tempat penampungan darurat dan informasi bantuan medis.

Hal ini pun akan membantu pengguna mendapatkan bantuan tepat waktu saat terjadi gempa bumi. Sayangnya fitur milik Huawei ini masih tersedia di kota Sichuan, Tiongkok. Dengan demikian, baik fitur peringatan gempa Huawei dan Xiaomi memiliki pengoperasian yang serupa.

3 dari 4 halaman

Perkenalkan Pixel 6A di Google I/O

Terlepas dari itu, Google juga mengumumkan smartphone baru Pixel 6A, yang hadir dengan desain baru dan chipset Tensor milik perusahaan. Meski begitu, Pixel 6A tetap mempertahankan label harga terjangkau USD 449 (setara Rp 6,5 jutaan) seperti Pixel 5A.

Pengumuman kehadiran Pixel 6A itu dilakukan saat Google memulai konferensi pengembang Google I/O. Google menyebut, pre-order Pixel 6A akan dimulai 21 Juli 2022 di Amerika Serikat, sementara perangkat baru akan dikirimkan setidaknya 28 Juli 2022.

Mengutip The Verge, Kamis (12/4/2022), Google Pixel 6A mengikuti tren desain menonjol yang diusung oleh Pixel 6 dan Pixel 6 Pro dengan tonjolan frame di bagian kamera serta bodi dua warna.

Selanjutnya, sensor sidik jari ditempatkan di bawah layar, alih-alih di panel belakang.

Pixel 6A didukung layar OLED 6,1 inci beresolusi 1.080 pixel, lebih kecil dari milik Pixel 6 dan Pixel 6 Pro. Layar Pixel 6A juga didukung refresh rate standar 60 Hz.

Hadir dengan desain yang sama, Pixel 6A menawarkan kemampuan kamera yang agak lebih standar dibandingkan flagship Pixel 6 dan Pixel 6 Pro.

Google Pixel 6A menyertakan kamera utama 12MP dengan IOS yang sama yang digunakan pada Pixel 5A. Sementara Pixel 6 menggunakan kamera utama 50MP.

Selain itu, ada pula kamera ultra-wide 12MP dan kamera 8MP untuk mendukung keperluan selfie.

Menariknya, Google Pixel 6A hadir dengan baterai 4.400 mAh yang lebih kecil dibandingkan Pixel 5A yang memiliki baterai berkapasitas 4.680mAh.

4 dari 4 halaman

Kemampuan Baterai

Meski punya kapasitas baterai lebih kecil, Google mengklaim, baterai Pixel 6A bisa bertahan sehari penuh seperti pendahulunya. Google juga mengklaim, penggunaan dengan Mode Penghemat Baterai Ekstrim bisa bertahan selama tiga hari penuh, sehari lebih lama dibandingkan Pixel 5A.

Hal ini terjadi karena adanya integrasi hardware dan software yang lebih efisien berkat pengendalian kedua variabel oleh Google.

Google Pixel 6A hadir dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB, seperti pada Pixel 5A. Google Pixel 6A selain tersedia di Amerika Serikat dan Jepang, juga akan tersedia di Kanada, Inggris, Australia, Jerman, dan Prancis.

Sekadar informasi, Google Pixel 6A juga didukung kemampuan 5G berkat dukungan subs-6GHz, bukan mmWave 5G.

Seperti perangkat smartphone saat ini dari vendor lainnya, Google Pixel 6A tidak didukung headphone jack dan kepala charger.

(Tin/Ysl)