Sukses

Astronom Diduga Temukan Exomoon Pertama di Luar Tata Surya

Liputan6.com, Jakarta - Astronom dari Columbia University menduga mereka telah menemukan bukti keberadaan dari exomoon atau exo bulan. Exo bulan adalah bulan yang berada di luar tata surya kita.

Para astronom meyakini, di luar sana ada exomoon, namun karena ukurannya yang kecil, exo bulan jadi sulit ditemukan. Padahal, di jagat raya, setidaknya sudah terkonfirmasi keberadaan lebih dari 4.000 exoplanet, yakni planet yang berada di luar tata surya manusia.

Exomoon yang ditemukan astronom ini diyakini mengorbit sebuah planet Kepler 1708b yang berukuran seukuran Jupiter. Planet Kepler 1708b ini terletak 5.500 tahun cahaya dari Bumi.

Ini adalah kedua kalinya tim astronom yang dipimpin David Kipping dari Columbia University menemukan kandidat exomoon.

"Astronom telah menemukan lebih dari 10.000 kandidat exoplanet, namun untuk menemukan exomoon jauh lebih menantang," kata Kipping dalam pernyataannya, dikutip dari Digital Trends, Senin (17/1/2022).

Kipping dan timnya melihat data arsip dari teleskop Kepler NASA dan mengamati planet raksasa yang berasal dari material gas terdingin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bulan di Planet yang Mirip Jupiter

Tim ini fokus pada exoplanet tersebut untuk menemukan exomoon, sebab planet ini setara dengan Jupiter dan Saturnus. Di mana, keduanya memiliki banyak bulan atau satelit yang mengorbit padanya.

Sebelumnya, tim astronom juga menelusuri data di 70 planet sebelum menemukan sinyal satu calon exomoon.

"Deteksi pertama dalam survei apa pun umumnya adalah keanehan, yang (berukuran besar) lah yang paling mudah dideteksi dengan sensitivitas kami yang terbatas," kata Kipping.

3 dari 4 halaman

Masih Harus Cari Banyak Bukti

Untuk menemukan kandidat exomoon ini, para astronom mengumpulkan banyak data sebelum memastikan apakah kandidat tersebut benar-benar exomoon atau hanya keanehan dalam data.

Ada kemungkinan sinyal tersebut disebabkan oleh planet yang berinteraksi dengan bintang atau suara dari instrumen Kepler.

Jadi untuk saat ini, Kippling dan timnya masih harus terus mencari lebih banyak bukti untuk memastikan, apakah benar bulan yang ditemukan itu adalah exomoon di luar tata surya manusia.

(Tin/Isk)

4 dari 4 halaman

Infografis Apollo dan Jejak Manusia di Bulan