Sukses

Microsoft Batal Rilis Perangkat dengan Windows 10X?

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft memang diketahui tengah mengembangkan sistem operasi Windows 10 versi lebih ringan. Berdasarkan laporan yang beredar, sistem operasi ini memilki nama Windows 10X dan digadang akan menjadi pesain Chrome OS.

Namun belum sempat resmi diperkenalkan, seperti dikutip dari Petri via The Verge, Senin (10/5/2021), Microsoft dilaporkan tidak melanjutkan pengembangan Windows 10X untuk merilisnya dalam sebuah produk. 

Untuk diketahui, awalnya Windows 10X ditujukan untuk perangkat dengan dua layar, seperti Surface Neo. Hanya pada akhirnya, Microsoft memilih untuk mengembangkan sistem operasi ini untuk perangkat satu layar.

Meski ada kabar Microsoft akan menghentikan pengembangannya, perusahaan sebenarnya belum memberikan informasi resmi mengenai hal ini.

Kendati ada laporan Windows 10X tidak dilanjutkan, Microsoft berencana untuk mengintegrasikan sejumlah fitur yang ada di dalamnya ke Windows 10 saat ini, seperti tampilan antarmuka dan aplikasi.

Belum ada alasan pasti di balik dihentikannya pengembangan Windows 10X, tapi ada kemungkinan hal ini dipengaruhi dari umpan balik sejumlah pengguna yang sudah pernah mencobanya.

Selain itu, lanskap pasar PC yang sudah berubah selama pandemi disebut dapat berperan dalam keputusan ini.

Alasannya, pengapalan PC tahun lalu disebut menjadi salah satu yang terbaik selama satu dekade terakhir, dan Windows 10 kini ada di 1,3 miliar perangkat aktif sehingga Microsoft disebut tidak ingin kehilangan momen ini. 

2 dari 3 halaman

Microsoft: Perusahaan Tidak Pernah Raup Untung dari Penjualan Konsol Xbox

Di sisi lain, Microsoft sebut penjualan konsol Xbox selama dua dekade hingga kini tidak pernah membawa keuntungan bagi perusahaan.

Hal itu disampaikan Vice President of Xbox Business Development, Lori Wright, saat menjadi saksi ahli terkait dalam sidang perselisihan antara Epic Games dan Apple.

Ketika ditanya oleh hakim, apakah Microsoft pernah mendapatkan untung dari penjualan Xbox. Dilansir Business Insider, Sabtu (7/5/2021), Lori Wright menjawab, “Tidak.”

Microsoft diketahui secara terang-terangan mendukung Epic Games dalam kasus ini, dan pernah menghadapi masalah sama terhadap kebijakan yang diterapkan Apple di App Store.

Pembahasan profitabilitas Xbox muncul persidangan karena bagaimana bisnis konsol Microsoft bekerja: Alih-alih menghasilkan uang dari konsol itu sendiri, perusahaan menghasilkan uang dari penjualan game melalui etalase digitalnya.

Tak hanya itu, perusahaan rintisan Bill Gates itu juga meraup untung dari layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass, dan dari penjualan aksesoris seperti gamepad.

3 dari 3 halaman

Raup Untung 30 Persen dari Penjualan Gim

Seperti pembuat konsol lainnya, Microsoft mendapat untung 30 persen dari setiap penjualan di Xbox Game Pass. Hal yang sama telah dilakukan Apple dengan semua aplikasi di App Store-nya, yang jadi seteru yang diperdebatkan Epic Games.

"Bisnis game konsol secara tradisional merupakan model subsidi perangkat keras," kata Microsoft beberapa waktu lalu, kepada The Verge.

"Perusahaan menjual konsol dengan kerugian untuk menarik pelanggan baru. Keuntungan dihasilkan dari penjualan game dan langganan layanan online."

(Dam/Ysl)