Sukses

Top 3 Tekno: Penelitian Video Publik di Facebook AI Bermasalah

Liputan6.com, Jakarta - Facebook mengembangkan AI yang bisa menemukan kebiasaan pengguna lewat video unggahan publik ini ternyata berpotensi timbulkan masalah.

Artikel terkait tentang proyek AI milik Facebook ini, ternyata menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (14/3/2021).

Tak hanya itu, pembaca juga menyoroti berita tentang Google harus menghadapi gugatan atas tuduhan pelacakan pengguna di incognito mode.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Proyek Penelitian Video Publik di Facebook AI Berpotensi Timbulkan Masalah

Ilustrasi Machine Learning, Deep Learning, Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan. Kredit: Mohamed Hassan via Pixabay

Facebook disebut akan mengembangkan proyek Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan meneliti video unggahan publik penggunanya.

Kemudian, perusahaan akan menemukan kebiasaan pengguna untuk merekomendasi konten yang relevan.

Masih belum diketahui proyek ini berkaitan dengan penargetan iklan atau bukan. Namun, perusahaan menyebut sistem AI mereka tak hanya meningkatkan akurasi, tetapi juga beradaptasi dengan dunia isyarat visual yang beragam.

Baca Selengkapnya di Sini

 

2 dari 3 halaman

2. Proyek Facebook AI Akan Teliti Kebiasaan Pengguna dari Video Publik

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML). Kredit: Gerd Altmann from Pixabay

Facebook dikabarkan akan mulai melakukan proyek Artificial Intelligence (AI) yang meneliti kebiasaan penggunanya dari video yang diunggah secara publik.

Namun, belum diketahui apakan proyek itu digunakan untuk iklan tertarget. Salah satu yang dipastikan perusahaan adalah melihat kebiasaan untuk rekomendasi relevan dengan pengguna di platformnya.

Baca Selengkapnya di Sini

 

3 dari 3 halaman

3. Google Hadapi Gugatan atas Tuduhan Pelacakan Pengguna di Incognito Mode

Suasana kantor pusat Google di Googleplex, Mountain View, Palo Alto, California. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Hakim di California yang menangani tuduhan pelacakan pengguna oleh Google memutuskan bahwa perusahaan harus menghadapi gugatan class action.

Penggugat menyebut Google masih melakukan pelacakan, meski ia menggunakan mode penyamaran sebagai langkah kontrol privasi.

Seperti diketahui, dalam gugatan yang dilayangkan, setidaknya penggugat meminta Google untuk membayar sebesar Rp71,9 triliun. Perusahaan mesin pencari raksasa itu dituduh secara diam-diam masih mengumpulkan data pengguna.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)