Sukses

Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional Akan Berlangsung dengan Rekayasa Virtual

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah komunitas dan lembaga pegiat bahasa Sunda akan menyelenggarakan berbagai acara untuk menyambut Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) pada 21 Februari 2021 mendatang.

Rencananya, acara puncak akan dilangsungkan secara virtual dan memanfaatkan konsep greenscreen. Artinya, akan ada sedikitnya rekayasa tampilan virtual yang terlihat.

Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo mengatakan di acara kali ini PANDI menawarkan konsep greenscreen yang kental dengan nuansa virtual agar lebih elegan dan terlihat berbeda.

"Persiapan sejauh ini sudah hampir rampung, semua stakeholder terlibat dan ikut mendukung proses digitalisasi aksara Sunda dan peringatan Hari Bahasa Ibu. Kita akan buat acara ini terlihat megah dan berbeda dan tentunya dalam proses produksinya nanti tetap mengikuti protokol kesehatan," tutur Yudho, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Sebagai informasi, semua kegiatan difasilitasi serta dikoordinasi oleh forum kerja sama dan komunikasi di laman singrancage.id.

2 dari 3 halaman

Lomba dengan Tema Sunda

Anggota komunitas Rancage, Dadan Sutisna menuturkan peserta yang mendaftar hingga 16 Februari lalu di luar perkiraan. Dia juga berharap, penayangan acara ini secara daring melalui streaming dapat menjangkau kaum milenial.

"Sehingga tujuan acara menyebarkan dan mengembangkan bahasa dan aksara Sunda di alam digital dapat tercapai," ujar Dadan.

Pendaftar lomba video membaca sajak Piala Ajip Rosidi berjumlah 296, lomba website memakai konten aksara sunda mencapai 67, dan Olimpiade Basa Sunda Tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 2.236.

Kemudian pendaftar untuk Olimpiade Basa Sunda Tingkat SMP/MTs sebanyak 847, Lomba Filmisasi Sastra Sunda sebanyak 33, Lomba Nadoman Sunda sebanyak 210, Lomba Mengarang Naskah Sisindiran sebanyak 115, Lomba Teka-teki Silang Bahasa Sunda di Internét sebanyak 1.073.

Lalu, Sayembara Mengarang Cerpen untuk Guru Bahasa Sunda sebanyak 64, Tafsir Sajak Sunda di Kanvas sebanyak 23, dan Simposium Nasional Bahasa Daerah sebanyak 2.500.

Kegiatan ini akan dilaksanakan atas kerja sama berbagai lembaga di Indonesia. Bermula Yayasan Rancage, Lembaga Bahasa jeung Sastra Sunda (LBSS), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dan Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS).

Kemudian, Persatuan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPDBI) wilayah Jawa Barat, MGMP Mata Pelajaran Bahasa Sunda tingkat SMP dan SMA Propinsi Jawa Barat, Caraka Sundanologi. Selain itu ada pula penerbit buku Sunda CV Geger Sunten, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), serta Universitas Padjadjaran.

Koordinator acara, Malik mengatakan tahun ini adalah momentum untuk merevitalisasi aksara, bahasa, dan budaya sunda. Salah satu caranya adalah dengan pengadaan lomba.

 

3 dari 3 halaman

Program UNESCO

Sebagai informasi, HBII merupakan salah satu program UNESCO untuk melestarikan dan melindungi semua bahasa yang digunakan oleh masyarakat di dunia.

Pentingnya eksistensi bahasa daerah secara resmi diakomodir oleh UNESCO, yaitu melalui kebijakan penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, yang mulai disahkan pada tahun 1999.

Sementara itu, penasehat acara HBII Etti RS, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa komunitas Sunda yang tersebar di Jawa Barat sangat antusias dan saling bersinergi.

"Hal ini juga dibuktikan dengan keguyuban banyak pihak yang mendonasikan dana untuk acara ini. Sampai saat ini sudah terkumpul sebanyak kurang lebih 60jt rupiah tanpa bantuan Pemprov Jabar,” tutup Etti.

BERANI BERUBAH: “Jangkrik Bos” Raup Jutaan Rupiah