Sukses

Beredar Kabar Data Mahasiswa dan Dosen UIN Bandung Bocor, Ini Kata Universitas

Liputan6.com, Jakarta Setelah beberapa hari lalu dikabarkan terjadi kebocoran data mahasiswa di Universitas Diponegoro (UNDIP), kini giliran data UIN Bandung

Pihak UIN Bandung melalui pernyataan resminya, Jumat (8/1/2021), menampik kabar adanya data mahasiswa dan dosen yang bocor.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Bandung.

Dalam siaran pers yang diterima Tekno Liputan6, pihaknya mengklaim bahwa kabar kebocoran data adalah hoaks. Selain itu, seluruh mahasiswa dan jajaran terkait diminta untuk tidak menyebarkan berita bohong tersebut.

"Pusat teknologi informasi dan pangkalan data mengklarifikasi tidak benar adanya kebocoran data IT Centre UIN Sunan Gunung Djati Bandung," tulisnya.

Pihak UIN Bandung juga mengimbau kepada seluruh jajarannya, termasuk mahasiswa untuk melakukan langkah preventif dengan mengubah kata sandi akun secara berkala guna menjaga keamanan akun.

 

2 dari 3 halaman

Kabar Kebocoran Data

Data UIN Bandung dikabarkan bocor dari akun Twitter @collegemenfess. Akun itu juga melampirkan foto mirip seperti kebocoran data UNDIP yang tersebar, memuat data dosen dan mahasiswa UIN Bandung.

"Sepertinya sebentar lagi akan ada berita nih dari UIN Bandung, datanya barusan bocor 5 jam yang lalu," tulis akun tersebut, pada Kamis (7/1/2021) pagi, pukul 08.12 WIB.

Sementara itu, menurut pantauan Tekno Liputan6, akun instagram resmi Organisasi Kampus @demauinsgd sempat memuat pernyataan bahwa informasi kebocoran data ini valid. Namun, pada kesempatan selanjutnya, ia menyatakan itu adalah langkah antisipasi.

"Sebelum lanjut kepada langkah antisipatif yang akan kami jelaskan, Dema UIN mengimbau kepada teman-teman untuk tenang, tidak panik, dan mengikuti langkah-langkah berikut," tulisnya, Kamis (7/1/2021).

 

3 dari 3 halaman

Tanggapan Presiden Mahasiswa UIN Bandung

Terpisah, Presiden Mahasiswa UIN Bandung, Malik Fajar Ramadan mengaku telah melakukan penelusuran terkait kabar kebocoran data. Ia menemukan berbagai kejanggalan.

"Jenisnya beragam, ada yang akun emailnya tidak dapat dibuka, hingga akun mobile banking-nya tidak dapat diakses," ungkapnya.

Malik menegaskan bahwa semua yang dimuat dalam akun resmi organisasi mahasiswa kampus adalah bentuk langkah antisipasi. Ia juga mengatakan telah membuka layanan pengaduan.

"Dema UIN Bandung sudah melakukan sosialisasi, langkah preventif serta antisipatif," pungkasnya.

BERANI BERUBAH: Reinkarnasi Ala Event Organizer