Sukses

Kisah Sistem Operasi Windows yang Kini Berusia 35 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Windows besutan Microsoft tidak dimungkiri telah menjadi salah satu sistem operasi paling populer untuk PC saat ini. Dan di tahun ini, Windows ternyata menginjak usia 35 tahun.

Dikutip dari Engadget, Minggu (22/11/2020), Windows 1.0 pertama kali dirilis pada 20 November 1985. Namun di awal kehadirannya, Windows tidak langsung mendapatkan respons positif dari publik.

Alasannya, Windows 1.0 saat itu belum dianggap sebagai sistem operasi, melainkan lebih GUI (Graphical user interface) yang berjalan di atas MS-DOS. Namun seiring berjalannya waktu, Microsoft pun mulai melakukan banyak perubahan hingga sekarang.

Mulai dari sejumlah versi yang paling populer, seperti Windows 95, Windows XP, dan Windows 7. Lalu, ada beberapa versi Windows pula yang kurang populer, seperti Vista, Windows ME, dan Windows 8.

Sementara untuk versi terbaru, kini ada Windows 10. Versi terbaru ini seakan menegaskan dominasi Windows di perangkat komputer, mengingat Microsoft mencatat ada lebih dari 1 miliar perangkat yang menjalankan Windows 10.

Dengan jumlah tersebut, hampir dapat dipastikan, Windows masih akan berjaya sebagai sistem operasi untuk komputer hingga beberapa tahun ke depan.

Kendati pertumbuhan platform mobile terus meningkat, fungsi komputer memang belum bisa digantikan sepenuhnya.

2 dari 3 halaman

Waspada, Windows 10 Rentan Diretas karena Fitur Ini

Di sisi lain, baru-baru ini, tim peneliti keamanan mendapati ada celah keamanan di Windows 10 yang dapat dimanfaatkan hacker (peretas) untuk mencuri password pengguna.

Bagaimana caranya? Peneliti keamanan siber, Jimmy Bayne, mengatakan hacker bisa mencuri password korban dengan cara memanfaatkan tema Windows 10 yang sudah dimodifikasi.

Dilansir Bleeping Computer, Kamis (10/9/2020) tema Windows yang dimodifikasi akan meminta korban untuk membocorkan detail login Windows 10 mereka--tanpa sadar--saat memakai tema gratis tersebut.

3 dari 3 halaman

Metode yang Digunakan Hacker

Tema yang dibuat oleh peretas ini dapat digunakan untuk melancarkan serangan "pass-the-hash", yang akan mengirimkan password korban ke server milik hacker.

Walau begitu, Jimmy mengungkap cara jitu untuk melindungi diri dari serangan ini. Salah satunya adalah untuk tidak mengunduh dan pakai tema Windows yang diunduh dari sumber yang tak dikenal.

Selain itu, dia juga meminta agar pengguna sistem operasi milik Microsoft itu untuk berhati-hati saat diminta untuk memasukkan informasi login.

(Dam/Ysl)