Sukses

Kredivo Hadirkan Cicilan Bunga 0 Persen pada Harbolnas 2020

Liputan6.com, Jakarta - Kredivo menghadirkan opsi pembayaran berkala dengan bunga 0 persen untuk tenor 3 dan 6 bulan pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2020. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat saat pandemi.

Riset Kredivo dan Katadata Insight Center yang bertajuk "Perilaku Konsumen Ecommerce Indonesia" menunjukkan bahwa Harbolnas dan festival belanja tanggal kembar yaitu 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12 merupakan empat hari tersibuk belanja online sepanjang 2019.

Pada periode tersebut ada lonjakan jumlah transaksi antara 2 hingga 5 kali lipat lebih tinggi daripada hari biasanya.

Selain itu, menurut riset tersebut, produk fesyen, kesehatan & kecantikan, serta peralatan rumah tangga menjadi produk dengan jumlah transaksi tertinggi pada Harbolnas 2019. Kategori produk tersebut berkontribusi sekitar 50 persen dari total transaksi pada periode itu.

"Guna terus memaksimalkan peran kami sebagai platform peminjaman, Kredivo akan terus memberikan kemudahan akses kredit bagi masyarakat dengan bunga rendah, tak terkecuali di tengah pandemi saat ini. Program cicilan 0 persen dengan tenor 3 & 6 bulan ini, diharapkan dapat menjadi stimulus bagi roda perekonomian Indonesia," ujar General Manager Kredivo, Lily Suriani dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, kata Lily, selain memberikan kemudahan bagi konsumen, program ini juga bertujuan untuk membantu merchant dalam meningkatkan rata-rata nilai pembelian.

 

2 dari 2 halaman

Ketentuan

Setiap konsumen dapat memanfaatkan inisiatif cicilan 0 persen ini setiap bulannya sebanyak 1 kali dengan nilai minimum transaksi Rp 1 juta di seluruh merchant mitra Kredivo.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa puncak pertumbuhan transaksi tertinggi di eCommerce selama 2019 terjadi pada kuartal terakhir, yang didorong oleh festival belanja online nasional 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12. Bahkan, pada 12 Desember 2019, peningkatan jumlah transaksi mencapai 530 persen dari jumlah transaksi rata-rata harian.

Menariknya, nilai transaksi pada tanggal-tanggal tersebut tidak melonjak sebesar jumlah transaksi karena terdapat diskon-diskon besar. Hal ini menunjukkan perilaku belanja konsumen yang masih sangat dipengaruhi oleh diskon dan promosi lainnya.