Sukses

Telkomtelstra Tawarkan Solusi Keamanan Aplikasi Meeting Online

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan pengguna aplikasi rapat online atau virtual meeting memunculkan kekhawatiran terkait keamanan siber, apalagi kini kesadaran mengenai privasi data juga meningkat.

Untuk itu, Telkomtelstra memberikan solusi Telkomtelstra Teams. Aplikasi kolaborasi bisnis berbasis cloud yang dibangun dalam Microsoft Office 365 yang kini mulai sangat populer bagi karyawan yang bekerja dari rumah.

Chief of Products and Services Officer Telkomtelstra , Agus F. Abdillah, menilai kesadaran keamanan siber memang wajar terjadi seiring meningkatnya kebutuhan bekerja secara virtual.

Para pengguna aplikasi meeting online ini memiliki kesadaran akan keamanan yang berbeda-beda, namun pastinya menuntut prioritas keamanan siber yang optimal.

“Saat ini berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba untuk menangkap peluang teknologi rapat online yang sedang dibutuhkan konsumen global. Namun, para pengguna harus jeli dalam melihat dampak keamanan siber dari platform yang digunakan,” kata Agus.

Solusi Teams dari Telkomtelstra ini mendukung perusahaan untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja lewat fitur seperti konferensi video, rapat jarak jauh, diskusi pekerjaan antar divisi atau tim, penyimpanan file bersama (termasuk kolaborasi dalam file), dan integrasi aplikasi kerja.

Solusi keamanan dalam rapat online ini juga diperkuat faktor keamanan, privasi dan kepatuhan yang mampu memberikan rasa aman ketika melakukan aktivitas kerja secara remote di saat tingginya ancaman siber.

“Perlu diingat bahwa situasi kerja secara digital akan menjadi kebiasaan baru dalam bekerja bahkan setelah pandemi berakhir, mengingat kelebihan dalam efisiensi biaya seperti biaya transportasi maupun efektifitas dan kecepatan dalam pengambilan keputusan, sehingga dari sekarang perlu digunakan teknologi yang aman untuk menghindari malware atau pelanggaran data privasi," kata Agus.

2 dari 3 halaman

Tips Pastikan Keamanan Platform Online

Tak hanya itu, Agus pun memberikan sejumlah tips untuk memastikan keamanan platform  dalam aktivitas rapat online.

Pertama, pengguna perlu mencermati standar keamanan aplikasi rapat online yang digunakan meskipun layanan itu tidak berbayar atau gratis.

Konsumen harus secara detail mempelajari informasi dan persyaratan serta panduan penggunaannya. 

Karena bersifat layanan gratis, seringkali platform rapat online yang digunakan meminta dan mengumpulkan informasi pengguna sebanyak-banyaknya.

"Pastikan Anda mengetahui pengaturan keamanan pada platform yang dipakai sehingga dapat menjaga privasi Anda seoptimal mungkin. Tujuannya tidak lain untuk memproteksi hal-hal sensitif dan informasi berharga yang disampaikan dalam rapat Anda,” katanya.

3 dari 3 halaman

Perlu Pelajari Jejak Platform Online

Kedua, pengguna perlu mempelajari rekam jejak platform rapat online, apakah pernah ada malware ataupun berita kebocoran keamanan terkait dengan layanan itu?

"Karena itu, perlu dicari platform yang dapat memberikan informasi terperinci tentang komitmen mereka terhadap keamanan siber dan yang mengharuskan peserta untuk terus melakukan update di sistem secara berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan,” ucapnya.

Ketiga, menurut Agus, apakah platform rapat online itu menyediakan enkripsi dari ujung ke ujung (end to end).

Pasalnya, akses wi-fi publik dapat membuat data pengguna rentan terhadap serangan man-in-the-middle.

Dengan tidak adanya proteksi enkripsi end-to-end yang terstandarisasi, risiko peretasan semakin tinggi mengingat potensi aksi penyusupan dalam rapat online yang digelar secara privat.

“Enkripsi dari ujung ke ujung menyediakan lapisan keamanan ekstra yang membuat konferensi dan komunikasi secara signifikan lebih sulit untuk disadap,” jelasnya.

(Tin/Ysl)