Sukses

Pemerintah Jepang Beri 2.000 iPhone untuk Penumpang Diamond Princess

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Jepang dilaporkan memiliki cara baru untuk menolong penumpang kapal pesiar Diamond Princess. Dari laporan 9to5Mac, cara yang dilakukan pemerintah adalah membagikan 2.000 ribu iPhone pada para penumpang.

Dikutip dari Business Insider, Senin (17/2/2020), iPhone yang dibagikan itu sudah dibekali dengan aplikasi bawaan yang memungkinkan penumpang meminta bantuan media, mengatur jadwal konsultasi dengan dokter, dan menerima informasi dari badan kesehatan resmi.

iPhone yang dibagikan itu merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan Jepang dan operator SoftBank. Keberadaan iPhone ini memang diperlukan, sebab aplikasi tersebut hanya tersedia untuk App Store dengan region Jepang.

Sebagai informasi terakhir, Jepang telah mengonfirmasi ditemukannya 70 kasus baru COVID-19 di kapal pesiar Diamond Princess. Informasi itu diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato.

Kasus baru ini membuat total penumpang yang mengalami COVID-19 di kapal pesiar tersebut menjadi 355 orang. Dilansir Japan Times, hasil tersebut berasal dari 289 orang yang melakukan tes.

"Sejauh ini, kami telah melakukan tes pada 1.219 orang. 355 dinyatakan positif, sementara dari jumlah tersebut, 73 orang tidak menunjukkan gejala," kata Kato seperti dikutip dari The Guardian.

Setidaknya, ada lebih dari 3.700 penumpang dan anggota kru di kapal pesiar yang tiba di Jepang pada awal bulan tersebut. Mereka semua berasal dari 50 negara dan wilayah.

Kapal Diamond Princess sendiri sudah dikarantina hampir dua minggu di pelabuhan Yokohama, Jepang usai ditemukannya COVID-19 pada penumpang yang turun di Hong Kong.

2 dari 2 halaman

Beberapa Negara Berencana Evakuasi Warganya

Kemenkes Jepang dijadwalkan mengkarantina semua penumpang dan kru tersebut di kapal hingga hari Rabu pekan depan. Namun, mereka yang lansia, 80 tahun ke atas, beserta orang yang menemani mereka dikabarkan boleh pergi sebelum karantina, usai menjalani skrining infeksi.

Dengan banyaknya warga negara dari berbagai belahan dunia di kapal tersebut, beberapa negara dilaporkan akan segera mengevakuasi warganya dari kapal tersebut.

Kedutaan Besar Amerika Serikat misalnya. Mereka berencana akan memulangkan lebih dari 400 warganya dari kapal tersebut kembali ke negara Paman Sam.

Sementara itu, Hong Kong juga menawarkan penerbangan evakuasi terhadap warganya. Kanada juga menyatakan bahwa mereka akan mengirimkan pesawat bagi warga yang berada di kapal itu, dengan syarat, tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona dan akan dikarantina 14 hari usai tiba di negara tersebut.

Berdasarkan peta sebaran COVID-19 yang dibuat oleh Johns Hopkins CSSE, hingga Minggu, 16 Februari pukul 2.54, terdapat 69.258 kasus infeksi virus corona yang terkonfirmasi dengan jumlah korban meninggal mencapai 1.669 dan mereka yang sembuh berjumlah 9.651.

(Dam/Ysl)

Loading