Sukses

Fitur Autopilot Tesla Kini Kenali Kerucut Lalu Lintas

Liputan6.com, Jakarta - Tesla merupakan salah satu perusahaan otomotif yang giat mengembangkan kemampuan otonomos pada mobil. Di Tesla, fitur itu bernama Autopilot.

Fitur Autopilot di Tesla kini mampu mengenali traffic cone atau kerucut lalu lintas, yang umumnya berwarna oranye.

Kerucut lalu lintas biasanya ditemukan pada jalan-jalan yang aksesnya ditutup, entah karena ada pekerjaan jalan ataupun sebab lainnya.

Mengutip Engadget, Selasa (5/11/2019), ketika fitur Autopilot ini aktif, kini mobil listrik Tesla dapat berganti jalur berkendara dengan sendirinya untuk menghindari kerucut jalan.

Ini merupakan pencapaian baik bagi Tesla, terutama sehubungan dengan ambisi perusahaan yang ingin menghadirkan kemampuan otonomos sepenuhnya pada mobil listrik yang mereka kembangkan.

2 dari 3 halaman

Tesla Dapat Izin Produksi di Tiongkok

Sebelumnya perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla akhirnya meraih izin dari otoritas Tiongkok untuk mulai melakukan produksi di sana.

Pihak yang mengeluarkan izin ini adalah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok.

"Lampu hijau sepenuhnya diberikan kepada Tesla untuk melakukan produksi di Tiongkok," kata Yale Zhang, kepala konsultan Automotive Foresight yang berbasis di Shanghai, dikutip dari Reuters, Jumat (18/10/2019).

Namun, perusahaan yang didirikan dan dipimpin oleh Elon Musk itu belum menanggapi kabar ini.

Diwartakan sebelumnya, Tesla telah mendaftarkan sebuah unit konstruksi di Tiongkok. Hal itu merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk masuk ke pasar mobil di Tiongkok.

Menurut Sistem Publisitas Informasi Perusahaan Nasional Tiongkok, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (3/10/2019), perusahaan berbasis di California itu telah membuka unit konstruksi di Shanghai dengan modal terdaftar senilai USD 1 juta.

3 dari 3 halaman

Operasional

Kelak unit konstruksi itu akan menangani rancangan desain, konstruksi dan material.

Selain itu, unit tersebut mendapuk Zhu Xiaotong, sebagai petinggi Tesla di Tiongkok, yang juga merupakan perwakilan hukum perusahaan.

Sebelumnya Tesla telah membangun fasilitas produksi mobil di Shanghai sejak Januari. Fasilitas produksi itu diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 250.000 kendaraan per tahun pada tahap awalnya.

Pabrik senilai USD 2 miliar itu menjadi taruhan besar perusahaan karena menghadapi lebih banyak persaingan dari pembuat kendaraan listrik domestik dan pendapatannya telah terkena kenaikan tarif impor Amerika Serikat.

(Why/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Tesla Akan Bangun Gigafactory di Berlin
Artikel Selanjutnya
Elon Musk Jadi Pemimpin Paling Inspirasional di Bidang Teknologi