Sukses

Viral di Internet, Video Gyro Drop Ekstrem Ternyata Rekayasa

Liputan6.com, Jakarta - Kamu pasti tahu video viral gyro drop ekstrem yang viral di media sosial. Atraksi yang bikin deg-degan saat melihatnya itu diketahui berasal dari Korea Selatan.

Gyro drop di dalam video itu memang sangat menguji nyali. Pertama, kamu akan dibawa naik secara perlahan, lalu ditengah-tengah kamu akan terlempar ke bawah dan dibawa berputar.

Belum cukup sampai disitu, kamu dibawa 'jatuh' dengan kecepatan tinggi.

Usut punya usut, ternyata video viral itu fake alias palsu. Dilansir dari CNN, Senin (17/6/2019), wahana permainan itu memang ada dan nyata di Lotte World, salah satu taman bermain di Korea Selatan, namun kapabilitasnya tidak segahar di video yang viral.

Realitanya, gyro drop ini hanya memiliki tinggi 70 meter dan membawa orang turun dengan kecepatan 100 km/jam.

Orang yang menaikinya difasilitasi dengan kacamata VR (virtual reality), sehingga membuat sensasi menaiki wahana jadi lebih menegangkan dan ekstrem, hanya itu. Tidak ada ayunan mengerikan yang berputar di atas menara.

Sebagai perbandingan, coba tengok video atraksi gyro drop di Lotte World yang asli ini:

Bagaimana tanggapanmu?

2 dari 3 halaman

Video Deepfake Bos Facebook Viral di Instagram

Sebuah video baru-baru ini muncul di linimasa Instagram. Video itu menampilkan bos Facebook, Mark Zuckerberg yang sedang memberikan pandangannya tentang kekuatan big data.

"Bayangkan hal ini sebentar saja: satu orang, dengan kendali penuh menguasai data, rahasia, hidup dan masa depan miliaran orang. Itu semua berkat Spectre. Spectre menunjukkan padaku siapa pun yang menguasai data akan menguasai masa depan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Tapi, bukan itu yang menarik perhatian warganet. Video yang memperlihatkan bos Facebook itu tidak memperlihatkan sosok aslinya, melainkan hanya video deepfake.

Dilansir CNET, Kamis (13/6/2019), deepfake adalah teknik AI (artificiall intelligence) untuk membuat video seseorang mengatakan sesuatu meski mereka tidak pernah mengatakannya.

Dengan kata lain, video deepfake punya banyak celah untuk disalahgunakan.

3 dari 3 halaman

Facebook Belum Hapus Videonya

Meski begitu, pihak Facebook menyatakan tidak bakal menghapus video tersebut, namun akan mengurangi tingkat jangkauan (reach) dan memperlihatkan informasi dari fact-checkers.

Salah satu fact-checker Lead Stories mengatakan kalau video itu adalah seni yang satir dan tidak akan membahayakan distribusi video selama pengguna melihat label peringatan yang menyatakan video ini tidak nyata.

Dalam video juga terdapat logo CBSN, salah satu kantor berita Amerika Serikat. Pihak CBSN meminta Facebook untuk segera menghilangkan video yang menyalahgunakan logo tersebut.

Sementara, pembuat video tersebut adalah seniman bernama Bill Posters dan Daniel Howe, yang bekerjasama dengan perusahaan Canny.

Canny sebelumnya pernah bekerjasama dengan Posters untuk membuat video fake Donald Trump dan Kim Kardashian.

Kejadian ini bukan sekali saja menimpa sang bos Facebook. Tahun lalu, Andrew Oleck mem-posting video di Facebook yang menunjukkan sosok Mark Zuckerberg berbicara bahwa dia akan menghapus Facebook.

Video yang sempat heboh itu berhasil ditonton 32 juta kali.

(Tik/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Buntut Video Mesum dalam Kelas Viral, Muncul Usulan Perda Pembatasan Ponsel
Artikel Selanjutnya
Beredar Hoaks Pelajar Bulukumba yang Terjerat Kasus Video Mesum Tewas