Sukses

Pertumbuhan Perangkat Android One Melesat 250 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Google menghadirkan lebih banyak perangkat dengan sistem operasi Android dilaporkan berhasil.

Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan perangkat Android One, yang mencatat jumlah signifikan

Meski tidak mengungkap jumlah perangkat yang sudah menjalankannya, Google sempat berbagi informasi soal pertumbuhan program ini.

Dikutip dari Phone Arena, Rabu (27/2/2019), aktivasi perangkat yang menjalankan Android One tumbuh mencapai 250 persen sepanjang 2018.

Jumlah tersebut tak lepas dari kerja sama Google dengan sejumlah vendor.

Seperti diketahui, Google menjalin rekanan dengan Xiaomi, LG, Motorola, dan Nokia untuk merilis smartphone Android One.

Untuk sekarang, jumlah perangkat Android One paling banyak masih disumbang oleh Nokia.

Sekadar informasi, Android One merupakan program yang memungkinkan Google bekerja sama dengan vendor rekanan dalam pengembangan smartphone dengan sistem operasi Android.

Keuntungan Android One adalah perangkat akan selalu mendapat update rutin.

Awalnya, program ini ditujukan untuk smartphone low-end, tetapi kini sudah banyak digunakan di perangkat kelas menengah, bahkan high-end.

Tidak hanya Android One, Google juga melaporkan pertumbuhan yang signifikan ada di Android Go.

Dari laporan terbaru, sistem operasi tersebut sudah berjalan di lebih dari 50 persen perangkat Android entry-level.

2 dari 3 halaman

Konsisten dengan Android One, Xiaomi Siapkan Mi A3

Terlepas dari hal itu, Xiaomi diyakini sedang menyiapkan sejumlah smartphone, dan salah satunya adalah Mi A3. Smartphone ini disebut memiliki nama kode orchid_sprout.

Dikutip dari GSM Arena, Senin (7/1/2019), menurut sejumlah sumber, nama kode orchid_sprout tampak di antarmuka pengguna Mi 8 dan Mi Mix 3 yang berbasis Android Pie.

Penamaan "sprout" digunakan untuk menggambarkan hampir semua perangkat Android One, termasuk dari smartphone Xiaomi sebelumnya yang merupakan bagian dari program tersebut.

Sebelumnya, Mi A1 diketahui memiliki nama kode tissot_sprout, dan Mi A2 dengan jasmine_sprout. Selain itu, Mi A2 Lite memiliki nama samaran daisy_sprout.

Berdasarkan informasi baru ini, Mi A3 akan memiliki teknologi NFC dari NXP. Jika benar demikian, Mi A3 akan menjadi ponsel Android One pertama dari Xiaomi dengan NFC dan kemungkinan bodi belakang akan dibalut material kaca.

Sayangnya, sejauh ini masih belum banyak informasi tentang Mi A3. Seperti smartphone lain sebelumnya, informasi mengenai Xiaomi Mi A3 kemungkinan akan semakin sering muncul mendekati hari pengumumannya.

3 dari 3 halaman

Xiaomi Redmi Go Akhirnya Meluncur, Harga Rp 1,2 Juta

Smartphone Android Go perdana dari Xiaomi akhirnya resmi diperkenalkan. Sesuai dengan informasi yang diperoleh sebelumnya, smartphone ini hadir dengan nama Redmi Go.

Dikutip dari GSM Arena, smartphone ini hadir dengan dua opsi warna, black dan blue. Untuk sekarang, Redmi Go baru akan meluncur untuk pasar Eropa dan Filipina pada Februari 2019.

Serupa smartphone Android Go lain, Redmi Go dibanderol dengan harga yang terjangkau. Smartphone ini dijual dengan harga 80 euro (Rp 1,2 juta) di Eropa, sedangkan mengenai harga Redmi Go di Filipina belum diungkap. 

Redmi Go memiliki layar beresolusi HD dan memiliki ukuran 5 inci. Untuk spesifikasi, smartphone ini didukung Snapdragon 425, RAM 1GB, memori internal 8GB atau 16GB yang masih dapat diperluas dengan microSD.

Sebagai penunjang performa, Xiaomi menyematkan baterai berkapasitas 3.000mAh. Kemampuan fotografi diserahkan pada kamera utama 8MP dan kamera depan 5MP.

Sayang, belum ada informasi mengenai kehadiran smartphone ini di pasar lain. Namun menilik peruntukkan Android Go, Xiaomi juga akan memasarkan smartphone ini ke pasar negara berkembang.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: