Sukses

10 Prediksi Teknologi dan Transformasi Digital di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - IDC kembali memaparkan 10 prediksi untuk bidang teknologi informasi dan industri di Indonesia sepanjang 2019 hingga tiga tahun ke depan.

Sorotan utama kali ini adalah teknologi digital dan tren yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Dalam prediksi, IDC menyebut pada 2022, lebih dari 61 persen PDB negara akan menitikberatkan pada perkembangan digital.

Sementara pertumbuhan setiap lini industri didorong peningkatan penawaran, operasional, dan hubungan secara digital.

"Digitalisasi tidak terbatas pada satu bagian perusahaan, tapi lebih pada perubahan di aspek utama, yakni penawaran, operasional, dan hubungan organisasi para konsumen," tutur Head of Operations IDC Indonesia Mevira Munindra dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (11/2/2019).

Oleh sebab itu, IDC memperkirakan jumlah belanja ICT di Indonesia akan mencapai Rp 465 triliun pada 2019. Menurut IDC, tren dan teknologi sepanjang 2019 akan menjadi kunci sampai dua hingga tiga tahun ke depan.

Melihat hal tersebut, para pemimpin organisasi perlu melihat dan mempertimbangkan proses pengambilan keputusan dan ekosistem digital.

"Teknologi terkini harus diadopsi dan dimanfaatkan secara nyata," ujar Managing Director IDC Asean Sudev Bangah.

Oleh sebab itu, untuk mengetahui tren teknologi sepanjang 2019 versi IDC, berikut ini adalah daftar lengkapnya.

1. Digitalisasi Ekonomi

Pada 2022, lebih dari 61 persen PDB Indonesia akan masuk tahap digitalisasi, dengan pertumbuhan tiap sektor industri didorong meningkatnya penawaran, operasional, dan hubungan dengan Indonesia.

Pertumbuhan digital akan mendorong belanja teknologi informasi sebanyak US$ 78 miliar mulai dari 2019 hingga 2022.

2 dari 3 halaman

2. Digital-Native IT

IDC memperkirakan, 50 persen dari seluruh anggaran belanja IT pada 2022 digunakan untuk teknologi platform ketiga.

Kondisi itu membuat 50 persen organisasi di Indonesia membangun ekosistem 'digital native' untuk berkembang dalam ekonomi digital.

3. Expand to the Edge

Selain itu, lebih dari 15 persen penyebaran cloud di organsisasi Indonesia akan meliputi edge computing pada 2022. Sementara 10 persen sistem dan endpoint device akan menggunakan algoritma kecerdasan buatan.

4. Revolusi Pengembang Aplikasi

40 persen dari seluruh aplikasi baru akan menjadi fitur microservice architecture untuk peningkatan kemampuan merancang, debug, pembaruan, dan memanfaatkan kode dari pihak ketiga. Pada 2022 pula, 15 persen aplikasi akan menjadi cloudnative.

5. Kelas Pengembang Baru

Prediksi memperkirakan adanya kelas baru pada pengembang profesional untuk menghasilkan kode tanpa script khusus.

Dengan kondisi itu, populasi pengembang akan tumbuh sebanyak 15 persen pada 2024 dan mempercepat transformasi digital.

3 dari 3 halaman

6. Ledakan Inovasi Digital

Mulai dari 2018 hingga 2023, ada alat dan platform baru yang juga memunculkan lebih banyak pengembang. Pemanfaatan metode yang adaptif dan penggunaan kembali kode akan memunculkan lima juta aplikasi baru.

7. Pertumbuhan Spesialisasi

20 persen komputasi awan akan berdasarkan prosesor non-x86 (termasuk kuantum) pada 2022. Tidak hanya itu, organisasi juga akan mengembangkan lebih banyak di aplikasi System as a Service (SaaS) ketimbang aplikasi horizontal.

8. Kecerdasan Merupakan Tampilan Antarmuka Baru

Pada 2024, kecerdasan buatan akan memungkinkan tampilan antaramuka dan proses otomasi menggantikan sepersepuluh aplikasi berbasis layar saat ini.

Lalu di 2022, 10 persen dari perusahaan Indonesia menggunakan teknologi conversational speech untuk berhubungan dengan pelanggan.

9. Kepercayaan yang Meningkat

Berdasarkan prediksi, 10 persen dari server akan mengenkripsi data pada saat istirahat maupun bergerak pada 2022. Sementara itu, lebih dari 10 persen peringatan ditangani kecerdasan buatan dan sekitar 2 juta orang akan memiliki identitas digital berbasis blockhchain.

10. Consolidation vs Multicloud

Empat megaplatform komputasi awan teratas akan menguasai 60 persen penyebaran Internet as a Service/Platform as a Service pada 2022.

Sementara itu, 40 persen organisasi di Indonesia akan mengurangi penguncian melalui multicloud/teknologi hybrid.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Rina Nose dan Tunangan Mulai Unjuk Kemesraan di Medsos

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
10 Tren Teknologi 2019, Mulai dari Asisten Virtual hingga 5G