Sukses

Indonesia Butuh Banyak Ilmuwan Data

Liputan6.com, Jakarta - Seiring dengan popularitas tren Big Data, data scientist (ilmuwan data) merupakan salah satu profesi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sayangnya, kebutuhan ini tidak sejalan dengan jumlah talenta di Indonesia.

Algoritma sebagai sebuah startup yang bergerak dalam ilmu data dan penerapannya terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) diharapkan bisa menjadi salah satu yang bisa memecahkan problematika tersebut.

Diungkapkan Managing Director Algoritma, Nayoko Wicaksono, mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan banyak ilmuwan data mengingat masih minimnya talenta di Tanah Air.

Hal ini, katanya, bisa dilihat dengan adanya sejumlah perusahaan Indonesia merekrut data scientist dari luar negeri seperti Singapura.

“Di indonesia, ada kebutuhan besar untuk mengolah data, tapi kita kekurangan data scientist. Data scientist ini fundamental untuk perekonomian, dan juga kalau terus kekurangan maka akan sangat disayangkan mengingat kita memiliki banyak data dengan populasi besar,” kata Nayoko dalam acara Algoritma Demo Day di Jakarta, Selasa (25/7/2018).

Secara sederhana, seorang data scientist bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan informasi berguna dalam pengambilan keputisan suatu organisasi atau perusahaan. Hasil analisis tersebut biasanya berjumlah besar, sehingga dibutuhkan kemampuan khusus yang siap guna untuk memahaminya.

Sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan bisnis terhadap data scientist, Algoritma memiliki program Algoritma Data Science Academy. Tidak hanya memberikan berbagai pengetahuan dan pelajaran yang dibutuhkan, program ini juga memberikan kesempatan berkarir dalam bidang tersebut.

Menuru Nayako, program ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Sampai saat ini peserta masih didominasi dari industri perbankan. Siswanya termasuk kalangan korporat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Sejak pertama kali dimulai pada Januari 2018, kata Nayoko, Algoritma sudah memiliki 500 orang siswa. Namun khusus untuk program pelatihan data scientist secara insentif telah memiliki hampir 70 siswa.

Nayoko berharap Algoritma akan terus berkembang, mengingat saat ini fokus perusahaan masih di Jakarta.

“Kami berharap Algoritma akan terus berkembang ke tempat-tempat lain, termasuk luar negeri. Karena kita semua tahu ada kebutuhan besar dalam memgelola data-data ini,” ungkapnya.

 

2 dari 2 halaman

Algoritma Demo Day

Algoritm pada 24 Juli 2018 mengadakan Algoritma Demo Day untuk merayakan kelulusan angkatan pertama Algoritma Data Science Academy. Acara ini diisi rangkaian talkshow dan seminar data science, yang diisi pembicara ahli di bidangnya.

Agenda utama Algoritma Demo Day ini adalah proyek show case dari enam alumni Algoritma Data Science Academy angkatan pertama. Dalam proyek ini para peserta dapat menampilkan proyek data science yang mereka ciptakan dalam kelas Data Science Academy.

Salah satu tujuan acara ini untuk memperlihatkan kemampuan para siswa kepada berbagai kalangan, termasuk HRD, IT, dan manajemen dari korporat. Nayoko mengklaim, dana yang dikeluarkan para siswa untuk mengikuti akademi tersebut tidak akan sia-sia.

Untuk kalangan mahasiswa, biayanya sebesar Rp 15 juta jika tidak mendapatkan program beasiswa yang diberikan Algoritma. Untuk kalangan umum termasuk korporat, harus merogoh kocek Rp 35 juta untuk tiga bulan pelatihan.

“Biaya tersebut (Rp 35 juta), biasanya sudah sampai tahap expert ready. Setelahnya, mereka bisa balik modal karena pendapatan data scientist itu kan juga tinggi sekali,” tuturnya.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading