Sukses

Keren, Mahasiswi Universitas Terbuka Ini Ajak Milenial Lawan Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks atau berita palsu menyebar sangat cepat di media sosial. Salah satunya adalah karena lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang telah terhubung ke jaringan internet sepanjang 2017. Demikian menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII).

Sementara berdasarkan survei dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) yang digelar pada 7-9 Februari 2017 terhadap 1.116 responden di Indonesia, sebanyak 44,30 persen masyarakat menyatakan menerima hoaks setiap hari. Bahkan, 17,20 persen mengaku menerima hoaks lebih dari sekali dalam sehari.

Merasa risih dan tidak nyaman dengan situasi tersebut, Rif’atunnisa atau akrab disapa Rifa, berupaya untuk melakukan perubahan nyata bagi terciptanya lingkungan internet yang lebih positif.

Mahasiswi yang tengah menuntut ilmu di Universitas Terbuka Jakarta ini mengajak para generasi milenial untuk melawan hoaks lewat tulisan berjudul 'Cegah Hoax dengan 5 Peran Ini! Apa Sajakah?'

Tak dinaya, tulisan tersebut berhasil menjadi pemenang utama lomba blog bertema 'Bagaimana Saya akan Melawan Konten Hoax' yang diselenggarakan oleh C2live, belum lama ini. Menurut Rifa, penyebaran konten hoaks di Indonesia tak bisa diatasi jika tidak dimulai dari diri kita sendiri.

“Beragam konten hoaks bisa saja datang kepada kita setiap harinya, tapi kita bisa meminimalisir persebarannya dengan menyaring konten-konten tersebut dan tidak gegabah dalam menyebarluaskannya. Di sinilah blogger dan penulis dapat ikut ambil peran dalam mencegah persebaran konten hoaks,” ujar Rifa melalui keterangan resminya.

Dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan konten hoaks dan bagaimana cara menghadapinya dengan bijak melalui tulisan, blogger dapat membantu masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada dalam menanggapi berita bohong.

 

2 dari 2 halaman

Ingin Menginspirasi Orang Lain

Di sisi lain, menulis sendiri memang sudah menjadi hobi Rifa sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Rasa ingin berbagi mendorongnya untuk tetap menulis.

Akan tetapi, lebih dari sekadar berbagi, Rifa memiliki angan untuk memotivasi generasi muda agar mereka lebih sering berinisiatif memberikan dampak positif bagi bangsa.

“Saya berharap dengan menulis dapat memberikan motivasi dan inspirasi untuk banyak orang, terutama generasi muda, sehingga akan semakin banyak jiwa-jiwa muda yang berani menuangkan gagasan, ide atau pun pengalamannya dalam sebuah tulisan. Dengan begitu, kita bisa saling belajar dan menginspirasi orang lain,” pungkasnya.

Untuk diketahui, C2live merupakan sebuah wadah tempat berkumpulnya buah-buah pikiran dan para pencipta konten untuk membagikan ide-ide dan perspektif mereka tentang isu-isu terkini yang penting untuk dibahas.

(Isk/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Kepala BMKG: Jangan Mudah Terpancing Hoaks Bencana Saat Tahun Baru
Artikel Selanjutnya
5 Ungkapan Ratna Sarumpaet Usai Bebas dari Kasus Hoaks