Sukses

Pertama di Dunia, Gadget Anti Orang Kepo

Liputan6.com, Jakarta - Saat di tengah keramaian tiba-tiba ada panggilan telepon, kamu pasti serba salah untuk menjawabnya.

Alasannya sederhana, kamu takut terlalu kencang mengobrol dan pasti terpikir bisa mengganggu orang di sekitar. Belum lagi kekhawatiran percakapan kita di dengar orang lain meski sudah berbicara pelan. 

Dilansir dari Oddity Central, Rabu (30/5/2018), ada teknologi baru yang bisa kamu gunakan supaya percakapan pribadi tak terdengar orang lain. Namanya BloxVox. Perangkat khusus ini berbentuk topeng seperti hidung sapi yang bisa meredam suara.

Dengan alat ini, kamu bisa berbicara sekeras yang diinginkan tanpa didengar oleh orang lain yang kepo dengan pembicaraan kamu.

Pencipta BloxVox, Greg Umhoefer, membuat alat ini karena pengalamannya yang sering mengalami masalah yang sama ketika menerima telepon pribadi di kantor.

Ahli teknologi keuangan tersebut harus bangun dari meja kerja dan menemukan tempat yang tenang untuk berkomunikasi. Umhoefer menyebut situasi ini tidak efisien dan konyol. Untuk itu, dicarilah solusi yang praktis.

“Setelah 75 prototype dan pengujian dan perancangan ulang yang tak terhitung jumlahnya, saya senang untuk memperkenalkan solusi untuk masalah yang umum,” kata Umhoefer di laman Kickstarter.

BloxVox merupakan sebuah alat meredam suara yang menjanjikan percakapan tidak sampai ke telinga penyadap. Cukup diletakkan di mulut dan kaitkan dengan tali ke kepala. Dengan begitu, orang lain tak bisa mendengar setiap kata yang dikatakan.

Alat ini dirancang agar sesuai dengan headphone dan dilengkapi dengan kompartemen kecil. Jadi, suara kamu hanya terdengar dengan lawan bicara.

2 dari 3 halaman

Gadget yang Menawarkan Sensasi Ciuman dari Jauh

Selain BloxVox, ada lagi gadget unik bernama Kissenger. Apa fungsi sebenarnya dari gadget ini?



Seperti dilansir Mirror, Senin (26/12/2016), Kissenger adalah gadget aksesori pelengkap ponsel. Pengguna bisa menempelkan Kissenger di bagian bawah layar ponsel ketika pengguna sedang melakukan video call dengan sang pacar.

Fungsi Kissenger belum selesai sampai di situ. Di sinilah peran Kissenger dinilai agak aneh. Pasalnya, pengguna harus menggunakan gadget yang sudah ditempel di bawah layar dengan menciumnya.

Ya, gadget ini berfungsi sebagai ‘bibir’ yang bisa dicium. Sehingga saat melakukan video call, pengguna bisa merasakan sensasi ciuman yang nyata.

Emma Yann, kreator Kissenger, mengatakan bahwa ciuman adalah ekspresi universal dari sebuah keintiman dan kedekatan yang dampaknya begitu terasa. Oleh karena itu, ia ingin membuat para pasangan LDR juga ikut merasakan hal tersebut.



“Saya ingin mereka juga bisa menciptakan keintiman yang berlangsung terus menerus, salah satunya adalah dengan ini. Ciuman juga bisa mengurangi stres. Ketika bibir bersentuhan, masing-masing akan memiliki tekanan darah yang lebih rendah,” kata Yann saat ia memamerkan Kissenger di University of London.

3 dari 3 halaman

Sensor dan Receptor

Cara kerja gadget ini terbilang simpel. Yann mengungkap, Kissenger memiliki sensor dan receptor yang bekerja dengan tekanan. Gerakan bibir pengguna akan dikirim ke receptor Kissenger yang digunakan pasangan satunya, untuk dapat merasakan gerakan bibir pasangannya itu.

Bagaimana pun, Yann mengatakan bahwa Kissenger bukan termasuk dalam kategori produk seksual. Dalam artian, Yann akan menjual produk ini untuk pasangan yang benar-benar menjalin hubungan serius.

Tak menutup kemungkinan, orangtua pun bisa menggunakan gadget ini agar dapat memberikan ciuman kepada anaknya.

“Orangtua bisa memakai Kissenger ketika anaknya sedang berlibur bersama teman-teman, keakraban akan tetap terasa meski keduanya berada dalam jarak jauh,” ia menambahkan.

Nantinya, Yann berencana akan membuat teknologi yang dapat mengirimkan aroma lewat Kissenger. Jadi, saat ciuman, pengguna bisa mencium aroma spesifik dari pasangan jarak jauhnya.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: