Sukses

Usai Registrasi Kartu SIM, Smartfren Alami Penurunan Jumlah Pelanggan

Liputan6.com, Jakarta - Program pemerintah yang memberlakukan aturan registrasi kartu SIM prabayar ternyata berdampak besar terhadap operator seluler di Indonesia.

Salah satu operator seluler yang mengakui kena imbasnya adalah Smartfren. Operator seluler milik Sinar Mas ini, mengakui adanya penurunan jumlah pelanggan pasca aturan registrasi kartu SIM.

"Pasti ada penurunan," ujar Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim yang dilansir dari Merdeka.com, Selasa (29/5).

Ia menambahkan, sebelum aturan diberlakukan, Smartfren memiliki pelanggan mencapai 11 juta. Namun turun menjadi 9 juta pelanggan setelah registrasi kartu SIM prabayar diberlakukan.

"Kita harap angkanya (pengguna) bisa balik lagi. Bahkan lebih tingi dari yang kemarin," jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Smartfren telah menyiapkan beragam strategi.

 

2 dari 2 halaman

Strategi Smartfren Tingkatkan Pengguna

Ilustrasi Kartu SIM (iStockPhoto)

Salah satu strategi tersebut adalah menyediakan paket internet unlimited 4G dengan harga murah.

Strategi ini, diklaim cukup ampuh nantinya dongkrak jumlah pelanggan. "Kita harus punya program yang menarik, seperti paket unlimited ini," jelas Djoko.

Lewat paket unlimited, Smartfren berharap dapat menambah jumlah pelanggannya sebanyak 1 juta setiap bulannya.

Setelah berhasil kembali ke angka 11 juta pelanggan, Smartfren menargetkan dapat mencapai jumlah yang lebih besar lagi, yaitu 20 juta pelanggan.

Informasi, paket terbaru dari Smartfren bertajuk 'Super 4G Unlimited' memang dibanderol dengan harga yang murah, yaitu Rp 60 ribu.

Paket ini menawarkan akses internet tanpa batas selama 24 jam dengan Fair Usage Policy (FUP) 1 GB per harinya, yang berlaku selama satu bulan hingga Agustus.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan untuk memperpanjang masa berlaku paket 'Super 4G Unlimited' apabila antusias masyarakat tinggi terhadap paket tersebut.

Reporter: Fauzan Jamaludin

Sumber: Merdeka.com

(Ysl)