Sukses

Mau Jadi Bintang YouTube? Lebih Baik Kamu Pikir Ulang

Liputan6.com, Jakarta - Sekilas, karir di YouTube tampak gampang diraih serta menjanjikan. Berbeda dengan karir di TV, seorang YouTuber tidak perlu repot-repot daftar di agensi atau ikut audisi.

Mungkin banyak yang berpikir dengan bermodal kamera dan tripod maka akan langsung dapat terkenal. Faktanya untuk jadi YouTuber perlu banyak pengeluaran finansial untuk menunjang konten yang menarik.

Itu pun tidak berarti kesuksesan instan, karena ternyata hanya sedikit dari YouTuber yang menghasilkan pendapatan besar.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (2/3/2018), ternyata 96,5 persen orang yang mencoba menjadi bintang YouTube tidak menghasilkan cukup banyak uang untuk keluar dari garis kemiskinan di Amerika Serikat (AS).

Fakta tersebut ditemukan oleh Mathia Bärtl, profesor dari Universitas Sains Terapan Offenburg di Offenburg, Jerman.

menurut Bärtl, Top tiga kanal yang paling banyak ditonton dapat membawa penghasilan dari iklan sekitar US$ 16.800 (sekitar Rp 231 juta) tiap tahunnya. Angka tersebut sedikit di atas garis kemiskinan AS.

Kanal-kanal top yang dijadikan sampel oleh Bärtl memilki penonton sebanyak 1,4 juta view per bulan.

"Kamu bisa saja memiliki setengah juta pengikut di YouTube dan masih harus bekerja di Starbucks," kata Alice Marwick, asisten profesor ilmu komunikasi di Universitas Carolina Utara di Chapel Hill.

1 dari 3 halaman

Harus Bergantung dari Sponsor

Sponsor ternyata adalah yang terpenting untuk YouTuber, karena penghasilan dari view tidak terlalu menunjang.

Dalam penelitiannya, Bärtl mengambil contoh US$ 1 (sekitar Rp 13 ribu) untuk tiap 1.000 views di YouTube (tingkat iklan di YouTube biasanya sulit ditaksir dan sering berubah-ubah). Tetapi nyatanya penghasilan dari video YouTube bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

"Saya melihat bayaran serendah 35 sen (sekitar Rp 137 ) untuk setiap 1.000 views dan pernah bekerja dengan beberapa YouTuber yang dapat menghasilkan US$ 5 dolar (sekitar Rp 68.775) untuk tiap 1.000 views," terang Harry Hugo dari Goat Agency, sebuah firma pemasaran influencer di London.

Sementara itu, orang-orang YouTube yang videonya berada di peringkat teratas sering mendapat penghasilan sampingan lewat sponsorship atau deal-deal lainnya.

Masih dari Bloomberg, di zaman now ternyata makin banyak anak-anak muda di Inggris yang ingin menjadi YouTuber saja.

Tom Burns, pendiri Summer in the City yaitu sebuah konvensi tahunan YouTube di Britania, menceritakan bagaimana ia mencegah sepupunya sendiri untuk menjadi YouTuber full-time. Sepupunya bahkan tidak mau kuliah demi berkarir sebagai YouTuber.

"Saya hampir naik pitam karena aku pikir, 'Jangan, itu (tidak kuliah untuk menjadi YouTuber) adalah hal terbodoh yang dapat kau katakan'," kata Burns.

"Kau tidak bisa menjamin akan bisa melakukannya sebagai sebuah pekerjaan," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Lima YouTuber Paling Sukses Tahun 2017

Lantas siapa saja lima YouTuber yang menghasilkan uang terbanyak tahun 2017? Apa saja konten mereka sehingga bisa meraih status superstar dari YouTube? Berikut sosok-sosok mereka menurut daftar dari Forbes serta tema konten YouTube mereka:

1. Daniel Middleton, seorang pemain Minecraft asal YouTube yang berhasil menarik 11 miliar views. Bisnis sampingannya adalah merilis novel grafik dan melakukan tur internasional. Harta: US$ 16.5 juta (Rp 227 miliar).

2. Evan Fong, peringkat teratas YouTuber ternyata dikuasai para gamer. Kali ini Evan Fong seorang ahli Grand Theft Auto dan Call of Duty. Harta: US$ 15.5 juta (Rp 213 miliar).

3. Dude Perfect, kumpulan orang-orang yang melakukan trik-trik konyol di internet bersama sesosok panda yang menjadi maskot mereka. Harta: US$ 14 juta (Rp 192 miliar).

4. Mark Fischbach, komedian sekaligus gamer. Fischbank tidak hanya hobi memainkan gim populer seperti Minecraft, tapi juga gim indie serta yamg horor seperti Slender. Harta: US$ 12.4 juta (Rp 170 miliar).

5. Logan Paul, komedian pirang ini belakangan terkena kontroversi di dunia maya akibat tingkah lakunya yang tidak merekam jasad bunuh diri di Hutan Aokigahara, Jepang. Harta: US$ 12.4 juta (Rp 170 miliar).

(Tom/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Video Life Hack, Berguna atau Rentan Disalahgunakan?
Artikel Selanjutnya
Telan Korban, Facebook Cekal Video Tantangan Makan Detergen