Sukses

5 Tahun Vakum, Zyrex Comeback dengan Laptop Rp 2 Jutaan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah hampir lima tahun vakum, Zyrex, perusahaan teknologi lokal yang dulu cukup populer, kini telah kembali ke pasaran dengan laptop terbarunya.

Perusahaan satu ini memang sudah sekitar lima tahun tidak terdengar di dunia laptop, tapi sekarang mereka menyiapkan sebuah laptop baru dengan nama SKY 232 Xtreme. Perusahaan tersebut memamerkan laptop teranyar ini di Jakarta, pada Rabu (28/2/2018).

SKY 232 Xtreme hadir desain tipis dan ringan dengan tampilan Full Glass, Full HD, dengan bezel minimalis. Dengan desain yang sangat kekinian Zyrex mengklaim laptopnya cocok untuk konsumen dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda.

VP of Products, Sales, Marketing & Marketing Zyrex Antoni Tiopan, mengatakan kalau laptop ini sangat pas dipakai untuk keperluan entertainment.

Untuk diketahui, laptop ini dijual di JD.id seharga Rp 2,9 juta dalam periode flash sale. Akan tetapi, harga jual laptop sesungguhnya dilego sebesar Rp 3,2 juta. Menariknya, jika kamu berniat membeli SKY 232 Xtreme via JD.id, ongkos kirimnya akan digratiskan untuk pembeli di seluruh Indonesia.

1 dari 3 halaman

Pemerintah Diminta Mendukung Brand Teknologi Lokal

Pertarungan di industri teknologi tidak hanya sebatas di bidang kualitas, melainkan sudah bermain di ranah brand.

Di era sosial media ini, produk-produk lokal harus bersaing dengan perusahaan luar negeri yang memiliki brand yang sudah terkenal.

Hal tersebut jelas tidak menguntungkan bagi industri lokal, karena meski mereka bisa bersaing dalam sisi kualitas, para konsumen nyatanya masih sering melihat brand saja.

"Saya harapkan pemerintah bisa melihat bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia bisa menjadi aset. Kalau pemerintah melihat sebuah aset, maka pemerintah otomatis bisa mengangkatnya. Selama mereka melihat itu bukan aset, itu susah," kata Timothy Siddik, pendiri Zyrex di sela-sela konferensi pers laptop SKY 232 Xtreme di Jakarta.

Pria lulusan UC Davis itu membandingkan kondisi dengan di Amerika Serikat, di mana pemerintahan di sana sudah bisa berkolaborasi dengan industri teknologi mereka.

Tidak bisa dipungkiri, salah satu masalah di industri teknologi dan industri lokal lainnya adalah masalah branding.

Karena bersaing dengan brand-brand luar yang sudah dikenal, brand-brand lokal perlu didukung oleh pemerintah agar juga mendapatkan perhatian dari khalayak.

"Sebuah produk nilai termahal bukan di komponennya, perusahaan yang mahal bukan di barang-barangnya tetapi nilai branding-nya itu, oleh karena itu saya harap Pemerintah melihat merk-merk Indonesia, itu (perusahaan Indonesia) harus menjadi aset," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Perkembangan Komputer di Indonesia Masih Potensial

Timothy pun masih optimis terhadap perkembangan di pasar komputer Indonesia.

Pasalnya, meski pasar komputer di dunia mengalami penurunan, tapi di Indonesia masih meningkat kendati sedikit-sedikit.

Kondisi itu pun membuat masih adanya ruang yang besar untuk meningkatkan untuk maju di industri teknologi, terutama di perusahaan menengah bawah dan juga di pemerintahan.

Untuk saat ini, 90 persen konsumen Zyrex masih ada di pihak swasta, meski demikian Zyrex sebagai produk lokal tentunya tertarik untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan brand teknologi lokal.

(Tom/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Huawei Pamer Laptop Super Tipis di MWC 2018
Artikel Selanjutnya
Besut Perangkat 5G, Intel Gandeng Microsoft cs