Sukses

Ini Strategi Teradata Indonesia Genjot Bisnis di 2018

Liputan6.com, Jakarta - Mengawali 2018, Teradata mengungkap dua rencana besar untuk membawa bisnis data di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dua rencana tersebut berupa strategi yang akan berfokus pada pemanfaatan data berbasis metode bisnis subscription (berlangganan) dan cloud.

Disampaikan Presiden Direktur Teradata Indonesia Erwin Sukiato, strategi pertama adalah mengubah bentuk investasi data pelanggan Teradata Indonesia menjadi subscription.

"Sekarang itu kami melihat pergerakan pelanggan kami. Kami melihat kalau investasi bisa berubah menjadi subscription dan bersifat utility based (utilitas)," kata Erwin kepada Tekno Liputan6.com di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

"Jadi yang tadinya pelanggan beli terus, sekarang kami tawarkan mau disewakan atau tidak. Jadi (software) bisa disewa dan punya opsi mau diletakkan di mana setelah disewa," sambungnya.

Strategi kedua, lanjut Erwin, adalah menggeber ekosistem private cloud kepada pelanggan korporasi. Menurut Erwin, kalau perusahaan mau 'eksis' di Indonesia harus wajib bermodal cloud dan utilitas.

"Tanpa adanya fasilitas cloud, masalah regulasi tidak akan bisa diselesaikan. Sejalan dengan itu kami juga akan menggerakan bisnis in premise ke dalam industri tertentu," papar Erwin.

1 dari 3 halaman

Tantangan Teradata

Ketika ditanyakan tantangan apa yang dimiliki Teradata dalam membawa bisnis data ke Indonesia, Erwin mengungkapkan sebetulnya hampir semua negara memiliki kendala serupa, yakni mengolah data pada industri-industri tertentu, seperti ritel.

"Kalau menurut saya, industri yang paling terstruktur itu banking karena ada regulator datanya. Sementara, industri ritel paling menantang karena banyak sekali duplikasi data dan kendala kualitas dari datanya sendiri," terangnya.

Oleh karena itu, Erwin menekankan, Teradata ingin menanggulangi isu ini dengan mendorong pelaku industri untuk menggunakan sistem yang disebut "Data Governance". Dengan demikian, sistem ini dipercaya akan mengurangi duplikasi data yang dianggap menganggu.

2 dari 3 halaman

Presiden Direktur Baru

Sekadar infomrasi, Erwin Sukiato baru saja resmi ditunjuk sebagai Presiden Direktur Teradata Indonesia.

Bergabungnya Erwin ke Teradata menandakan komitmen Teradata mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan data dan analisis terbaik untuk menjangkau lebih banyak sektor.

Pria berkacamata ini juga mengungkap misinya untuk terus mendorong pertumbuhan teradata Indonesia dengan menembus sektor baru.

Selain itu, ia juga akan terus membantu pelanggan lama dan baru untuk menemukan wawasan yang mengubah permainan dari data dalam jumlah besar, terutama pada bidang kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence).

"Indonesia itu pasar penting bagi Teradata. Kami sudah memiliki beberapa pelanggan telekomunikasi dan perbankan yang besar. Dan kami berada di dalam posisi yang baik untuk menjangkau sektor pemerintahan dan utilitas," kata Erwin kepada awak media di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Erwin sendiri akan bertanggung jawab meningkatkan pertumbuhan bisnis Teradata Indonesia secara strategis serta mengawasi dan mengeolola strategi penjualan, layanan profesional, serta strategi manajemen pelanggan. 

Ia juga akan melapor ke Andrew Blamey, Area Vice President Asia Pacific dan Korea (APAK).

(Jek/Isk)

Artikel Selanjutnya
Target yang Ingin Dicapai RI dalam Era Revolusi Industri ke-4
Artikel Selanjutnya
Ulang Tahun ke-23, Telkomsel Janji Perkuat Bisnis Digital