Sukses

Kalahkan Xiaomi, Advan Sabet Posisi 3 Besar di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Advan menjadi satu-satunya smartphone lokal yang masuk dalam top 5 merek smartphone Indonesia versi International Data Corporation (IDC).

Berdasarkan laporan IDC pada Q3 2017, Advan berada di posisi ketiga mengalahkan Vivo (keempat) dan Xiaomi (kelima). Posisi pertama diduduki Samsung dan Oppo di peringkat kedua.

Sebelumnya pada Q1 2017, IDC menyebut top 5 merek smartphone di Indonesia adalah Samsung, Oppo, Asus, Advan, dan Lenovo.

Menanggapi hal tersebut Marketing Direktur Advan, Tjandra Lianto, merasa bangga karena Advan mampu menjadi merek smartphone karya anak bangsa yang mendapatkan kepercayaan tinggi dari konsumen di Tanah Air.

“Kami bangga kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Advan semakin tinggi, di mana Advan saat ini menjadi satu-satunya brand nasional yang masuk dalam tiga besar merek smartphone yang beredar di Indonesia," ujar Tjandra di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Tjandra menuturkan pencapaian ini semakin memacu semangat perusahaan untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia.

Adapun untuk pangsa pasar di Indonesia, Samsung memiliki pangsa pasar 30 persen, Oppo 25 persen, Advan 8,3 persen, Vivo 7,5 persen, dan Xiaomi 5,2 persen.

 

2 dari 2 halaman

Berkat Smartphone Kelas Menengah

Menurut analisis Risky Febrian, Associate Market Analyst IDC Indonesia, posisi Advan yang dalam beberapa tahun ini menjadi merek ponsel lokal nomor satu di Tanah Air, karena didukung kehadirannya di seluruh pelosok nusantara serta peluncuran smartphone kelas menengah Advan G1 yang rilis awal tahun ini berhasil memikat masyarakat.

Menurutnya Advan juga menuai panen pada kuartal dua sampai quartal ketiga 2017. Smartphone terbaru Advan A8 pun ditengarai semakin mendorong ekspansi Advan di pasar.

Selain itu, Risky menambahkan Advan diuntungkan dengan peraturan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di mana semua vendor baik lokal maupun global mendapat perlakuan sama. Semua produsen smartphone 4G LTE wajib memenuhi TKDN sebesar minimal 30 persen.

IDC juga melihat perubahan tren di mana penjualan smartphone kelas menengah (mid-range) tumbuh lebih dari dua kali lipat. Smartphone dengan kisaran harga Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta menguasai sekitar 28 persen dari total penjualan smartphone di Indonesia.

“Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman media & hiburan, produktivitas, dan mobile gaming,” kata Risky 

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading