Sukses

Sinergi Lintas Kementerian Dibutuhkan untuk Percepat Palapa Ring

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan bahwa sinergi lintas kementerian dapat mempercepat pengembangan proyek Palapa Ring.

Proyek ini merupakan langkah pemerintah untuk membangun infrastruktur tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah non-komersial demi pemerataan akses broadband (pita lebar). 

Untuk itu Kementerian enterian Kominfo bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) agar pembangunan serat optik dapat menjangkau setiap jalan yang dibangun KPUPR. Kerjasama ini sangat membantu, terutama di wilayah Indonesia Timur seperti Papua, yang salah satu tantangan utamanya adalah persoalan tanah adat.

"Sinergi antara kementerian harus didahulukan, sehingga kita bisa bangun bersama. Misalnya, KPUPR sudah bisa bangun jalan, kita juga bisa bangun serat optik di sana. Prioritas utama kita ya nebeng pak Basuki (Menteri PUPR, Basuki Hadimuliono) jalannya," tutur Rudiantara saat ditemui di acara Pembangunan Indonesia Sentris: Pemerataan Papua di kawasan Jakarta, Minggu (5/3/207).

Terlepas dari kerjasama dengan kementerian lain, Rudiantara mengaku masyarakat di Indonesia bagian Timur termasuk Papua dan Papua Barat cukup terbuka. Saat mengunjungi Papua beberapa waktu lalu, katanya, para pemimpun daerah yang diajaknya bertemu justru meminta pembangunan Palapa Ring dipercepat.

"Mereka sangat welcome. Bahkan ada yang minta pembangunan akses internetnya dipercepat," ungkap pria yang akrab disapa Chief RA tersebut.

Proyek Palapa Ring berbasis Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) merupakan pembangunan jaringan serat optik tulang punggung sistem telekomunikasi broadband nasional, yang berfungsi senagai tol informasi untuk menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berada di daerah-daerah yang tidak menguntungkan secara komersial. Proyek Palapa Ring dibagi menjadi tiga paket, yaitu Barat, Tengah, dan Timur.

Proyek Palapa Ring Paket Timur akan menjangkau 35 kabupaten/kota yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 km. Nilai proyek mencapai senilai Rp 5,1 Triliun.

Secara khusus, Rudiantara menyoroti ketimpangan akses internet antara wilayah Jakarta dan Papua. Kecepatan unduh (download) data di Jakarta mencapai tujuh Mbps, sedangkan di wilayah timur hanya 300 Kbps. Ditambah lagi tarifnya lebih mahal daripada tarif layanan di Jakarta.

"Dengan adanya Palapa Ring yang ditargetkan rampung pada 2019, ketimpangan ini bisa diatasi," tuturnya.

(Din/Cas)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online