Sukses

Jokowi Ajak AS Kembangkan Ekonomi Digital

Liputan6.com, Jakarta Kendati batal mengunjungi kawasan teknologi Silicon Valley, Presiden Joko Widodo tetap membahas isu ekonomi digital saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama di Gedung Putih,Washington DC, pada Selasa, 27 Oktober 2015.

Perlu diketahui, ekonomi digital telah menjadi salah satu prioritas utama pegembangan ekonomi Indonesia ke depan.

Lebih lanjut, dalam pertemuan itu, Jokowi menjelaskan ekonomi digital kini menjadi prioritas karena Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi terbesar di bidang tersebut.

Jokowi pun mengajak AS untuk sama-sama mengembangkan ekonomi digital. "Saya tadi mengajak Amerika untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam hal ekonomi digital," kata Jokowi, seperti dikutip dari Humas Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Selasa (27/10/2015).

Senada dengan Jokowi, Obama menilai ekonomi digital merupakan peluang baik bagi Indonesia. "Perkembangan ekonomi digital merupakan peluang yang baik sekali di Indonesia," tutur Obama. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Jokowi dan Obama sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi digital.

Sebelumnya, Jokowi memutuskan mempercepat kunjungan di AS agar bisa memonitor langsung penanganan kabut asap di Tanah Air. Namun pembahasan soal isu digital, termasuk kunjungan ke kawasan teknologi Silicon Valley, San Francisco, masih tetap berjalan karena akan digantikan oleh sejumlah menteri terkait.

Sejumlah petinggi perusahaan teknologi yang djadwalkan bertemu dengan perwakilan Indonesia antara lain Google dan Apple.

"Yang berubah dari lawatan ini hanya Presiden yang mempercepat kepulangannya, sedangkan jadwal tidak akan berubah. Sebagai gantinya kementerian terkait yang akan menggantikan termasuk Menkominfo," ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu.

Menurut laporan laman Sekretariat Kabinet (Sektkab), saat berkunjung ke Gedung Putih itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri ESDM Sudirman Said, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Duta Besar LBPP RI untuk AS Budi Bowoleksono, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani.

(din/cas)