Sukses

Telkom Perkuat Pembangunan Fiber Optic di Timur Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom kembali memantapkan komitmennya dalam mengembangkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi ke seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, pembangunan dan pengelolaan infrastruktur fiber optic semakin ditingkatkan sampai ke wilayah timur Indonesia.

Pada 10 Mei 2015, hal tersebut telah direalisasikan lewat pembangunan infrastruktur sistem jaringan backbone broadband Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) yang langsung diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Jaringan ini menggunakan teknologi fiber optic sepanjang 8772 kilometer yang menghubungkan kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dengan adanya SMCPS, maka salah satu layanan yang disediakan Telkom, IndiHome, tentunya bisa dinikmati secara lebih luas dengan kualitas yang baik di kawasan timur Indonesia.

Dian Rachmawan, Direktur Consumer Service Telkom mengungkap, tujuan Telkom melebarkan sayapnya adalah dengan meningkatkan koneksi fiber optic sampai ke wilayah timur Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa selain mengusung teknologi fiber optic agar dapat dinikmati masyarakat, Telkom juga ingin kembali membawa telepon sebagai salah satu perangkat yang dapat mendukung kemudahan berkomunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

"Manfaat kami memperkuat pembangunan fiber optic sampai ke wilayah Indonesia adalah ingin membuat pelanggan rumahan kami merasakan manfaat sebuah kebutuhan yang diinginkan di rumah. Terlebih kebutuhan akan koneksi internet dan TV," tutur Dian.

"Nantinya, Telkom akan kembali membawa telepon sebagai salah satu perangkat praktis, dimana kami akan memberikan waktu 1000 menit gratis akses telepon ke perangkat telepon rumah, baik lokal dan interlokal," sambungnya.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan harapannya terhadap perkembangan teknologi fiber optic yang sedang diusung pada saat ini. Ia mengungkap, tahun ini setidaknya 3 juta pengguna layanan IndiHome dapat diraih. 1 juta pelanggan diharapkan dari wilayah Jabotabek.

Target tersebut juga termasuk para pelanggan yang `migrasi` dari layanan Speedy. Jumlah pelanggan Speedy pun diungkap sempat mencapai angka 3,2 juta pelanggan.

Untuk saat ini, Dian memaparkan bahwa pengguna IndiHome baru mencapai 350 ribu, yang mana telah menjangkau 160 kota di Indonesia.

Di Manokwari sendiri sudah mencapai ratusan pelanggan, dan lokasi pelanggan tertinggi berada di wilayah Jawa Timur. Terkait jumlah yang dikisarkan, ia tidak memberitahu kisaran jumlah pelanggan yang berada di Manokwari dan Jawa Timur.

(jek/isk)