Sukses

Indonesia Incar Posisi 2 Broadband Terbaik di Asia Tenggara

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan infrastruktur pendukung untuk penyediaan layanan internet terus dilakukan. Pemerintah dan operator telekomunikasi bersinergi berupaya membangun jaringan pendukung layanan internet yang mumpuni untuk masyarakat di Indonesia.

Pemerintah mempunyai target menjadikan Indonesia masuk dalam posisi kedua dalam daftar negara dengan broadband terbaik di Asia Tenggara. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memprediksi Indonesia bisa mencapai posisi runner-up di daftar negara pemilik broadband terbaik di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2019 mendatang.

"Sekarang broadband Indonesia nomor empat di ASEAN setelah Singapura, Malaysia, Thailand. Kalau kita konsisten, katakanlah 4G sampai tahun 2019, kita akan di posisi nomor dua setelah Singapura," ujar Menteri Kominfo Rudiantara di Hotel Century Atlet, Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Pemerintah sendiri mengaku tengah mempersiapkan optimalisasi jaringan seluler agar bisa dipakai untuk menggelar layanan telekomunikasi pada teknologi 4G. Rencananya, Indonesia akan memiliki layanan berbasis internet cepat itu di jaringan 9900 Mhz, 1800 Mhz, 2100 Mhz hingga 2300 Mhz.

"Frekuensi 900 Mhz kan sudah, 1800 Mhz itu tahun ini. Ada beberapa frekuensi lagi yang sedang kita siapkan migrasi ke 4G. Setelah 1800 Mhz kita akan ke 2100 Mhz yangg masih punya 10 Mhz yang belum dialokasikan. Lalu ada juga 2300 Mhz yang lebih kompleks lagi karena ada BWA yang regional 3 Mhz belum dialokasikan," tambah Rudiantara.

Lebih lanjut, menteri yang akrab disapa Chief RA itu mengungkapkan inti dari broadband di Indonesia hingga tahun 2019 itu ada dua poin. "Hingga 2019 intinya ada dua, implementasi broadband dan bagaimana mendorong industri menjadi efisien," tambah Chief RA.

Saat ini, operator telekomunikasi seluler tengah bersiap menggelar layanan 4G di 1800 Mhz. Mereka sedang mempersiapkan diri melakukan realokasi frekuensi agar pita yang dimilikinya berurutan dan lebih lebar agar lebih optimal ketika digunakan menggelar layanan 4G secara komersial kepada pelanggan.

Kemenkominfo di bawah kendali Rudiantara menargetkan bahwa layanan 4G LTE di frekuensi 1800 Mhz bisa digelar secara komersial pada tahun ini. Operator telekomunikasi berbasis seluler mengaku telah siap memenuhi target yang dipasang pemerintah terkait penyediaan layanan 4G di 1800 tersebut.

(den/dew)