Luxy, Aplikasi Kencan Khusus untuk Orang Kaya

Luxy bukan aplikasi kencan yang bisa digunakan oleh semua orang, karena hanya diperuntukkan untuk orang-orang kaya.

Diterbitkan 08 Oktober 2014, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini berbagai aplikasi kencan bisa kita temui dengan mudah di toko aplikasi seperti Google Play Store dan Apple App Store. Salah satu aplikasi kencan baru yang mendapat sorotan adalah Luxy.

Luxy bukan aplikasi kencan yang bisa digunakan oleh semua orang. Pasalnya, aplikasi ini hanya ingin yang menjadi anggotanya berasal dari kalangan orang-orang berduit. 

Dilansir CNBC, Rabu (8/10/2014), Luxy mendeskripsikan layanannya sebagai 'Tinder, minus the poor people'. Alias, layanan kencan tanpa orang-orang miskin. Tinder sendiri adalah sebuah aplikasi perjodohan atau mak comblang.

Laman aplikasi itu di iTunes mengklaim bahwa anggotanya terdiri dari Chief Executive Officer (CEO), investor, miliarder, dan model. Sejauh ini anggotanya telah mencapai 3 ribu pengguna dengan rata-rata pendapatan US$ 200 ribu atau berkisar Rp 2,4 miliar.

Juru bicara Luxy, Darren Shuster, mengatakan bahwa Luxy menerapkan kebijakan 'self-regulating' dan belum menerapkan verifikasi gaji. "Jika Anda tampil dengan mobile VW Bug berusia 20 tahun dan ingin bertemu di McDonalds, Anda tidak akan bertahan lama di Luxy," tutur Suster.

Luxy disebut-sebut sebagai aplikasi kontroversial, karena hanya mengizinkan orang-orang kaya menjadi pengguna. Alhasil, identitas sang CEO pun dirahasiakan.

"Dengan semakin meningkatnya kencan digital, sudah waktunya seseorang memperkenalkan filter untuk menyaring bakal calon berpenghasilan rendah." tulis CEO Luxy di keterangan resminya.