:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2734085/original/060409000_1550678627-Menteri-Keuangan7.jpg)
- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Informasi Umum
- Tentang BLBIBantuan Likuiditas Bank Indonesia atau disingkat menjadi BLBI adalah skema bantuan (pinjaman) yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada saat terjadinya krisis moneter 1998 di Indonesia. Skema ini dilakukan berdasarkan perjanjian Indonesia dengan IMF dalam mengatasi masalah krisis.
Topik Terkait
Asal Usul Utang BLBI
Bermula sejak krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada 1997 kemudian berlanjut ke tahun 1998 hingga 1999. Krisis ini mengenai perbankan. Banyak perbankan mengalami kesulitan yang pada saat itu Pemerintah dipaksa untuk melakukan blanket guarantee. Karena itulah, Bank Indonesia akhirnya melakukan apa yang disebut bantuan likuiditas kepada bank yang mengalami kesulitan. Bantuan likuiditas itu dibiayai dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah dan sampai sekarang masih dipegang Bank Indonesia. Hingga saat ini, utang tersebut yang bernilai Rp 110,45 triliun belum terbayarkan.
Strategi Pemerintah Tagih Utang BLBI
Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengejar utang atas kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 110,45 triliun. Adapun strategi ini dimulai dari langkah persuasif hingga pemblokiran akses ke lembaga keuangan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan langkah ekstra dan menerapkan asas profesionalitas untuk menghargai para obligor. Bahkan saat ini tim berupaya menghubungi para obligor untuk memenuhi kewajiban mereka.
Adapun tim yang terlibat seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung yang bertugas melakukan pelacakan, penagihan serta berbagai mitigasi.
“Langkah ekstra sudah pasti disiapkan. Kita berharap agar semua melakukan niat baik. Jika utangnya besar sekali tapi bayarnya hanya Rp 1 miliar ya mungkin kita akan lihat juga, kita tetap menghargai misalnya ada obligor atau putra-putrinya datang ke kita,” ujarnya usai pelantikan tim satuan tugas BLBI secara virtual, Jumat (4/6).
Bendahara Negara itu melanjutkan langkah lainnya melalui kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar akses ke lembaga keuangan ditutup.
"Kalau itu belum, maka kita kerja sama dengan BI dan OJK agar akses mereka ke lembaga keuangan akan ada pemblokiran," ucapnya.
Sebab Utang BLBI Tak Kunjung Kelar
Penyelesaian kasus penagihan utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) masih terus menggantung hingga saat ini. Pengusutan kasus BLBI kerap maju-mundur sejak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kerugian negara mencapai Rp 138 triliun pada Agustus 2000.
Ekonom sekaligus Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menilai penyelesaian yang lambat ini terjadi karena adanya unsur oligarki kekuasaan.
"Yang terlibat dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) adalah para konglomerat yang sangat erat hubungannya dengan pemegang kekuasaan khususnya di masa lalu. Butuh keberanian besar untuk membongkar semua ini," ujarnya kepada Liputan6.com, Jumat (27/8/2021).
Jika pemerintah saat ini berhasil menarik utang BLBI, Piter mengatakan itu akan berimplikasi baik untuk kehidupan bernegara, khususnya bagi pendanaan anggaran yang kini tertatih di masa pandemi Covid-19.
Tak hanya ekonomi, penarikan utang BLBI pun disebutnya akan membuat sistem perpolitikan nasional jadi lebih sehat.
"Dari sisi ekonomi, pemerintah bisa mendapatkan dana tambahan untuk memperkuat APBN. Pemerintah ada tambahan dana untuk menstimulus perekonomian," sebut dia.
"Sementara disisi perekonomian sendiri akan lebih baik karena tidak ada lagi permasalahan. Semua pelaku ekonomi tidak ada lagi beban untuk melakukan aktivitas ekonomi," tutur Piter.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3580569/original/006333800_1632368005-1280X720__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/864862/original/080532300_1430307989-Tommy-Soeharto-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/778312/original/018030000_1418195564-z3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2321405/original/055301900_1533609605-153360960487976ilustrasi-sidang-blbi-ilustrasi-dwiangga-perwira-kriminologi-id-1531982987.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1142924/original/071022500_1455549344-20160215--Pelayanan-Pajak-Kendaraan-Bermotor-Jakarta-Helmi-Afandi-08.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3553132/original/086694700_1630054087-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3260951/original/037522000_1602089611-Sri-Mulyani-Indrawati-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3424642/original/086756200_1617969698-20210409-Mahasiswa_Tolak_Penerbitan_SP3_Kasus_BLBI-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/727805/original/025146400_1409050014-kpk_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3597846/original/088343200_1633848468-Satgas_BLBI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3424638/original/059094200_1617969697-20210409-Mahasiswa_Tolak_Penerbitan_SP3_Kasus_BLBI-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3580255/original/080642400_1632323246-utang_blbi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3424639/original/092068000_1617969697-20210409-Mahasiswa_Tolak_Penerbitan_SP3_Kasus_BLBI-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3640332/original/061143700_1637559170-Satgas_BLBI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/652028/original/Tutut-Kembali-Bantu-Golkar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3086444/original/051209800_1585234309-100055564_m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3424643/original/023152400_1617969699-20210409-Mahasiswa_Tolak_Penerbitan_SP3_Kasus_BLBI-6.jpg)