Sukses

Bom Madinah terjadi pada Selasa, 5 Juli 2016 menewaskan empat orang

Informasi Peristiwa

  • LokasiArea Masjid Nabawi, Madinah
  • NegaraArab Saudi
  • Tanggal5 Juli 2016
  • Jenis PeristiwaSerangan Teror

Serangan Teror

  • PelakuAbdullah Qalsar Khan (WN Pakistan)
  • Korban4 tewas
  • SenjataBom bunuh diri

Berita Terkini

Lihat Semua
Topik Terkait

    Bom Madinah merupakan serangan bom bunuh diri yang terjadi pada 5 Juli 2016. Bom ini mengancam Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Empat orang tewas akibat serangan teror ini. 

    Tiga Ledakan di Arab Saudi

    Gelombang bom bunuh diri menghantam 3 kota di Arab Saudi dalam kurun waktu 24 jam.

    Serangan itu terjadi setelah aksi teror di Istanbul, Dhaka, dan Baghdad. 3 teror di kota itu diklaim dilakukan oleh ISIS. Para ahli anti-teror percaya, serangan Arab Saudi pun dilakukan oleh kelompok yang sama.

    Serangan pertama terjadi di pagi hari di dekat konsulat Amerika Serikat (AS) di Jeddah. Bomber bunuh diri tewas setelah meledakkan dirinya. 2 orang polisi terluka.

    Serangan kedua, terjadi di Kota Qatif yang dikenal sebagai pusat bisnis. Bomber bunuh diri mencoba meluncurkan aksi terornya di masjid Syiah. Namun gagal. Ia tewas berkeping-keping. Tak ada yang terluka dalam peristiwa itu.

    Serangan ketiga, yang paling mematikan, terjadi di Madinah. Ada 4 orang meninggal dunia, sementara satu orang terluka. Madinah adalah kota penting kedua bagi umat Islam setelah Mekkah. 

    Dunia Kutuk Serangan Teror Madinah

    Peristiwa itu mengagetkan masyarakat internasional. Umat muslim di seluruh dunia mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut.

    Kepala negara, para politikus, kelompok dan aktivis, bahkan kaum militan mengekspresikan kemarahannya.

    Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan, tiga serangan bom yang terjadi dalam waktu 24 jam di negaranya sebagai tindakan tercela yang tidak menghormati kesucian tempat, waktu Ramadan, dan nyawa orang-orang yang tidak bersalah".

    Sementara, itu Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengutuk aksi teror tersebut dan meminta semua umat Muslim bersatu.

    "Tak ada lagi garis merah yang tersisa untuk diseberangi para teroris. Sunni, Syiah, keduanya akan terus jadi korban kecuali kita bersatu.#Medina," tulis dia