Sukses

Ayah Wali Kota Eri Cahyadi Wafat, Tinggalkan Pesan Menyentuh

 

Liputan6.com, Surabaya - Warga Surabaya berduka. Ayahanda Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yaitu Urip Suwondo tutup usia pada  Minggu (22/1/2023). 

Karangan bunga tampak berjajar di halaman rumah orang tua Wali Kota Eri. Beberapa pejabat publik tampak hadir, satu persatu mengucapkan belasungkawa kepada keluarga besar Wali Kota Eri dan berdoa bersama.

Di rumah duka, hadir Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansah, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pejabat di lingkup pemkot. Para tamu yang hadir di rumah duka, turut mengiringi jenazah Ayahanda Wali Kota Eri ke masjid Baitussalam hingga ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tembok Gede. 

"Mohon doanya, semoga amal dan ibadah Abah saya diterima Allah SWT,” ucap Eri saat di pemakaman ayahnya, Minggu (22/1/2023).

Eri Cahyadi tak mampu membendung air mata. Sepintas ia teringat nasihat almarhum ayahandanya, saat sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota. Kala itu, ia mendapatkan nasihat, jangan sampai salah dalam mengambil sebuah kebijakan setelah terpilih sebagai wali kota. 

“Ketika saya maju pertama kali menjadi wali kota, Abah dan Umi saya selalu mengatakan, ambil kebijakanmu jangan hanya untuk kebaikan warga Surabaya, tapi juga untuk menerangi makam Abah dan Umi ketika meninggal. Dan hari ini Abah saya meninggal, saya nyuwun tulung (minta tolong) doanya kepada warga Surabaya,” katanya, sembari menyeka air matanya. 

Di pemakaman Tembok Gede, Wali Kota Eri turut didampingi oleh keluarga serta rekan kerjanya. Bahkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut hadir dan mendampingi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Sakit Jantung

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu tak lupa menyampaikan kepada warga Surabaya, untuk menegur dirinya ketika salah dalam melangka atau mengambil sebuah kebijakan. Cak Eri tak ingin, kebijakan yang ia terapkan itu salah, sehingga membuat Ayahnya tak tenang di alam kubur.

“Mohon doanya, koreksi dan tegur saya, agar setiap langkah dan kebijakan yang saya terapkan nanti bisa menerangi makam abah,” harapnya. 

Cak Eri menambahkan, ayahnya sempat mengalami sakit jantung pada 2018 lalu. Seiring bergulirnya waktu, penyakit yang dialami Urip Suwondo berangsur pulih dan sempat mengalami drop pada saat pandemi lalu. Hingga akhirnya, di usia yang ke 77 Urip Suwondo wafat dalam keadaan tenang saat di kediamannya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS