Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap sejumlah catatan evaluasi penyelenggaraan puncak ibadah haji 2026. Apa saja?
Jumlah armada bus shalawat nantinya akan menurun seiring pergerakan jemaah haji Indonesia di Makkah.
Megapolitan 01 Jun 2026 11:26 Fase pertama kepulangan jemaah haji ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta diawali pada hari ini, Senin 1 Juni 2026, di dua debarkasi.
Peristiwa 01 Jun 2026 09:11 Hari ini, Senin, 1 Juni 2026, fase kepulangan jemaah haji tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi, bakal dimulai di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Sebelum kembali ke Makkah, jemaah Nafar Tsani terlebih dahulu melaksanakan lontar tiga jumrah
Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib ditunaikan
Sebanyak 132.568 jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Awal mulai bergerak meninggalkan Mina menuju Makkah secara bertahap.
Peristiwa 30 Mei 2026 10:03 Jemaah haji Indonesia memuji dan mengevaluasi pelayanan selama puncak haji 2026.
Peristiwa 30 Mei 2026 07:22 Proses pemulangan jemaah haji disebut akan mengikuti jadwal keberangkatan kloter dari Indonesia.
Sosok sang ibu dikenangnya sebagai pekerja keras yang terus berjuang demi keluarga hingga jatuh sakit.
Imbauan Menhaj disampaikan menyusul padatnya pergerakan jemaah selama fase puncak haji.
Umat Muslim dari berbagai negara kembali melakukan ritual lempar jumrah sebagai rukun wajib ibadah haji. Ini merupakan lontar jumrah kedua merujuk pada lemparan di hari Tasyrik (11 Zulhijah). Pelaksanaannya dilakukan setelah lemparan Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah. Jemaah melontar tiga jumrah secara berurutan (Ula, Wustha, dan Aqabah), masing-masing sebanyak 7 kali lemparan. Lontar jumrah berupa melempar batu kerikil ke tiga tiang (jamarat) di kawasan Mina, Arab Saudi. Ritual ini dilakukan sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan, meneladani tindakan Nabi Ibrahim AS. Lemparan dilakukan satu per satu (tidak boleh langsung melempar 7 kerikil secara bersamaan).
Seluruh proses pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina berjalan cepat dan lancar.
Mobilitas jemaah selama fase Mina sangat tinggi karena mereka harus berjalan kaki menuju lokasi lempar jumrah dengan jarak yang cukup jauh.
Kementerian Haji dan Umrah menerbitkan jadwal resmi lontar jumrah bagi jemaah Indonesia.
Oto News 27 Mei 2026 18:11 Seorang biker, yang juga petualang asal Makassar, Sulawesi Selatan, Anshar kembali melanjutkan touring jarak jauhnya
Jutaan jemaah haji dari berbagai negara memadati kawasan Jamarat di Mina, Arab Saudi, Rabu 27 Mei 2026. Mereka akan melaksanakan ritual lempar jumrah sebagai bagian dari puncak ibadah haji. Prosesi ini dilaksanakan setelah jemaah selesai menjalani wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Melempar jumrah merupakan momen di mana jemaah haji melontarkan batu kerikil ke arah tiga pilar atau dinding batu (Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah) sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan. Melempar jumrah menyimbolkan penolakan terhadap godaan setan dan meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS. Melempar jumrah dilakukan pertama kali pada tanggal 10 Dzulhijjah, di mana jemaah melontarkan sebanyak tujuh kali lemparan. Dilanjutkan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), dengan jumlah lemparan tujuh kali pada masing-masing pilar.
Usai melaksanakan salat, umat Muslim melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Penyembelihan hewan kurban, salah satunya di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, dilaksanakan pada Rabu 27 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan wujud kepatuhan kepada Allah SWT dan bertujuan untuk mempererat kepedulian sosial dengan membagikan daging kepada yang berhak menerima. Sebagai informasi, penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H (27 Mei 2026) dilaksanakan segera setelah salat Idul Adha selesai dan dapat dilanjutkan selama tiga hari di waktu Tasyrīq (11, 12, dan 13 Zulhijah) sebelum matahari terbenam. Setelah proses penyembelihan selesai, daging hewan kurban segera dikemas didistribusikan kepada mereka yang berhak. Sebagaimana diketahui, Idul Adha atau Hari Raya Kurban menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk selalu bersyukur, berbagi, dan merenungkan nilai-nilai keikhlasan serta pengorbanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di berbagai daerah di Indonesia berlangsung khidmat dan tertib. Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan bahwa 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu 27 Mei 2026. Ribuan jemaah memadati kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Di Surabaya, Jawa Timur, umat Muslim sejak pagi hari berdatangan memadati balai kota untuk melaksanakan salat Idul Adha. Begitu pula di pulau Bali, umat Muslim memadati salah satu lapangan yang ada di kota Denpasar. Pelaksanaan salat berlangsung khidmat dan penuh haru.
Peristiwa 27 Mei 2026 02:01 Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga dan pemerintah daerah setempat.