16 Lagu yang Menjadi Ikonik karena Bagian Musiknya, Bukan Hanya Lirik

16 lagu ikonik yang dikenal lewat intro, riff gitar, dan irama musiknya, dari karya Indonesia hingga mancanegara.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 16:21 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lagu biasanya dikenal melalui bagian yang ikonik, mulai dari intro, melodi, hingga ketukan drum yang mudah diingat dan membuat pendengar spontan mengikuti iramanya. Bahkan, ada lagu yang tetap bisa dikenali hanya dari beberapa detik pertama, sebelum penyanyinya mulai melantunkan lirik.

Hal ini terlihat dalam berbagai genre musik, mulai dari pop, rock, religi, hingga lagu yang digunakan untuk mengiringi tarian. Setiap lagu memiliki bagian yang melekat dalam ingatan pendengar, baik berupa petikan gitar, dentuman drum, permainan alat musik, maupun pola irama yang kerap terdengar di berbagai kesempatan.

Sejumlah lagu dari musisi Indonesia dan mancanegara berikut dikenal karena bagian musiknya yang menjadi ikonik. Lantas lagu apa saja itu? Untuk mengetahuinya, simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Jumat (16/10).

1. Haddad Alwi dan Vita – Rindu Muhammadku

Rindu Muhammadku merupakan lagu religi yang dibawakan Haddad Alwi bersama Vita. Lagu ini memadukan vokal dengan iringan musik yang mendukung penyampaian pesan tentang kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Karya tersebut dikenal di kalangan pendengar musik religi Indonesia dan kerap dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, termasuk acara yang melibatkan anak-anak dan keluarga.

Bagian yang mudah dikenali dari lagu ini adalah melodi pembukanya serta perpaduan suara kedua penyanyi. Iringan musik membantu pendengar mengikuti alur lagu sejak awal hingga bagian vokal berkembang. Melodi tersebut menjadi pengantar bagi pesan yang disampaikan melalui nyanyian.

Daya ingat lagu ini berkaitan dengan perpaduan melodi dan tema yang dekat dengan kehidupan umat Islam. Pendengar dapat mengingat lagu melalui alur musiknya, bahkan sebelum menyimak seluruh lirik. Penggunaan lagu dalam berbagai kegiatan keagamaan juga membantu memperkenalkannya kepada pendengar dari generasi berbeda.

2. Celine Dion – My Heart Will Go On

My Heart Will Go On merupakan lagu pop yang dibawakan Celine Dion dan dikenal sebagai lagu tema film Titanic yang dirilis pada 1997. Lagu ini memadukan vokal dengan iringan yang berkembang mengikuti alur nyanyian. Hubungannya dengan film tersebut membuat lagu ini dikenal oleh penonton dari berbagai negara dan menjadi bagian dari ingatan mereka terhadap kisah Jack dan Rose.

Bagian musik yang mudah dikenali muncul sejak intro, ketika melodi alat musik tiup mengawali lagu sebelum vokal masuk. Melodi tersebut kemudian berkembang bersama iringan musik yang mengiringi bagian-bagian berikutnya. Pendengar dapat mengenalinya hanya melalui beberapa nada pembuka tanpa perlu menunggu Celine Dion mulai bernyanyi.

Intro tersebut berperan dalam membangun hubungan antara lagu dan cerita film. Melodi pembuka membantu pendengar mengingat suasana yang berkaitan dengan perjalanan tokoh-tokoh dalam Titanic. Ketika lagu diputar di luar konteks film, bagian musiknya tetap dapat mengingatkan pendengar pada kisah tersebut dan menjelaskan mengapa lagu ini terus dikenal.

3. Michael Jackson – Beat It

Beat It merupakan lagu Michael Jackson dari album Thriller yang dirilis pada 1982. Lagu ini memadukan musik pop dan rock dengan iringan gitar, drum, serta vokal yang mengikuti perubahan irama. Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan musik Michael Jackson yang dikenal melalui perpaduan nyanyian, gerakan tari, dan penampilan panggung.

Bagian musik yang paling mudah dikenali antara lain riff gitar pada pembukaan dan permainan gitar Eddie Van Halen. Riff tersebut menjadi pengantar sebelum vokal masuk, sedangkan permainan gitar di bagian tengah memberi warna pada keseluruhan lagu. Perpaduan unsur tersebut membuat Beat It tetap bisa dikenali meskipun diputar tanpa video musiknya.

Kekuatan bagian musik Beat It terletak pada hubungan antara riff gitar, ketukan drum, dan alur vokal. Setiap unsur memiliki peran dalam membentuk identitas lagu. Perpaduan pop dan rock juga membuat karya ini menjangkau pendengar dari latar musik berbeda, sementara bagian gitarnya kerap menjadi rujukan ketika orang membicarakan ciri musik lagu tersebut.

4. Judas Priest – Painkiller

Painkiller merupakan lagu heavy metal dari Judas Priest yang dirilis pada 1990 melalui album dengan judul yang sama. Lagu ini menampilkan permainan gitar, drum, dan vokal Rob Halford yang menjadi bagian dari identitas band asal Inggris tersebut. Komposisinya membawa pendengar langsung ke iringan musik tanpa pembukaan vokal yang panjang.

Bagian yang menjadi penanda lagu ini adalah intro drum Scott Travis, yang kemudian diikuti permainan gitar dengan tempo tinggi. Pola drum pada awal lagu terdengar seperti suara rentetan tembakan cepat sebelum gitar mengambil peran dalam membangun alur musik. Pendengar yang mengenal heavy metal dapat mengenali lagu ini melalui bagian pembukanya.

Intro tersebut menjadi unsur yang membedakan Painkiller dari lagu lain dalam genre yang sama. Hubungan antara drum dan gitar juga membuat pembukaan Painkiller kerap dibicarakan ketika penggemar musik membahas permainan instrumen dalam musik heavy metal.

5. Opick – Tombo Ati

Tombo Ati merupakan lagu religi yang dipopulerkan Opick dan berakar pada tembang Jawa yang memuat ajaran tentang cara menata kehidupan batin. Lagu ini menggabungkan unsur musik religi dengan melodi yang membawa pendengar pada pesan mengenai ibadah, pengendalian diri, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Karya tersebut dikenal melalui penyampaian pesan keagamaan dalam bentuk nyanyian.

Bagian yang mudah dikenali terdapat pada melodi pembuka dan pola iringan yang mengantar vokal. Musiknya memberikan ruang bagi pendengar untuk mengikuti pesan yang disampaikan secara bertahap. Pengulangan melodi membantu membentuk alur lagu sehingga pendengar dapat mengenali karya ini tanpa harus mendengar seluruh bagian nyanyiannya.

Tombo Ati dikenal karena hubungan antara musik dan pesan yang dibawakan. Melodinya membantu pendengar mengingat isi tembang yang berisi tuntunan kehidupan. Lagu ini juga sering dikaitkan dengan suasana Ramadan dan kegiatan keagamaan. Perpaduan tersebut membuat Tombo Ati memiliki identitas yang tidak hanya bertumpu pada lirik, tetapi juga pada alur musiknya.

6. Guns N' Roses – Sweet Child O' Mine

Sweet Child O' Mine merupakan lagu rock dari Guns N' Roses yang dirilis dalam album Appetite for Destruction pada 1987. Lagu ini dikenal melalui perpaduan vokal Axl Rose, permainan gitar Slash, serta iringan band yang menggabungkan melodi dan ritme rock. Karya tersebut menjadi salah satu lagu yang kerap dikaitkan dengan perjalanan musik Guns N' Roses.

Bagian musik yang paling mudah dikenali adalah riff gitar pembuka yang dimainkan Slash. Pola nada tersebut muncul sebelum vokal masuk dan terus menjadi unsur yang mengikat bagian-bagian lagu. Petikan gitar itu dapat dikenali melalui urutan nadanya, bahkan ketika lagu diputar dalam potongan pendek tanpa bagian vokal.

Riff pembuka tersebut memberi Sweet Child O' Mine identitas musikal yang melekat pada pendengar. Pola gitar yang diulang membantu orang mengingat lagu melalui suara instrumennya. Permainan gitar juga menjadi bagian yang sering dibawakan ulang oleh pemain musik, sehingga pengenalan terhadap lagu ini tidak terbatas pada pendengar yang menghafal liriknya.

7. Kla Project – Yogyakarta

Yogyakarta merupakan lagu dari Kla Project yang dikenal melalui penggambaran kota Yogyakarta dan kenangan yang berkaitan dengan tempat tersebut. Lagu pop ini memadukan vokal, gitar, dan iringan musik yang mengikuti alur cerita. Karya tersebut kerap dikaitkan dengan pengalaman perjalanan, perpisahan, serta ingatan seseorang terhadap kota yang pernah dikunjunginya.

Bagian musik yang mudah dikenali terdapat pada intro gitar dan melodi yang mengantar vokal. Susunan nada pembuka itu memberi tanda pengenal sebelum cerita dalam lirik mulai berkembang. Perpaduan instrumen dan vokal kemudian menjaga alur lagu, sehingga pendengar dapat mengikuti perpindahan bagian tanpa kehilangan ciri musiknya.

Lagu Yogyakarta melekat dalam ingatan pendengar karena musiknya berjalan bersama gambaran tempat dan pengalaman yang diceritakan. Melodi pembuka membantu orang mengenali lagu, sedangkan keterkaitannya dengan kota Yogyakarta memperluas makna bagi pendengar yang memiliki kenangan di sana. Hal ini membuat lagu tersebut kerap hadir dalam percakapan tentang musik Indonesia dan lagu bertema kota.

8. Teriyaki Boyz – Tokyo Drift

Tokyo Drift merupakan lagu hip-hop dari Teriyaki Boyz yang dikenal sebagai bagian dari film The Fast and the Furious: Tokyo Drift pada 2006. Lagu ini menggabungkan rap dengan iringan elektronik dan pola musik yang mendukung adegan berkendara dalam film. Keterkaitannya dengan dunia otomotif dan budaya pop membuat lagu tersebut dikenal di luar kalangan pendengar hip-hop.

Bagian musik yang menjadi ciri khasnya adalah intro dengan pola suara elektronik yang segera disusul irama utama. Susunan tersebut membangun identitas lagu sebelum rap dimulai. Musiknya juga digunakan dalam berbagai video yang menampilkan mobil, sehingga banyak orang mengenali Tokyo Drift melalui intro dan irama yang mengiringi adegan berkendara.

Bagian pembuka itu membantu lagu tetap dikenali ketika digunakan dalam konteks yang berbeda dari filmnya. Irama dan pola suara yang berulang memudahkan pendengar mengingat lagu melalui potongan singkat. Penggunaan musik ini dalam video otomotif dan budaya internet turut memperluas jangkauannya, termasuk kepada orang yang belum pernah menonton film tersebut.

9. Deep Purple – Smoke On The Water

Smoke On The Water merupakan lagu rock dari Deep Purple yang dirilis pada 1972 melalui album Machine Head. Lagu ini dikenal melalui permainan gitar Ritchie Blackmore dan iringan band yang menggambarkan kebakaran di Montreux, Swiss, pada 1971. Karya tersebut juga kerap dibicarakan dalam pembelajaran gitar karena riff pembukanya menjadi salah satu pola yang sering dipelajari pemula.

Bagian musik yang paling mudah dikenali adalah riff gitar pada awal lagu. Urutan nada tersebut dimainkan sebelum vokal masuk dan kembali hadir sepanjang lagu. Pola gitar itu memiliki susunan yang mudah diingat, sehingga pendengar dapat mengenali Smoke On The Water hanya melalui beberapa detik pertama.

Riff pembuka tersebut berperan besar dalam memperkenalkan lagu kepada generasi pemain gitar. Banyak orang mempelajari pola itu sebagai bagian dari latihan dasar, sehingga lagu ini terus dikenal melalui praktik bermusik. Identitasnya tidak bergantung pada lirik karena urutan nada pembuka sudah cukup untuk menghubungkan pendengar dengan karya Deep Purple tersebut.

10. Peterpan – Ada Apa Denganmu

Ada Apa Denganmu merupakan lagu pop rock dari Peterpan yang dirilis pada awal 2000-an. Lagu ini dikenal melalui vokal Ariel, permainan gitar, dan susunan musik yang mengiringi cerita mengenai hubungan antarmanusia. Karya tersebut menjadi bagian dari periode ketika lagu-lagu Peterpan banyak diputar melalui radio, televisi, dan berbagai pertunjukan musik di Indonesia.

Bagian musik yang mudah dikenali adalah intro gitar yang mengawali lagu sebelum vokal masuk. Pola petikan dan iringan band kemudian berkembang mengikuti alur nyanyian. Pembukaan tersebut menjadi tanda pengenal yang dapat diingat pendengar, terutama mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu Peterpan pada masa perilisannya.

Ada Apa Denganmu tetap mudah dikenali karena intro gitar dan alur musiknya sering terdengar dalam berbagai kesempatan. Pendengar dapat mengingat lagu melalui bagian pembuka tanpa harus menghafal keseluruhan lirik. Peredaran lagu melalui radio, album, dan penampilan panggung juga memperkuat hubungan antara pola musik tersebut dan nama Peterpan.

11. Rhoma Irama – Judi

Judi merupakan lagu dangdut yang dibawakan Rhoma Irama dengan pesan mengenai risiko perjudian. Lagu ini menggabungkan vokal dengan iringan musik dangdut yang menjadi bagian dari ciri karya Rhoma Irama. Selain berfungsi sebagai hiburan, lagu tersebut menyampaikan peringatan melalui cerita yang mudah dipahami pendengar dari berbagai latar belakang.

Bagian musik yang menjadi penanda lagu ini adalah pola iringan dangdut yang mengantar vokal dan menjaga gerak lagu. Permainan gitar serta ritme pengiring membentuk alur yang mudah diikuti. Unsur musik tersebut membantu pendengar mengenali karya ini, sementara penyampaian vokal membawa pesan yang menjadi inti lagu.

Judi dikenal melalui perpaduan musik dan pesan sosial yang disampaikan Rhoma Irama. Iringan dangdut membuat lagu dapat dinikmati sebagai hiburan, sedangkan tema yang dibahas memberi ruang untuk memahami dampak perjudian. Hubungan kedua unsur tersebut membuat lagu ini diingat bukan semata-mata karena liriknya, melainkan juga melalui pola musik yang menyertainya.

12. Kangen Band – Tentang Aku, Kau dan Dia

Tentang Aku, Kau dan Dia merupakan lagu pop Melayu dari Kangen Band yang dikenal luas pada era 2000-an. Lagu ini memadukan vokal Andika dengan permainan gitar dan iringan band yang mengikuti cerita tentang hubungan serta perasaan seseorang. Karya tersebut menjadi bagian dari perkembangan musik pop Melayu yang banyak diputar di radio dan televisi Indonesia.

Bagian musik yang mudah dikenali terdapat pada intro gitar dan alur iringan yang mengantar vokal. Pola nada pembuka memberi tanda pengenal sebelum cerita lagu dimulai. Perubahan iringan sepanjang lagu juga membantu membentuk alur yang membuat pendengar dapat mengikuti bagian demi bagian tanpa kehilangan ciri musiknya.

Lagu ini diingat melalui gabungan intro gitar, gaya vokal, dan pola musik pop Melayu. Ketika lagu diputar kembali, pendengar yang mengenalnya dapat menghubungkan bagian pembuka dengan nama Kangen Band. Penyebaran melalui media pada masa perilisannya ikut membantu membentuk ingatan bersama, terutama bagi pendengar yang mengikuti musik Indonesia pada periode tersebut.

13. Wali – Yank

Yank merupakan lagu pop Melayu dari Wali yang dikenal melalui cerita hubungan pasangan dan gaya penyampaian vokalnya. Lagu ini memadukan permainan gitar, iringan band, serta unsur musik yang mengikuti alur nyanyian. Karya tersebut menjadi bagian dari lagu-lagu Wali yang banyak dikenal melalui radio, televisi, dan penampilan panggung.

Bagian yang menjadi penanda lagu ini adalah intro gitar dan pola iringan yang mengawali vokal. Musik kemudian mengikuti alur nyanyian dengan perubahan pada bagian-bagian tertentu. Pendengar dapat mengenali lagu melalui pembukaannya, bahkan sebelum lirik mulai terdengar, karena susunan nada itu berkaitan erat dengan identitas lagu.

Yank dikenal melalui perpaduan musik dan gaya vokal yang menjadi ciri Wali. Intro gitar membantu pendengar mengingat lagu, sedangkan pola iringan menjaga hubungan antara bagian pembuka dan nyanyian. Lagu ini juga kerap dikaitkan dengan periode ketika musik pop Melayu mendapat perhatian luas, sehingga pengenalannya menyebar melalui berbagai saluran hiburan.

14. Billie Eilish – Bad Guy

Bad Guy merupakan lagu pop dari Billie Eilish yang dirilis pada 2019 melalui album When We All Fall Asleep, Where Do We Go?. Lagu ini memadukan vokal Billie Eilish dengan iringan elektronik, suara bass, dan pola ritme yang berbeda dari susunan pop yang umum terdengar. Karya tersebut menjadi salah satu lagu yang memperkenalkan gaya musiknya kepada pendengar di berbagai negara.

Bagian musik yang mudah dikenali adalah pola bass dan ketukan yang muncul sejak awal lagu. Iringan tersebut memberi ruang bagi vokal untuk masuk tanpa pembukaan instrumental yang panjang. Perubahan pola musik pada bagian akhir juga menjadi salah satu unsur yang membedakan Bad Guy dari bagian-bagian sebelumnya.

Lagu ini mudah dikenali karena pola bass, ketukan, dan cara vokal ditempatkan dalam susunan musik. Bagian-bagian tersebut membentuk identitas yang dapat diingat meskipun pendengar hanya mendengarkan potongan pendek. Penggunaan lagu dalam video, media sosial, dan berbagai konten digital juga membantu memperkenalkan pola musiknya kepada orang yang mungkin tidak mengikuti album Billie Eilish.

15. My Chemical Romance – Welcome To The Black Parade

Welcome To The Black Parade merupakan lagu rock dari My Chemical Romance yang dirilis pada 2006 dalam album The Black Parade. Lagu ini memadukan unsur rock dengan piano, gitar, drum, dan vokal Gerard Way. Susunan musiknya membawa pendengar melalui beberapa perubahan bagian, sehingga lagu tersebut memiliki alur yang berkembang sejak pembukaan hingga akhir.

Bagian yang paling mudah dikenali adalah intro piano yang kemudian berkembang menjadi iringan band. Melodi pembuka memberikan ruang bagi lagu untuk membangun alur sebelum gitar dan drum mengambil peran lebih besar. Perubahan dari piano menuju musik rock menjadi salah satu penanda yang membuat lagu ini mudah dibedakan dari karya lain.

Perpindahan dari piano ke iringan band membantu Welcome To The Black Parade membentuk identitas yang melekat pada pendengar. Bagian pembuka juga kerap digunakan untuk memperkenalkan lagu dalam pertunjukan atau konten musik. Perpaduan piano, gitar, dan vokal membuat pendengar dapat mengingat lagu melalui susunan musiknya, bukan hanya melalui pesan dalam lirik.

16. Yopie Latul – Poco-Poco

Poco-Poco merupakan lagu yang dipopulerkan Yopie Latul dan dikenal luas melalui penggunaannya sebagai pengiring tarian bersama. Lagu ini memadukan unsur pop dengan irama yang mengajak pendengar bergerak mengikuti ketukan. Dalam berbagai kegiatan masyarakat, Poco-Poco digunakan untuk senam, acara pertemuan, dan kegiatan kelompok yang melibatkan banyak orang.

Bagian musik yang menjadi penanda lagu ini adalah irama pengiring yang berulang dan mudah diikuti. Ketukan tersebut membantu peserta menyesuaikan gerakan dengan alur lagu. Pola musiknya membuat Poco-Poco dapat digunakan untuk aktivitas bersama tanpa mengharuskan semua peserta menghafal lirik terlebih dahulu.

Poco-Poco dikenal bukan hanya sebagai lagu, tetapi juga sebagai pengiring tarian yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Irama yang mudah diikuti membantu orang menghubungkan musik dengan gerakan tertentu. Penggunaan dalam kegiatan kelompok memperluas pengenalannya, sehingga banyak pendengar dapat mengenali lagu ini melalui ketukan dan pola iramanya meskipun tidak mengingat semua bagian nyanyian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar 

1. Mengapa bagian musik lagu bisa lebih mudah diingat daripada liriknya?

Bagian musik seperti intro, riff gitar, atau pola ketukan dapat dikenali melalui urutan suara yang berulang. Pendengar tidak perlu menghafal kata-kata untuk mengetahui lagu yang sedang diputar.

2. Apa yang dimaksud dengan intro dalam lagu?

Intro adalah bagian pembuka lagu yang biasanya muncul sebelum vokal utama. Intro dapat berupa permainan alat musik, melodi, atau gabungan beberapa unsur musik yang membantu memperkenalkan identitas lagu.

3. Apa yang membuat riff gitar mudah dikenali?

Riff gitar merupakan pola nada yang dimainkan berulang atau menjadi bagian penting dalam lagu. Susunan nada yang mudah diingat dapat membantu pendengar mengenali sebuah lagu hanya dari beberapa detik permainan gitar.

4. Apakah lagu bisa dikenal tanpa mendengarkan liriknya?

Ya. Lagu dapat dikenali melalui melodi, irama, intro, permainan alat musik, atau pola suara yang menjadi cirinya. Beberapa lagu bahkan langsung dikenali melalui bagian instrumental sebelum vokal mulai terdengar.

5. Mengapa intro lagu sering digunakan dalam video atau media sosial?

Intro dapat membantu orang mengenali lagu dalam waktu singkat. Bagian pembuka yang sudah dikenal pendengar juga dapat menghubungkan video dengan lagu tertentu, meskipun potongan musik yang digunakan hanya berlangsung beberapa detik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6