11 Lagu Lawas yang Kembali Populer setelah Digunakan dalam Film atau Serial, Ada yang Tembus Puncak Tangga Lagu

11 lagu lawas kembali populer setelah muncul di film dan serial hits, dari Stranger Things hingga Na Willa.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 15:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah mendengar lagu lama yang tiba-tiba sering muncul di media sosial, padahal kamu bahkan belum lahir ketika lagu tersebut pertama kali dirilis? Fenomena seperti ini cukup menarik karena sebuah lagu bisa kembali mencuri perhatian setelah digunakan dalam film atau serial populer, bahkan puluhan tahun setelah masa kejayaannya berlalu. Adegan yang ikonis, cerita yang menyentuh, atau koreografi yang viral terkadang membuat penonton penasaran dan mencari tahu judul lagu yang mereka dengar.

Menariknya, tren ini tidak hanya terjadi pada lagu-lagu pop Barat, tetapi juga musik rock, heavy metal, hingga tembang lawas Indonesia. Contohnya bisa dilihat dari “Running Up That Hill” milik Kate Bush yang kembali menduduki puncak tangga lagu Inggris setelah muncul dalam Stranger Things, serta “Oh Hesty” milik Lilis Suryani yang kembali mendapat sorotan setelah digunakan dalam film Indonesia Na Willa. Berikut sejumlah lagu lawas yang kembali populer setelah digunakan dalam film atau serial.

1. Running Up That Hill — Kate Bush (Stranger Things, 2022)

“Running Up That Hill (A Deal with God)” merupakan lagu Kate Bush yang dirilis pada 1985 dan termasuk dalam album Hounds of Love, dengan karakter musik new wave yang khas dan lirik tentang keinginan memahami perasaan orang lain. Lagu ini kembali menjadi perhatian dunia setelah digunakan dalam musim keempat serial Stranger Things, terutama ketika Max Mayfield berjuang menyelamatkan dirinya dari pengaruh Vecna dengan bantuan musik yang memiliki ikatan emosional dengannya.

Popularitas lagu tersebut meningkat sangat besar setelah serial itu tayang, hingga “Running Up That Hill” berhasil menduduki posisi nomor satu tangga lagu Inggris selama tiga minggu pada 2022, padahal ketika pertama dirilis, pencapaian tertingginya hanya berada di posisi ketiga. Kebangkitan tersebut juga menjadikannya salah satu contoh paling terkenal tentang bagaimana serial modern bisa memperkenalkan kembali karya musik berusia puluhan tahun kepada pendengar generasi baru.

2. Master of Puppets — Metallica (Stranger Things, 2022)

“Master of Puppets” merupakan lagu heavy metal dari Metallica yang dirilis pada 1986 melalui album berjudul sama dan dikenal karena permainan gitar yang agresif serta komposisi musiknya yang kompleks. Lagu ini memperoleh perhatian luar biasa setelah digunakan dalam adegan Eddie Munson memainkan gitar di dunia Upside Down pada musim keempat Stranger Things, sebuah momen yang mempertemukan musik metal klasik dengan salah satu adegan paling menegangkan dalam serial tersebut.

Sebelum kemunculannya dalam serial itu, “Master of Puppets” sudah memiliki tempat penting dalam sejarah musik metal, tetapi belum pernah masuk tangga lagu singel Inggris. Setelah Stranger Things ditayangkan pada 2022, lagu tersebut akhirnya memulai debutnya di UK Official Singles Chart dan mencapai posisi ke-22, sekitar 36 tahun setelah pertama dirilis. Peristiwa ini membuktikan bahwa sebuah lagu tidak harus menjadi singel pop arus utama untuk mendapatkan popularitas baru melalui film atau serial.

3. Goo Goo Muck — The Cramps (Wednesday, 2022)

“Goo Goo Muck” merupakan lagu rockabilly dari The Cramps yang masuk dalam album Psychedelic Jungle pada 1981 dan memiliki nuansa musik retro yang cocok dengan atmosfer horor-komedi. Lagu ini kembali dikenal luas setelah mengiringi adegan tarian Wednesday Addams yang diperankan Jenna Ortega dalam serial Wednesday, dengan gerakan tariannya yang kemudian menyebar melalui berbagai video media sosial dan ditiru oleh banyak pengguna internet.

Dampak penggunaan lagu tersebut bahkan tercatat dalam data penjualan musik, bukan hanya jumlah video yang beredar di media sosial. Pada akhir November 2022, “Goo Goo Muck” mencatat peningkatan penjualan unduhan yang signifikan dan menduduki posisi nomor satu tangga penjualan lagu digital alternatif Billboard. Pencapaian tersebut menjadi tonggak tersendiri bagi The Cramps dan memperlihatkan bagaimana satu adegan populer dapat memperkenalkan musik dari era 1980-an kepada generasi pendengar yang lebih muda.

4. Never Ending Story — Limahl (Stranger Things, 2019)

“Never Ending Story” adalah lagu tema film fantasi The NeverEnding Story yang dirilis pada 1984 dan dibawakan oleh Limahl, mantan vokalis grup Kajagoogoo. Dengan melodi sintetis yang khas era 1980-an, lagu ini menjadi bagian dari nostalgia musik film fantasi sebelum kembali mendapatkan perhatian ketika Dustin Henderson dan Suzie Bingham menyanyikannya melalui komunikasi radio dalam episode terakhir musim ketiga Stranger Things pada 2019.

Adegan tersebut menjadi salah satu momen komedi-romantis yang paling mudah diingat dari serial itu karena terjadi ketika para karakter sedang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan masalah yang mengancam mereka. Setelah episode ditayangkan, permintaan streaming Spotify untuk lagu tersebut dilaporkan meningkat sekitar 825 persen, sementara jumlah penayangan video musik aslinya di YouTube naik sekitar 800 persen dalam beberapa hari. Lonjakan itu menunjukkan bagaimana adegan yang memiliki daya tarik emosional dan humor dapat menghidupkan kembali lagu tema film lama.

5. Murder on the Dancefloor — Sophie Ellis-Bextor (Saltburn, 2023)

“Murder on the Dancefloor” merupakan lagu pop-disko Sophie Ellis-Bextor yang dirilis pada Desember 2001 dan menjadi salah satu hit penting dalam perjalanan kariernya. Lagu ini kembali mendapatkan sorotan internasional setelah digunakan dalam adegan penutup film thriller psikologis Saltburn, yang membawa musik bernuansa pesta tersebut ke dalam situasi yang tidak biasa dan membuat penonton banyak membicarakan hubungan antara lagu dengan karakter utama film.

Kebangkitan lagu ini dapat dilihat dengan jelas melalui tangga lagu dan jumlah pemutaran musik setelah Saltburn tersedia untuk ditonton secara daring pada akhir 2023. Pada awal 2024, “Murder on the Dancefloor” kembali mencapai posisi nomor dua tangga lagu Inggris, menyamai pencapaian tertingginya ketika pertama dirilis pada 2001. Lagu ini juga mencatat jutaan streaming dalam satu pekan di Inggris, sehingga rekaman yang berusia lebih dari dua dekade tersebut kembali menjangkau pendengar yang lebih muda.

6. Unwritten — Natasha Bedingfield (Anyone but You, 2023)

“Unwritten” adalah lagu pop Natasha Bedingfield yang dirilis pada 2004 dan dikenal dengan melodi ceria serta pesan mengenai kebebasan menentukan jalan hidup sendiri. Lagu ini sudah memiliki perjalanan panjang dalam budaya populer, termasuk ketika digunakan sebagai lagu tema acara realitas The Hills, tetapi kembali memperoleh perhatian besar setelah masuk dalam film komedi romantis Anyone but You yang dibintangi Sydney Sweeney dan Glen Powell pada 2023.

Penggunaan lagu tersebut dalam film membantu memperkenalkannya kembali kepada pendengar yang mungkin belum mengenalnya saat pertama kali dirilis. Pada 2024, “Unwritten” kembali masuk Top 40 tangga lagu Inggris setelah hampir dua dekade tidak berada di jajaran tersebut. Kebangkitannya memperlihatkan bahwa film romantis dapat memberikan konteks emosional baru bagi lagu pop lama, terutama ketika musiknya sesuai dengan suasana cerita dan mudah digunakan kembali dalam konten media sosial.

7. Something in the Way — Nirvana (The Batman, 2022)

“Something in the Way” merupakan lagu Nirvana yang masuk dalam album Nevermind pada 1991 dan memiliki suasana muram yang berbeda dari sejumlah lagu rock terkenal mereka. Alih-alih mengandalkan riff gitar yang agresif, lagu ini menghadirkan vokal Kurt Cobain yang lirih dan aransemen minimalis, sehingga cocok untuk menggambarkan sisi gelap Bruce Wayne dalam film The Batman yang dirilis pada 2022 dan dibintangi Robert Pattinson.

Penggunaan lagu tersebut dalam trailer serta beberapa bagian film membantu memperkuat karakter Bruce Wayne sebagai sosok yang tertutup, terluka, dan dipenuhi kemarahan. Dampaknya terukur melalui layanan musik digital karena “Something in the Way” memperoleh sekitar 3,1 juta streaming sesuai permintaan di Amerika Serikat dalam empat hari setelah film dirilis, meningkat sekitar 734 persen dibandingkan empat hari sebelumnya. Popularitas baru ini juga mendorong lagu tersebut masuk ke tangga lagu Billboard, meskipun awalnya bukan salah satu singel utama Nirvana.

8. Bohemian Rhapsody — Queen (Bohemian Rhapsody, 2018)

“Bohemian Rhapsody” merupakan salah satu karya paling ikonis dari Queen yang dirilis pada 1975 melalui album A Night at the Opera. Lagu ini dikenal berkat struktur musiknya yang tidak biasa, perpaduan balada, opera, dan rock, serta vokal Freddie Mercury yang sangat khas, sehingga tetap memiliki penggemar lintas generasi meski usianya sudah lebih dari empat dekade ketika film biografi Bohemian Rhapsody dirilis pada 2018.

Film tersebut memberikan gelombang perhatian baru terhadap karya Queen dan memperkenalkan sejarah di balik lagu itu kepada penonton yang lebih muda. Pada November 2018, lagu tersebut kembali masuk Billboard Hot 100 Amerika Serikat dan mencapai posisi ke-33. Namun, kebangkitan pertamanya yang sangat menonjol di era modern sudah terjadi pada 1992 berkat Wayne’s World, ketika lagu ini mencapai posisi nomor dua Billboard Hot 100. Dengan demikian, film biografi 2018 merupakan gelombang kebangkitan berikutnya, bukan yang pertama.

9. Straight Outta Compton — N.W.A (Straight Outta Compton, 2015)

“Straight Outta Compton” merupakan lagu utama dari album debut N.W.A yang dirilis pada 1988 dan menjadi salah satu karya penting dalam perkembangan gangsta rap di Amerika Serikat. Lagu tersebut dikenal karena liriknya yang keras, gambaran kehidupan di Compton, serta pengaruhnya terhadap musik hip-hop, kemudian kembali menarik perhatian ketika film biografi berjudul sama tayang pada 2015 dan menceritakan perjalanan grup tersebut serta kondisi sosial yang melatarbelakangi musik mereka.

Salah satu hal menarik dari kebangkitan lagu ini adalah pencapaiannya di tangga lagu Amerika Serikat yang baru terjadi setelah lebih dari dua dekade sejak perilisan awal. Setelah filmnya sukses di bioskop, lagu “Straight Outta Compton” memulai debutnya di Billboard Hot 100 pada posisi ke-38, dengan puluhan ribu unduhan dan jutaan streaming domestik pada pekan pelacakan terkait. Kasus ini membuktikan bahwa film biografi musik bisa mendorong penonton mencari rekaman asli setelah mengenal perjalanan, konflik, dan pengaruh para musisi melalui layar lebar.

10. Bintang Kehidupan — Nike Ardilla (Alas Roban, 2026)

“Bintang Kehidupan” merupakan lagu yang dipopulerkan Nike Ardilla dan menjadi bagian dari album studio keduanya yang dirilis pada 1990. Karya ciptaan Deddy Dores ini dikenal melalui karakter vokal penuh penghayatan dan nuansa pop-rock yang melekat pada musik Indonesia era tersebut. Setelah lama menjadi bagian dari nostalgia penggemar musik lawas, lagu ini kembali diperbincangkan ketika digunakan sebagai soundtrack film horor Indonesia Alas Roban pada 2026, sehingga menjangkau penonton yang mungkin belum akrab dengan karya Nike Ardilla.

Laporan media pada Februari 2026 menyebut “Bintang Kehidupan” kembali viral setelah masuk dalam film tersebut, ditandai dengan pendengar generasi muda yang menyanyikan ulang, membuat aransemen, dan mengunggah versi cover di berbagai platform digital. Kebangkitan ini menarik karena terjadi melalui film Indonesia, bukan serial internasional, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik populer dari era sebelumnya masih bisa diterima oleh generasi baru ketika diperkenalkan melalui media yang relevan dengan mereka. Meski demikian, viralitas tersebut perlu dibedakan dari lonjakan streaming atau pencapaian tangga lagu yang telah terukur secara pasti.

11. Oh Hesty — Lilis Suryani (Na Willa, 2026)

“Oh Hesty” merupakan lagu lawas yang dinyanyikan sekaligus diciptakan Lilis Suryani, penyanyi legendaris Indonesia yang dikenal pada era 1960-an. Lagu ini memiliki irama twist yang ringan dan terdengar manis, tetapi isi ceritanya menggambarkan seseorang yang belum mampu melupakan kekasih lama. Perpaduan antara musik yang riang dan lirik bernuansa melankolis membuatnya memiliki karakter yang cukup unik dibandingkan lagu nostalgia lainnya.

Film Na Willa yang dirilis pada 2026 menggunakan “Oh Hesty” beberapa kali untuk membangun suasana kehidupan masyarakat Indonesia pada era 1960-an, termasuk dalam adegan penutup ketika tokoh Na Willa dibonceng Mak setelah mendapatkan sekolah baru. Penggunaan lagu tersebut membuatnya kembali mendapat sorotan dan memperkenalkan sosok Lilis Suryani kepada penonton masa kini. Walaupun belum tersedia data terbuka yang cukup untuk mengukur lonjakan streaming secara pasti, lagu ini layak dimasukkan sebagai contoh musik Indonesia yang kembali dikenal melalui film modern.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lagu Lawas yang Kembali Populer

1. Apa yang dimaksud dengan lagu lawas yang kembali populer?

Lagu lawas yang kembali populer adalah lagu lama yang memperoleh perhatian baru setelah digunakan dalam film, serial, atau media lain, sehingga kembali banyak didengarkan, dibicarakan, atau masuk tangga lagu.

2. Lagu apa yang kembali populer setelah digunakan dalam Stranger Things?

Beberapa contohnya adalah “Running Up That Hill” milik Kate Bush, “Master of Puppets” milik Metallica, serta “Never Ending Story” milik Limahl, yang masing-masing memperoleh perhatian baru setelah muncul pada musim serial yang berbeda.

3. Mengapa lagu lama bisa viral setelah digunakan dalam film?

Lagu lama bisa viral karena digunakan dalam adegan yang emosional, ikonis, lucu, atau mudah diingat, kemudian dibagikan ulang oleh penonton melalui media sosial sehingga lebih banyak orang mencari dan mendengarkannya.

4. Apakah semua lagu lawas yang digunakan dalam film mengalami peningkatan streaming?

Tidak selalu, sebab kemunculan sebuah lagu dalam film belum tentu membuatnya viral atau menaikkan jumlah pemutaran secara signifikan. Data tangga lagu, streaming, dan penjualan diperlukan untuk mengukur dampaknya secara lebih akurat.

5. Lagu lawas Indonesia apa yang kembali dikenal setelah digunakan dalam film pada 2026?

“Bintang Kehidupan” milik Nike Ardilla kembali mendapat perhatian setelah digunakan dalam film Alas Roban, sedangkan “Oh Hesty” milik Lilis Suryani kembali disorot setelah digunakan dalam film Na Willa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6