Cinepolis Bawa Sala de Arte ke Indonesia, Hadirkan Alternatif Tontonan untuk Pecinta Film

Simak daftar enam bioskop Cinepolis yang masuk dalam program Sala de Arte, juga jadwalnya.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 16:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Program pemutaran film khusus Sala de Arte, akan segera "mendarat" di bioskop Cinépolis di Tanah Air. Sebagai informasi, program ini pertama kali hadir di Meksiko pada Juni 2012 sebagai ruang bagi film alternatif, film klasik, film festival, dan dokumenter.

Hingga kini, Sala de Arte hadir secara permanen di lebih dari 25 layar Cinépolis di Meksiko, dan telah berkembang ke negara lain di luar Meksiko, seperti Chile, Costa Rica, dan Guatemala.

Di Indonesia, konsep ini hadir bersama KlikFilm Showcase, dengan menggandeng KlikFilm sebagai kurator dan partner. Dalam konferensi pers yang dihelat di Cinepolis Senayan Park, Kamis (8/10/2026), CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, mengungkap bahwa program ini bertujuan untuk memberi alternatif tontonan pada penggemar film. 

"Sala de Arte adalah ruang bagi film-film dari seluruh dunia yang kami yakini layak untuk mendapatkan ruang tersebut," tuturnya. Ia menambahkan, "Klik Film menjadi rekan kami dalam mencari film dan kami memberi kesempatan pada film tersebut untuk ditampilkan di layar lebar."

Dalam pernyataan tertulisnya, Alejandro Aguilera Garibay menyebut pihaknya meyakini bahwa penonton Indonesia berhak menikmati sinema dunia dengan standar yang sama baiknya di mana pun mereka berada.

"Itulah semangat Sala de Arte, yang sejak 2012 kami jalankan di Meksiko dan kini kami bawa ke Indonesia, agar film-film pilihan dunia selalu punya tempat di layar bioskop," tuturnya. 

Bioskop yang Ikut Serta dalam Program Sala de Arte

Peluncuran Sala de Arte akan dibuka dengan Marathon Screening pada 15 Oktober 2026, sehari sebelum jadwal tayang reguler.

Tiga film diputar berturut-turut, yaitu Sheep in the Box, Aftersun, dan NAZA, dengan harga Rp60.000. Tiket mulai dijual pada 9 Oktober 2026 di cinepolis.co.id.

Marathon Screening digelar di enam kota yakni Cinépolis Senayan Park (Jakarta), Cinépolis Lippo Plaza Jogja (Yogyakarta), Cinépolis Depok Town Square (Depok), Cinépolis Malang Town Square (Malang), Cinépolis Java Supermal (Semarang), dan Cinépolis Lippo Plaza Medan (Medan).

M

ulai 16 Oktober 2026, program Sala de Arte tayang reguler di lokasi yang sama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Mengingat Sala de Arte ke depannya akan hadir secara reguler, bagaimana strategi KlikFilm dalam "memasok" tayangan di program ini? Frederica, Direktur KlikFilm, menyebut pihaknya sama sekali tak khawatir akan kekurangan stok film bagus yang akan tayang di program ini.  "Karena kalau kita setiap tahun pergi ke film market, itu ada ratusan film di film market. Ada (di festival film) Cannes, Toronto, atau Busan misalnya. Dan apa yang diakuisisi sama KlikFilm itu, sudah dikurasi oleh festival-festival besar tersebut. Jadi, kami sudah dipermudah sebenarnya," tuturnya.  Adapun sineas Gina S Noer mengungkap alasan mengapa alternatif film yang beragam menjadi penting. Termasuk film yang tak berpatokan pada tujuan komersil. "Karena kadang film seperti ini jauh lebih jujur. Touch our heart. Berbicara tentang simpati, empati, which is yang kadang-kadang kita susah ketemuin di film Hollywood," ujarnya.  

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan