Liputan6.com, Jakarta - Setiap generasi punya tontonan yang terasa dekat dengan kehidupan mereka. Indonesia pun memiliki banyak film remaja lawas yang tidak hanya mengangkat kisah cinta, tetapi juga menggambarkan persahabatan, pergaulan, gaya hidup, dan impian anak muda pada masanya.
Film-film tersebut menjadi bagian dari perjalanan budaya populer Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan masih dikenang hingga kini karena ceritanya begitu lekat dengan kehidupan remaja di zamannya. Berikut 11 film remaja lawas pilihan yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2026).
1. Cintaku di Kampus Biru (1976)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366672/original/085153300_1791274458-1.jpg)
Film ini berkisah tentang Anton, seorang mahasiswa yang terlibat hubungan rumit dengan dosennya, Yusnita. Ceritanya diangkat dari novel laris karya Ashadi Siregar dengan judul yang sama. Latar kampusnya memotret kehidupan mahasiswa pada pertengahan 1970-an, ketika urusan hati bercampur dengan kesibukan kuliah.
Cintaku di Kampus Biru disutradarai Ami Prijono dan tayang pada 1976. Roy Marten memerankan Anton, Rae Sita berperan sebagai Yusnita, sedangkan Yati Octavia turut menjadi bintang. Film ini tercatat sebagai film terlaris ketiga di Jakarta pada tahun itu dan menjadi penanda zaman bagi remaja 1970-an.
Advertisement
2. Ali Topan Anak Jalanan (1977)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352677/original/038068700_1611020487-139511822_240411940858939_2766223964425085235_n.jpg)
Ali Topan adalah remaja bengal yang tumbuh di jalanan karena kurang mendapat perhatian dari orangtua, tetapi tetap menjadi murid terpandai di kelasnya. Suatu hari ia mengenal Anna Karenina, gadis dari keluarga terpandang yang pernah ia ganggu. Hubungan mereka lalu tidak mendapat restu dari orangtua Anna.
Film adaptasi novel Teguh Esha ini disutradarai Ishaq Iskandar dan dirilis pada 1977. Almarhum Junaedi Salat memerankan Ali Topan, berpasangan dengan Yati Octavia sebagai Anna, dengan dukungan Titiek Sandhora dan Mieke Wijaya. Lewat kisah Ali, penonton diajak melihat sisi lain remaja kota besar pada akhir 1970-an, yaitu anak muda yang mencari perhatian dan jati diri di luar rumah.
3. Gita Cinta dari SMA (1979)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366673/original/092406400_1791274458-3.jpg)
Gita Cinta dari SMA menceritakan Galih dan Ratna, dua pelajar SMA yang berprestasi dan sama-sama populer di sekolah. Keduanya unggul dalam banyak hal dan dikenal punya nilai bagus. Kisah kasih mereka menampilkan sisi manis cinta remaja di lingkungan sekolah pada akhir 1970-an.
Disutradarai almarhum Arizal dan dirilis pada 1979, film yang diangkat dari novel karya Eddy D. Iskandar ini dibintangi Rano Karno sebagai Galih dan Yessy Gusman sebagai Ratna. Gita Cinta dari SMA tercatat sebagai film Indonesia terlaris ketiga di Jakarta pada 1979 dengan 162.050 tiket terjual. Lewat film-film garapan Arizal, nama Rano Karno dan Yessy Gusman semakin dikenal sebagai idola remaja.
Advertisement
4. Lupus: Tangkaplah Daku Kau Kujitak (1987)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3129824/original/060462700_1589563798-Poster_Film_Lupus.jpeg)
Lupus adalah pelajar SMA yang aktif menulis untuk sebuah majalah, gemar mengunyah permen karet, cuek, dan sangat jail. Kejahilannya muncul di rumah, di sekolah, hingga di jalanan. Hubungan pacarannya dengan Poppy pun kerap putus-nyambung.
Film ini disutradarai Achiel Nasrun dan tayang pada 1987, diangkat dari cerita karya Hilman Hariwijaya yang lebih dulu populer di majalah HAI. Almarhum Ryan Hidayat memerankan Lupus, dengan Nurul Arifin sebagai Poppy serta Septian Dwi Cahyo, Agyl Shahriar, dan Andreas Pancarian sebagai teman-temannya. Tingkah Lupus yang jenaka dinilai mewakili remaja era 1980-an.
5. Catatan Si Boy (1987)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366674/original/007686200_1791274459-4.jpg)
Boy adalah anak keluarga sangat kaya di Jakarta yang tetap rendah hati dan religius. Meski hidupnya serba berkecukupan, urusan cinta membuatnya tidak sesederhana itu. Hubungannya dengan Nuke ditentang sang ayah, sementara Boy terus mencari cinta sejatinya.
Catatan Si Boy disutradarai Nasri Cheppy dan dirilis pada 1987, terinspirasi dari sandiwara radio populer di Prambors. Onky Alexander memerankan Boy, Ayu Azhari sebagai Nuke, Meriam Bellina sebagai Vera, serta almarhum Didi Petet sebagai Emon. Film ini masuk nominasi sutradara terbaik dan musik terbaik di Festival Film Indonesia 1988, serta menggambarkan gaya hidup remaja kota besar dari keluarga berada.
Advertisement
6. Kuldesak (1998)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366675/original/010373500_1791274459-Kuldesak_poster_1998.jpg)
Kuldesak mengikuti empat anak muda Jakarta dengan persoalan masing-masing. Aksan bermimpi membuat film tetapi kekurangan dana, sedangkan Andre adalah remaja kesepian yang merayakan ulang tahunnya sendirian. Dina penjaga loket bioskop yang terobsesi pada idola televisinya, dan Lina pegawai kantor yang mengalami tekanan berat dari atasannya.
Film omnibus ini digarap empat sutradara sekaligus, yakni Mira Lesmana, Riri Riza, Nan T. Achnas, dan Rizal Mantovani, lalu dirilis pada 1998. Para pemainnya antara lain Wong Aksan, Oppie Andaresta, Bianca Adinegoro, dan almarhum Ryan Hidayat. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar tiga tahun, dan film ini menangkap kegelisahan anak muda Jakarta pada masa peralihan menuju Reformasi.
7. Ada Apa dengan Cinta? (2002)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366676/original/016729100_1791274459-HL.jpg)
Cinta adalah siswi SMA yang percaya diri dan selalu bersama empat sahabat dekatnya. Hidupnya berubah ketika ia bertemu Rangga, siswa pendiam yang memenangi lomba puisi di sekolah. Pertemuan itu membawa Cinta pada perjalanan hati yang mengubah dirinya.
Ada Apa dengan Cinta? disutradarai Rudy Soedjarwo dan tayang pada 8 Februari 2002. Dian Sastrowardoyo memerankan Cinta dan Nicholas Saputra berperan sebagai Rangga, bersama Titi Kamal, Ladya Cheryl, Sissy Priscillia, dan Adinia Wirasti sebagai para sahabat. Film ini menampilkan dunia remaja SMA awal 2000-an, lengkap dengan persahabatan geng perempuan, lomba puisi, dan cinta pertama.
Advertisement
8. Eiffel I'm in Love (2003)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3414486/original/008016400_1617070416-Eiffel_I_m_in_Love_0.jpg)
Tita adalah siswi SMA yang hidupnya tampak sempurna. Semuanya berubah ketika Adit, anak sahabat orangtuanya, datang dari Prancis dan tinggal bersama keluarganya. Kehadiran Adit membuat hari-hari Tita tidak lagi sama.
Disutradarai almarhum Nasri Cheppy dan dirilis pada 21 November 2003, film ini diadaptasi dari novel laris karya Rachmania Arunita. Shandy Aulia memerankan Tita, sedangkan Samuel Rizal berperan sebagai Adit. Setahun kemudian hadir versi perpanjangan filmnya, dan sekuelnya, Eiffel I'm in Love 2, tayang pada 2018.
9. Catatan Akhir Sekolah (2005)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366677/original/024878300_1791274459-5.jpg)
Catatan Akhir Sekolah bercerita tentang tiga sahabat di SMA yang tidak ingin lulus sebagai orang yang dipandang sebelah mata. Mereka memutuskan membuat film dokumenter tentang hari-hari terakhir di sekolah. Proyek itu sekaligus menjadi cara membuktikan kemampuan masing-masing kepada teman-temannya.
Film ini disutradarai Hanung Bramantyo dan dirilis pada 2005. Vino G. Bastian memerankan Arian, bersama Ramon Y. Tungka sebagai Agni dan Marcel Chandrawinata sebagai Alde, dengan Joanna Alexandra dan Christian Sugiono di antara pemain lainnya. Ceritanya dekat dengan pengalaman pelajar, mulai dari persahabatan, naksir teman sekolah, sampai patah hati.
Advertisement
10. Jomblo (2006)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366678/original/034710000_1791274459-6.jpg)
Jomblo mengikuti empat mahasiswa di Bandung yang sama-sama mencari cinta dengan cara berbeda. Agus idealis dan serius soal hubungan, Doni si playboy, Olip pemalu, sedangkan Bimo kesulitan mendapatkan pacar. Persahabatan mereka menjadi penguat di tengah urusan asmara yang tidak selalu mulus.
Film adaptasi novel karya Adhitya Mulya ini disutradarai Hanung Bramantyo dan tayang pada 2006. Ringgo Agus Rahman memerankan Agus, Christian Sugiono sebagai Doni, Rizky Hanggono sebagai Olip, dan Dennis Adhiswara sebagai Bimo. Gaya penceritaannya yang jenaka, dengan sentuhan visual ala komik, membuat film ini terasa segar pada masanya.
11. Realita, Cinta dan Rock 'n Roll (2006)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366679/original/053392500_1791274459-10.jpg)
Ipang dan Nugi adalah dua sahabat yang tidak suka sekolah dan lebih senang bermusik. Keduanya bermimpi menjadi musisi rock 'n roll dan sering membolos untuk menghabiskan waktu di toko milik Sandra. Di sisi lain, mereka juga harus menghadapi persoalan keluarga masing-masing.
Film ini disutradarai Upi Avianto dan dirilis pada 2006. Vino G. Bastian berperan sebagai Ipang, Herjunot Ali sebagai Nugi, dan Nadine Chandrawinata sebagai Sandra. Menurut Upi, film ini bercerita tentang cara anak muda menyikapi dunia, keluarga, cinta, dan mimpinya.
Potret Anak Muda yang Terekam dari Dekade ke Dekade
Jika dilihat berurutan, film-film di atas memperlihatkan perubahan cara anak muda menjalani hari-harinya. Pada 1970-an, layar lebar menyorot kisah kampus dan sekolah, juga remaja yang mencari tempat di jalanan lewat sosok Ali Topan. Memasuki 1980-an, perhatian bergeser ke gaya hidup remaja kota, mulai dari kejahilan Lupus sampai dunia Boy yang berasal dari keluarga kaya.
Kuldesak merekam kegelisahan generasi muda Jakarta di ujung 1990-an. Pada 2000-an, film seperti Ada Apa dengan Cinta?, Eiffel I'm in Love, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, serta Realita, Cinta dan Rock 'n Roll lebih banyak berbicara tentang persahabatan, cinta pertama, hobi bermusik, dan mimpi setelah lulus sekolah. Meski zaman berganti, urusan hati dan pencarian jati diri tetap menjadi benang merah.
Alasan Film Remaja Lawas Masih Enak Ditonton Sampai Sekarang
Persoalan yang diangkat film-film ini, seperti cinta pertama, persahabatan, dan hubungan dengan orangtua, masih dekat dengan keseharian remaja masa kini. Tidak heran jika banyak judul yang kembali hadir dalam bentuk baru. Ali Topan kembali digarap sutradara Sidharta Tata, Catatan Si Boy dihadirkan lagi lewat serial pada 2016, dan Ada Apa dengan Cinta? berlanjut lewat sekuel yang disutradarai Riri Riza pada 2016.
Menonton ulang film remaja lawas juga membantu penonton muda memahami konteks masa lalu, misalnya cara berpacaran, bergaul, dan menyalurkan hobi pada zamannya. Bagi penonton yang lebih tua, film-film ini bisa menjadi pengingat masa sekolah dan kuliah. Sebelum menonton, sebaiknya periksa klasifikasi usia karena sebagian judul mengangkat tema yang lebih berat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Film Remaja Lawas
1. Apa yang dimaksud dengan film remaja lawas?
Film remaja lawas adalah film yang dibuat pada masa lalu dengan tokoh utama pelajar, mahasiswa, atau anak muda, dan ceritanya berkisar pada cinta, persahabatan, serta masalah keluarga. Dalam daftar ini, rentang tahunnya mulai dari 1976 sampai 2006.
2. Film remaja lawas apa yang paling awal dalam daftar ini?
Yang paling awal adalah Cintaku di Kampus Biru yang tayang pada 1976. Film ini diadaptasi dari novel karya Ashadi Siregar dan dibintangi Roy Marten, Rae Sita, serta Yati Octavia.
3. Judul mana yang cocok untuk mengenal remaja era 1980-an?
Lupus dan Catatan Si Boy bisa menjadi pilihan, karena keduanya tayang pada 1987. Lupus menampilkan pelajar SMA yang jail, sedangkan Catatan Si Boy menyorot gaya hidup remaja Jakarta dari keluarga berada.
4. Mengapa film remaja lawas masih relevan?
Tema seperti cinta pertama, persahabatan, dan pencarian jati diri tidak lekang oleh waktu. Itu sebabnya beberapa judul dibuat ulang atau dilanjutkan lewat sekuel.
5. Bagaimana memilih film remaja lawas yang aman ditonton?
Periksa klasifikasi usia setiap film sebelum menonton. Sebagian judul, seperti Kuldesak, mengangkat persoalan yang lebih berat sehingga lebih cocok untuk penonton dewasa atau remaja yang didampingi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3579753/original/089827300_1632296561-InternetMati1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366671/original/059630300_1791274458-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366784/original/057104100_1791277110-SaveClip.App_790880896_18624582025019497_8319318822287973047_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366833/original/036808900_1791278743-Untitled_Design__48_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362758/original/056704300_1790829563-KV_MASTER_LANDSCAPE_VIDIO_x_DISNEY__2026_WITH_IP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366846/original/089631100_1791279183-000_C6VB6HD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366810/original/073710000_1791278267-1000653549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366774/original/069574000_1791276939-SaveClip.App_836600567_17948649780319504_8047666631042547344_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366787/original/000721000_1791277297-simuliuallisonshu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366796/original/027028500_1791277340-1000654356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366763/original/006864500_1791276626-1000653449.jpg)