Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatra

Leonardo DiCaprio soroti karhutla di Kalimantan dan Sumatra yang membakar 800 ribu hektare hutan dan ancam habitat orangutan. Simak selengkapnya!

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 17:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Leonardo DiCaprio menyoroti karhutla Kalimantan/Sumatra, dampaknya pada satwa dan masyarakat.
  • Lebih dari 800 ribu hektare hutan terbakar, dipicu iklim dan aktivitas manusia.
  • Orangutan dan owa terancam; DiCaprio apresiasi upaya penyelamatan dan pemadaman.

Liputan6.com, Jakarta - Leonardo DiCaprio turut menyoroti bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan dan Sumatra. Perhatian ini disampaikan lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, @leonardodicaprio, pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam unggahannya, Leonardo DiCaprio mengungkap skala kebakaran yang terjadi beserta dampaknya terhadap satwa liar dan masyarakat sekitar. Unggahan ini pun dengan cepat menarik perhatian warganet, termasuk sejumlah figur publik Tanah Air yang turut membagikan ulang unggahan tersebut.

Lebih dari 800 Ribu Hektare Hutan Terbakar

Leonardo DiCaprio mengungkap bahwa lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800 ribu hektare hutan di Pulau Kalimantan dan Sumatra telah terbakar. Ia turut menyoroti dampak buruknya terhadap kualitas udara, dengan lebih dari lima juta orang dilaporkan terpapar asap akibat kebakaran tersebut.

Dalam keterangannya, Leonardo DiCaprio menjelaskan bahwa perubahan iklim membuat kawasan hutan Kalimantan semakin kering, panas, dan rentan terbakar. Ia juga menyebut kebakaran kerap dipicu aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan untuk kepentingan pertanian, yang turut melepaskan karbon dalam jumlah besar dari lahan gambut dan memperparah krisis iklim serta keanekaragaman hayati.

Nasib Orangutan dan Owa Berjanggut Putih Kalimantan

Salah satu sorotan utama dalam unggahan DiCaprio adalah nasib orangutan Kalimantan, yang disebutnya terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka. Dalam video tersebut, ia turut memperlihatkan momen penyelamatan seekor orangutan yang dievakuasi oleh BKSDA Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation, dan kini tengah menjalani perawatan dokter hewan.

Selain orangutan, Leonardo DiCaprio turut menyoroti ancaman serupa terhadap owa berjanggut putih Kalimantan atau Bornean White-bearded Gibbons, yang dikenal menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon sehingga memiliki sedikit pilihan untuk melarikan diri saat kebakaran melanda kawasan di sekitar mereka.

Dukungan untuk Upaya Penyelamatan dan Pemadaman

Leonardo DiCaprio turut mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini, mulai dari pemerintah Indonesia, petugas pemadam kebakaran, masyarakat lokal, organisasi konservasi, hingga tim penyelamat satwa dan peneliti di lapangan. Ia menyebut organisasi konservasi tempatnya bernaung turut bekerja sama dengan organisasi garis depan untuk mendukung upaya pemadaman demi melindungi hutan dan satwa liar yang terdampak.

Rekaman tambahan dalam video tersebut juga melibatkan sejumlah organisasi lokal, termasuk Tuanan Orangutan Research Station, Forum Konservasi Orangutan Indonesia, serta Gunung Palung Orangutan Conservation Program atau Yayasan Palung.

Bukan Kali Pertama Soroti Hutan Indonesia

Perhatian Leonardo DiCaprio terhadap isu lingkungan di Indonesia bukan kali pertama ini terjadi. Ia sebelumnya pernah menghabiskan waktu di Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatra, bersama aktor Adrien Brody dan produser Fisher Stevens, serta berkesempatan bertemu langsung dengan orangutan Sumatra di stasiun penelitian taman nasional tersebut.

Sejak lama, Leonardo DiCaprio dikenal aktif memanfaatkan popularitasnya untuk menyuarakan isu lingkungan dan kebijakan terkait alam di berbagai belahan dunia, alih-alih membagikan konten seputar proyek hiburan atau kehidupan pribadinya di media sosial.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kisah di Balik Lagu “Kangen” yang Melekat di Ingatan Banyak Pendengar, Ini Liriknya

Renisya Satya PutriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan