Laporan dari Korea Selatan: Larut dalam Kemeriahan Nobar Piala Dunia di Gwanghwamun Square

Belasan ribu warga Korea Selatan kumpul di Gwanghwamun Square untuk dukung timnas dalam laga kontra Meksiko di Piala Dunia. Cuaca terik menyengat.

Diterbitkan 20 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dilansir dari Korea Times, pejabat setempat menyatakan ada 919 petugas keamanan yang diterjunkan, berasal dari kantor kota dan distrik serta kepolisian. Mereka dikerahkan untuk pengendalian massa dan tanggap darurat.

Sebagai informasi, dalam laga Korsel vs Republik Ceko sebelumnya, juga diadakan nobar dengan 526 petugas yang diterjunkan. Sebagai catatan, Pemerintah Kota Metropolitan Seoul memperkirakan ada 18 ribu orang berkumpul di tempat ini, dengan suhu tembus 32 derajat celcius.

Di tengah pertandingan, juga dikirim informasi soal acara ini lewat ponsel secara massal, mengimbau orang menghindari daerah Gwanghwamun untuk menghindari kerumunan.

Mengamati Serius Jalannya Pertandingan

Pukul 10 tepat, akhirnya pertandingan dimulai. Perhatian yang sebelumnya terpusat pada musisi dan MC yang mengarahkan yel-yel dari panggung utama, kini mengarah pada layar-layar besar di lapangan dan jumbotron di sisi gedung. Saat lagu kebangsaan Korea “Aegukga” berkumandang di Guadalajara Stadium, Meksiko, ribuan orang di Gwanghwamun juga ikut bernyanyi.

Para suporter tampak begitu serius menyaksikan pertandingan. Terutama saat Timnas Korea Selatan menguasai bola dan beberapa kali nyaris mencetak gol. Apalagi, saat Son Heung Min mendapat kesempatan untuk menjebol gawang di babak pertama, tapi diblok. Sebagian penonton sampai berdiri, dan menutup wajah mereka saking gemas.

Hati suporter Korea potek begitu Luis Romo memanfaatkan miskomunikasi di lini belakang Korea Selatan kemudian mencetak gol. Segelintir pendukung Meksiko yang berada di tengah lautan merah, tampak bersorak bahagia, kontras dengan wajah yang terlihat kecewa di sekelilingnya.

 

Gwenchanayo, Korea!

Upaya Timnas Korea Selatan dan doa pendukungnya di kampung halaman, ternyata belum menuai hasil yang diiinginkan dalam laga ini. Jelang pukul 12, peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir dengan skor 1:0 untuk Meksiko. Seperti aba-aba, para pendukung Korea pun kompak beringsut berdiri dan meninggalkan lokasi yang tampak bersih, tak ada sampah berceceran.

Sementara itu dua bocah kecil yang duduk dekat penulis tampak kecewa, kemudian dihibur ibunda mereka. “Gwenchanayo, gwenchana, (tidak apa-apa),” begitu sebagian kalimat sang ibu yang sempat tertangkap telinga.

Gwenchanayo, Korea!

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan