3 Film Kisah Nyata Paling `Gagal` di 2013

Meski rata-rata film biopik memiliki penggemar sendiri, ada pula diantaranya yang kurang mendapat minat publik. Penasaran siapa saja?

Diterbitkan 21 Desember 2013, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski rata-rata film biopik memiliki penggemar sendiri, ada pula diantaranya yang kurang mendapat minat publik. Bisa jadi, entah karena para pemain dianggap kurang cocok, alur cerita yang terlalu serius pun dapat menjadi faktor utama.Nah, apapun itu, berikut kami hadirkan 3 film biopik paling tak laku di sepanjang 2013:The Fifth State Bila anda mengira film 'Diana' milik Naomi Watts adalah film biopik yang paling terpuruk, maka anda salah besar. Diketahui, meraup hasil US$ 7 juta, film yang kena banyak kritikan tersebut ternyata masih tergolong aman dibanding 'The Fifth State' yang saat ini sudah terkena cap sebagai film paling tak laku di sepanjang 2013.

Padahal, selain mengangkat kisah nyata mengenai situs Wikileaks, film yang disutradarai oleh Bill Condon ini juga dibintangi oleh Benedict Cumberbatch yang baru saja meraih sukses lewat film 'Star Trek: Into Darkness' dan '12 Years a Slave' yang saat ini tengah dinominasikan sebagai film terbaik.Namun demikian, dituturkan langsung oleh Benedict Cumberbacth dalam sebuah kesempatan, pria pemeran Naga Smaug di 'The Hobbit: Desolation of Smaug' itu mengaku tetap bangga dengan hasil yang diraih oleh film 'The Fifth State'.Menurutnya, meski hanya mampu meraih US$ 6 juta dari total modal yang mencapai US$ 28 juta, film tersebut tetap unggul dalam kualitas. Terutama setelah dirinya mendapat pujian di mana-mana.

"Menurut saya, The Fifth State jauh lebih baik dibandingkan beberapa film yang berjaya di box office." ucap Cumberbacth. "Selain itu, lewat peran yang luar biasa ini, saya juga mendapat banyak pujian. Jadi, semisal suatu hari saya diminta untuk melakukannya lagi, saya pasti bersedia." lanjutnya.Cerita The Fifth State

Sedikit menyimak isi ceritanya, film The Fifth State mengangkat kisah nyata mengenai sepak terjang Julian Assange beserta situs pembongkar rahasia WikiLeaks miliknya. Meski begitu, dijelaskan langsung oleh Bill Condon selaku sang sutradara, The Fifth Estate sama sekali tak bertujuan untuk memberikan penilaian kepada sang peretas dan pengaruhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Mungkin butuh beberapa dekade untuk memahami seluruh dampak WikiLeaks dan bagaimana dia melakukan revolusi penyebaran informasi. Film ini tidak akan menyoroti pandangan otoritas dan menghakimi," tutur Condon. Diketahui, tak hanya terpuruk di Amerika Serikat, The Fifth State pun kembali mengalami kejadian yang sama saat bertandang ke beberapa negara lain, termasuk Inggris. Hal ini kontan membuat perusahaan Walt Disney merasa kecewa. "Saya sudah mendengar hasilnya." ucap salah satu petinggi Disney, Dave Hollis. "Ini membuat saya merasa kecewa." lanjut Dave menambahkan.(Feb)JobsKata 'Tak Pantas' mungkin tepat untuk memasukan film 'Jobs' ke dalam daftar ini. Pasalnya, dibuat dengan budget sebesar US$ 12 juta, film ini mampu menghasilkan laba kotor senilai US$ 35,9 juta. Sayang, di luar hasil yang sebenarnya cukup lumayan tersebut, Jobs harus terpuruk setelah dihujani beberapa kritikan pedas dari para kritikus, termasuk sosok Steve Wozniak yang mengaku tidak puas dengan biopik tersebut.Namun, seolah tak ingin termakan oleh celaan, Ashton pun balik menyindir Wozniak. Bahkan, untuk menguatkan pendapatnya, Ashton berani menebak jika Steve Wozniak telah dibayar oleh perusahaan lain."Saya sangat menghormati Steve Wozniak beserta karya-karyanya. Namun demikian, Wozniak sudah bekerjasama dengan perusahaan lain untuk membuat film biopik Steve Jobs yang baru." ungkap Ashton kepada media. "Jadi, apapun itu, kita harus ingat kalau ini adalah sebuah bisnis." lanjutnya.Seperti dikabarkan sebelumnya, Film Jobs bercerita mengenai masa muda Steve Jobs (Ashton Kutcher) bersama sahabatnya Steve Wozniak (Josh Gad) dalam merintis karier di Amerika Serikat.Tapi, bagi Wozniak, apa yang dilakukan oleh Ashton belumlah cukup untuk menggambarkan karakter Steve Jobs yang sesungguhnya. Apalagi, dari beberapa adegan yang disuguhkan, ada beberapa kejadian yang menurutnya jadi salah kaprah."Saya sudah melihat filmnya, dan saya pikir film ini cukup menghibur, sayangnya, hiburan yang diberikan belum cukup untuk membuat saya merekomendasikan film ini." ucap Wozniak kepada situs Gizmodo."Kalau menurut saya, selain ceritanya sedikit menyimpang, kesalahan paling banyak juga datang melalui akting Ashton sebagai Steve Jobs." pungkasnya.(Feb)DianaFilm biopik Putri Diana dipastikan flop saat mencoba peruntungannya di box office dunia. Mengisahkan hubungan gelapnya dengan Dr. Hasnat Khan yang diperankan oleh Naveen Andrews, film ini pun hanya memperoleh hasil senilai US$ 7 juta saja.

Halaman
Show All
Feby Ferdian, febyTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan