Sukses

Pemindahan Final Miss World 2013 Picu Penurunan Angka Wisatawan?

Panitia Miss World 2013 mengkhawatirkan, dengan dipindah lokasi Final Miss World 2013 akan memicu penurunan angka wisatawan di Tanah Air.

Angka wisatawatan di Indonesia terbilang rendah dibanding dengan jumlah wisatawan di negara lain. Bahkan, untuk ukuran Asia Tenggara, Indonesia kalah dengan Malaysia terkait jumlah kunjungan wisatawan yang mampir ke negara mereka dalam kurun waktu setahun.

"Kalau tidak salah, jumlah turis di Indonesia itu hanya 8 juta. Sedangkan Malaysia bisa sampai 20 juta wisatawan per tahun. Ini jelas tantangan bagi kita untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke luar," tukas CEO MNC Media Group, Hary Tanoesoedibjo saat ditemui di Auditorium MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2013).

Karena alasan itulah Hary berani untuk menggelar hajatan besar Miss World 2013. Peningkatan sektor pariwisata menjadi salah satu tujuan utama diselenggarakannya kontes kecantikan ratu sejagad di Indonesia.

Namun, Hary tak ingin kontroversi yang terjadi seputar penyelenggaraan acara tersebut oleh sejumlah ormas hingga pemindahakan lokasi malam grand final Miss World 2013 oleh pemerintah Indonesia didengar oleh masyarakat luar. Sebab, dikatakannya, hal itu akan berpengaruh pada citra pariwisata Indonesia di mata negara lain.

"Jangan sampai dianggap (pariwisata Indonesia) kurang aman dan nyaman, terutama untuk masalah kepastian hukum. Yang nantinya akan berpengaruh juga untuk investasi di Indonesia. Karena tujuan kita melaksanakan Miss World ini adalah membawa nama Indonesia di luar negeri," papar Hary.

Malam grand final Miss World 2013 resmi digelar di kawasan Nusa Dua, Bali pada 28 September mendatang. Sedianya, penyelenggara acara sudah melakukan persiapan sejak tiga tahun lalu untuk menggelar seluruh proses persiapan Miss World 2013 dari mulai karantina hingga malam puncak grand final di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Jawa Barat.

Namun, karena desakan sejumlah ormas keagamaan yang ingin membatalkan acara tersebut sekaligus kontroversi tentang pakaian terbuka yang selalu identik dengan penyelenggaraan Miss World, pemerintah akhirnya meminta pada pihak penyelenggara untuk melaksanakan seluruh acara konstes kecantikan ratu sejagad di Bali, termasuk malam grand final. (fei)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.