Review Film Turbulence: Dugaan Perselingkuhan Dibongkar di Atas Awan, Tegang dan Bikin Waswas

Film Turbulence karya sineas Claudio Fah bermodal naskah garapan Andy Mayson. Film ini dibuka dengan situasi krisis di perusahaan Zach (Jeremy Irvine).

Diterbitkan 07 April 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Problem mendasar Turbulence adalah balon udara dengan boks yang hanya pas mengangkut empat orang. Balon ini aset sekaligus “jebakan Batman.” Berkutat di balon udara tanpa dibekali naskah dan pembabakan yang cermat berpotensi membosankan.

Emmy dan Balon Udara

Logika berpikir dan ketidakpahaman pada tata laksana di ketinggian juga bisa menjadi blunder bagi Turbulence. Salah satunya terjadi saat Emmy mencoba memanjat balon udara untuk menarik tali lalu tak sadarkan diri.

Entah apa yang terjadi sampai harus ada adegan ini. Nah, setelah momen ini, pergerakan cerita Turbulence melambat. Sineas Claudio Fah terasa seperti mengulur waktu untuk mengejar durasi minimal 90 menitan.

 

Olga Kurylenko dan Karakter Labil

Daya tarik Turbulence hanya pergerakan di ketinggian dan dugaan perselingkuhan. Rasanya, eksplorasi dugaan perselingkuhan malah lebih seru ketimbang atraksi “naik-naik ke puncak” awan dengan balon udara itu sendiri.

Olga Kurylenko, cewek James Bond dari era Quantum of Solace mempresentasikan cewek labil, nekat, fatal, sekaligus seksi. Caranya menatap calon korban hingga pendekatan di hotel benar-benar menggoda.

 

Pesona Jeremy Irvine

Di satu sisi, Jeremy Irvine dengan sex appeal-nya terasa masuk akal. Ganteng, dewasa, necis, dan kaya. Kurang apa coba? Tipe cowok yang too good to be truth sampai kita tahu “perkembangan” karakternya di babak akhir.

Hera Hilmar pun cukup berhasil jadi istri sah baik-baik dengan problem mental kompleks. Durasi 96 menit harusnya tak lama. Masalah Turbulence ada di naskah. Yang sering menonton thriller tentu dengan mudah menebak latar dan motif villain dalam film ini.

 

Ini Pakem Thriller Klasik

Ini pakem thriller klasik. Plot twist mudah diraba oleh penonton baru apalagi para pencinta thriller garis keras. Turbulence pada akhirnya tetap menghibur dan bikin deg-degan. Setelah film selesai, berakhir pula kenangan kita pada Turbulence.  

Jika dibandingkan dengan thriller sejenis seperti Fall, misalnya, Turbulence memang kalah. Penonton butuh detail kesintasan dan kedalaman konflik. Bukan sekadar heboh sendiri sambil bongkar-bongkar aib di atas ketinggian.

 

 

Pemain: Jeremy Irvine, Hera Hilmar, Olga Kurylenko, Kelsey Grammer, Peter Gantzler

Produser: Amanda Bowers, Molly Conners, Andy Mayson

Sutradara: Claudio Fäh

Penulis: Andy Mayson

Produksi: Lionsgate, Grindstone Entertainment Group

Durasi: 96 menit

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan