Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 25 Maret Pukul 17.00 WIB di SCTV

Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 25 Maret Pukul 17.00 WIB di SCTV

Diterbitkan 25 Maret 2026, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fattah dan Aqeela berdebat sengit tentang masa lalu, Oliver menengahi.
  • Oliver menyarankan Fattah dan Aqeela kembali bersama karena masih terikat.
  • Zara mengungkapkan rasa sakitnya, Danuel meminta maaf atas kesalahannya.

Liputan6.com, Jakarta -  Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 25 Maret mengisahkan, Fattah dan Aqeela masih berada di lapangan basket, suasana di antara mereka dipenuhi emosi yang belum mereda. Di tengah ketegangan itu, Oliver tetap bertahan sebagai penengah, berusaha menjaga agar situasi tidak semakin memburuk. Fattah dengan nada tinggi menuduh Aqeela masih sering memikirkan seseorang dari masa lalu. Tuduhan itu langsung dijawab Aqeela tanpa ragu. Ia mengakui bahwa kenangan tersebut memang belum sepenuhnya hilang, bahkan setiap kali teringat, rasa sakitnya masih terasa begitu nyata. Ia pun melontarkan kalimat yang menyiratkan kekesalan terhadap Fattah.

Perkataan itu justru membuat Fattah semakin terpancing emosi. Ia membalas dengan nada yang tak kalah tajam, membuat percakapan mereka berubah menjadi saling serang. Melihat keduanya semakin terbawa suasana, Oliver segera menghentikan perdebatan itu. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi bukanlah percakapan mendalam untuk menyelesaikan masalah, melainkan hanya ajang saling menyalahkan. Menurut Oliver, sikap mereka justru menunjukkan bahwa baik Fattah maupun Aqeela belum benar-benar bisa menerima kenyataan dan melepaskan masa lalu. Ia bahkan menyarankan agar mereka berhenti saling menyangkal perasaan sendiri, karena jelas terlihat bahwa keduanya masih saling terikat. Dengan jujur, Oliver mengatakan bahwa mungkin jalan terbaik adalah kembali bersama daripada terus bertengkar tanpa arah.

Sementara itu, di tempat berbeda, Danuel, Diah, Zara, dan Mohan baru saja menghabiskan waktu makan malam bersama. Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi lebih serius ketika Zara mulai membuka perasaannya. Ia mengungkapkan bahwa selama ini ia telah melalui berbagai pengalaman yang berat dalam hidupnya. Dari semua itu, hal yang paling menyakitkan baginya adalah saat ia merasa tidak lagi menjadi dirinya sendiri. Pengakuan tersebut membuat suasana menjadi hening. Danuel yang mendengar itu pun merasa bersalah, lalu dengan tulus menyampaikan permintaan maafnya kepada Zara atas segala hal yang mungkin telah menyakiti atau berkontribusi pada perasaan tersebut.     

  

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

PENTAGON Comeback Rayakan 10 Tahun Debut, Siap Tur dan Lagu Baru

Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan