Sinopsis Film Indonesia Puang Bos di Vidio, Kisah Cinta dan Konflik Warisan Pembuat Kapal Pinisi

Sinopsis film Indonesia Puang Bos di Vidio, kisah cinta dan konflik warisan kapal Pinisi di Sulawesi Selatan yang sarat budaya.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film "Puang Bos" mengangkat budaya Pinisi Sulawesi Selatan, kini tayang di Vidio.
  • Mengisahkan Dewa yang berkonflik dengan ayah tentang warisan Pinisi, lalu menyadari nilainya.
  • Syuting di Bulukumba, menampilkan otentikasi pembuatan Pinisi, mengapresiasi budaya.

Liputan6.com, Jakarta - Industri perfilman tanah air kembali mengangkat kekayaan budaya lokal melalui film Indonesia berjudul Puang Bos. Kini telah tersedia di platform streaming Vidio, film ini mengambil latar belakang keindahan Sulawesi Selatan, khususnya tradisi pembuatan kapal Pinisi yang telah mendunia. Menggabungkan unsur drama keluarga dan romansa, film ini menjadi tontonan yang edukatif sekaligus menghibur bagi seluruh anggota keluarga.

Disutradarai oleh Adink Liwutang, Puang Bos membawa penonton menyelami dinamika hubungan antara orang tua dan anak di tengah tuntutan melestarikan warisan leluhur yang mulai tergerus zaman.

Sinopsis Puang Bos

Cerita berfokus pada Dewa (Ibrahim Risyad), seorang pemuda yang enggan meneruskan bisnis pembuatan kapal Pinisi milik ayahnya, Puang Sani. Dewa lebih memilih mengejar mimpinya sendiri, yang memicu konflik dingin dengan sang ayah. Namun, situasi berubah ketika ia bertemu kembali dengan Pertiwi (Michelle Ziudith), cinta masa lalunya yang kini menjadi sosok penting dalam keberlangsungan bisnis kayu untuk bahan baku kapal.

Di tengah upaya memenangkan kembali hati Pertiwi, Dewa perlahan mulai menyadari nilai historis dan kerja keras di balik pembuatan satu kapal Pinisi. Ia harus memilih antara terus melarikan diri dari tanggung jawab atau menerima takdirnya sebagai penerus "Puang Bos" demi menjaga kehormatan keluarga dan tradisi Bulukumba.

Fakta Menarik: Syuting Langsung di Tanah Para Ahli Pinisi

Fakta menarik dari film ini adalah proses pengambilan gambarnya yang dilakukan langsung di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penonton akan disuguhkan visual asli proses pembuatan kapal Pinisi oleh para pengrajin lokal. Keaslian lokasi ini memberikan nilai estetika dan kekuatan cerita yang sangat kuat, membuat film ini tidak hanya terasa seperti fiksi, tetapi juga sebagai apresiasi terhadap mahakarya budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.

Saksikan Keseruan Puang Bos di Vidio

Jangan lewatkan akting memukau Michelle Ziudith dan Ibrahim Risyad dalam drama yang kental dengan budaya lokal melalui Film Puang Bos. Segera berlangganan Vidio untuk menikmati Film puang Bos yang tayang secara resmi 22 Maret 2026 mendatang hanya di platform Vidio.

 

Penulis: Shava Raysa Mirza

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6