Jaja Miharja Harus Rela Jauhi Makanan Favoritnya demi Kesehatan, tapi Masih Curi-Curi Makan Kambing

Selain olahan daging kambing, Jaja Miharja mengaku sangat tersiksa karena harus menahan keinginan mengonsumsi satu jenis makanan lain.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jaja Miharja harus menjaga pola makan ketat demi pemulihan kesehatannya.
  • Ia dilarang dokter mengonsumsi daging kambing dan durian, makanan favoritnya.
  • Kondisinya membaik, tidak lagi pakai kursi roda, namun masih rutin minum obat.

Liputan6.com, Jakarta -  Aktor sekaligus pedangdut senior Jaja Miharja harus menjaga pola makannya, demi pemulihan kesehatannya. Ia bahkan harus rela berhenti menyantap makanan favoritnya.

Kegemaran Jaja Miharja pada olahan daging kambing  sudah menjadi rahasia umum di kalangan rekan-rekannya. Meski tahu memiliki risiko bagi kesehatannya, ia terkadang tidak bisa menahan godaan aroma sate atau gulai kambing yang menggugah selera.

“Makan... ya nyuri-nyuri dikit lah, makan kambing,” bisik Jaja Miharja lalu tertawa, di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

“Tadinya mau ke Bogor, mau ke warung kambing, tapi nggak jadi, tutup warungnya,” Jaja Miharja menyambung.

Selain olahan daging kambing, ada satu buah yang sangat Jaja idam-idamkan namun kini menjadi "musuh" terbesar bagi kondisi medisnya. Jaja mengaku sangat tersiksa karena harus menahan keinginan untuk menyantap buah dengan aroma menyengat tersebut.

“Duren! Ada rencana mau makan duren tapi dilarang dokter, nggak boleh sama sekali,” ungkapnya.

 

Kangen Daging Kambing dan Duren

Ketika ditanya mana yang lebih ia rindukan antara daging kambing atau durian, Jaja tak dapat memilih. Baginya, kedua makanan tersebut adalah sumber kebahagiaan kuliner yang sulit dipisahkan dari gaya hidupnya selama puluhan tahun.

“Dua-duanya! Tapi dilarang dokter,” sahut seniman Betawi tersebut.

Bersyukur Kondisi Mulai Membaik

Namun Jaja menyadari harus menjaga kestabilan fungsi organ-organ vital di tubuhnya, dengan menjaga pola makan. Terlebih ia merasa bersyukur kondisinya kini mulai membaik, dan tidak lagi mengandalkan kursi roda.

“Sejak pulang dari rumah sakit, sebulan lah. Karena kan di kakinya ada penyempitan (pembuluh darah), jadi dirawat. Sekarang udah encer (darahnya),” pungkas Jaja Miharja.

Obat yang Mesti Diminum Jaja Miharja

Saat ini Jaja Miharja masih rutin mengonsumsi obat untuk kesembuhannya. Lebih lanjut ia merinci jadwal minum obat yang terbagi dalam beberapa waktu, agar fungsi organ tubuhnya tetap terjaga dengan stabil.

“Obat mah tetep aja. Kalau pagi 16 (butir). Pagi 16, siang 11. Ayah inget kok apa aja obatnya. Ada pengencer darah, apa segala macam. Nah ini buat entar nih, malam. Tadi pagi udah, sama siang belum nih,” paparnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Pihak Richard Lee Tanggapi Penolakan JPU atas Eksepsinya, Ungkap Alibi Saat Kejadian

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan