Intip Potret Terbaru Tompi Usai Jalani Operasi Plastik Hidung

Musisi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, baru-baru ini membagikan potret terbarunya usai menjalani operasi plastik hidung fungsional yang bertujuan memperbaiki masalah kesehatan.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi dan dokter bedah plastik ternama, Tompi, baru saja mengungkapkan bahwa ia telah menjalani operasi pada hidungnya. Bukan sekadar untuk estetika, operasi yang dilakukan oleh Tompi ini memiliki tujuan medis yang krusial.

Melalui unggahan pribadinya, Tompi menjelaskan bahwa operasi yang dijalaninya adalah jenis rhino fungsional atau rhinoplasty fungsional. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan serius pada hidungnya, yang ternyata memiliki deviasi septum dan rongga hidung yang 'tertutup'. 

Perubahan bentuk hidung yang lebih baik didapatkannya sebagai bonus dari tindakan medis ini. Kabar ini tentu menarik, mengingat Tompi sendiri adalah seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik (Sp.BP-RE). Seperti apa potretnya? Yuk, simak!

Potret Tompi Sebelum Jalani Operasi Rhino Fungsional

Dr. Teuku Adifitrian, yang lebih dikenal dengan nama panggung Tompi, adalah sosok multitalenta di Indonesia. Selain dikenal sebagai penyanyi, pembawa acara, penulis lagu, produser, dan sutradara, ia juga merupakan seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik (Sp.BP-RE) yang kompeten. Gelar spesialisnya diraih dari Universitas Indonesia pada tahun 2010.

Dengan latar belakang pendidikan dan keahliannya di bidang bedah plastik, Tompi tidak hanya berpraktik, tetapi juga mendirikan Beyoutiful Aesthetic Clinic. Klinik ini menyediakan berbagai layanan mulai dari bedah plastik, dermatologi, perawatan kecantikan, hingga perawatan gigi. Baru-baru ini, Tompi mengungkapkan ia menjalani operasi hidung.

 

Alasan Medis di Balik Operasi Hidung Tompi

Operasi hidung yang dijalani Tompi bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh kondisi medis yang memerlukan penanganan. Ia secara transparan mengungkapkan masalah kesehatan pada hidungnya yang menjadi pemicu utama tindakan tersebut.

"1 bulan lebihh sedikit sejak saya memutuskan untuk operasi rhino fungsional yg ternyata memang ada deviasi septum dan rongga hidung yg “tertutup”. Better shape adalah bonus", tulisnya dalam caption Instagram.

Diketahui, ada dua masalah utama yang ia identifikasi pada hidungnya yakni:

l>
  • Deviasi Septum: Tompi mengungkapkan bahwa ia memiliki kondisi deviasi septum. Kondisi ini terjadi ketika dinding pembatas antara kedua lubang hidung (septum nasal) miring atau bengkok. Deviasi septum dapat terjadi sejak lahir atau akibat cedera, dan seringkali mengganggu fungsi pernapasan.
  • Rongga Hidung yang "Tertutup": Selain deviasi septum, Tompi juga menyebutkan bahwa rongga hidungnya "tertutup". Deviasi septum yang parah dapat menghalangi aliran udara pada salah satu sisi hidung, menyebabkan hidung sering tersumbat dan kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa memicu komplikasi seperti sinusitis kronis dan gangguan tidur.
  • Potret Terbaru Tompi Usai Jalani Operasi Plastik Hidung

    Prosedur yang dilakukan Tompi, yang ia sebut sebagai "rhino fungsional", bertujuan untuk memperbaiki masalah-masalah ini. Dengan meluruskan septum dan membuka rongga hidung yang tertutup, fungsi pernapasan dapat kembali normal.

    Perbaikan bentuk hidung yang lebih sempurna adalah hasil sampingan atau bonus dari operasi yang berfokus pada kesehatan ini. Dalam potret terbaru pasca operasi yang diunggahnya, memang tampak jelas bahwa bentuk hidung Tompi jadi semakin proporsional dan mancung.

    Memahami Perbedaan Rhinoplasty Fungsional dan Estetika

    Rhinoplasty sering dikenal sebagai prosedur untuk mempercantik bentuk hidung, padahal tindakan ini memiliki tujuan yang lebih luas. Dalam praktik medis, rhinoplasty biasanya dibagi berdasarkan tujuannya, yakni fungsional dan estetika. Masing-masing tentu memiliki indikasi dan manfaat berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar pasien dapat menentukan prosedur yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan maupun penampilan. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memandang operasi hidung.

    Rhinoplasty Fungsional adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi hidung yang bermasalah secara medis. Tujuannya adalah untuk memulihkan atau meningkatkan fungsi pernapasan dan kesehatan hidung secara keseluruhan. Contoh prosedur fungsional adalah septoplasty, yang meluruskan septum yang bengkok untuk membuka jalan napas. Dalam kasus Tompi, perbaikan bentuk hidung adalah bonus dari operasi yang tujuan utamanya adalah memperbaiki fungsi pernapasan dan kesehatan hidungnya.

    Sebaliknya, Rhinoplasty Estetika dilakukan murni untuk tujuan penampilan. Operasi ini bertujuan untuk mengubah bentuk, ukuran, atau proporsi hidung agar terlihat lebih menarik sesuai keinginan pasien. Prosedur ini tidak berkaitan dengan masalah kesehatan atau fungsi pernapasan, melainkan semata-mata untuk meningkatkan kepercayaan diri melalui perubahan visual.

    Penting untuk diingat bahwa deviasi septum yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Kondisi ini bisa mengakibatkan sinusitis kronis, mulut kering karena kebiasaan bernapas melalui mulut, hingga gangguan tidur yang serius. Oleh karena itu, operasi seperti yang dijalani Tompi merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

    Pertanyaan Umum Seputar Topik

    1. Apa alasan utama Tompi menjalani operasi plastik hidung?

    Alasan utama Tompi menjalani operasi adalah karena masalah kesehatan pada hidungnya, yaitu deviasi septum dan rongga hidung yang "tertutup", yang mengganggu fungsi pernapasan.

    2. Apa perbedaan antara rhinoplasty fungsional dan estetika?

    Rhinoplasty fungsional bertujuan memperbaiki kondisi hidung yang bermasalah secara medis untuk fungsi pernapasan, sementara rhinoplasty estetika dilakukan murni untuk tujuan penampilan atau perubahan bentuk hidung.

    3. Apa itu deviasi septum dan mengapa perlu dioperasi?

    Deviasi septum adalah kondisi di mana dinding pembatas antara kedua lubang hidung miring atau bengkok, yang dapat menghalangi aliran udara dan menyebabkan masalah pernapasan, sinusitis kronis, atau gangguan tidur. Operasi diperlukan untuk meluruskan septum dan memperbaiki fungsi pernapasan.

    Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

    Halaman
    Show All
    Edelweis Lararenjana, Tyas Titi KinaptiTim Redaksi
    Share
    Copy Link
    Batalkan