Gisel dan Gempi Hingga Aylawati Sarwono Hadiri Acara Dunia Tanpa Batas, Momen Disabilitas Berkarya

Gisel menghadiri program Dunia Tanpa Batas dalam rangka Hari Disabilitas Internasional. Gisel mengajak putrinya, Gempita Noura Marten alias Gempi.

Diterbitkan 12 Desember 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gisel dan Gempi hadiri acara Dunia Tanpa Batas rayakan Hari Disabilitas dan Ibu.
  • Gisel terinspirasi bakat disabilitas, termasuk penata rias tuna rungu dan wicara.
  • Acara ini promosikan inklusi dan budaya Nusantara, tunjukkan kesetaraan bagi semua.

Liputan6.com, Jakarta - Gisella Anastasia alias Gisel menghadiri program off-air Dunia Tanpa Batas dalam rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu. Tak sendiri, Gisel mengajak putrinya, Gempita Noura Marten alias Gempi.

Dalam kesempatan itu, Gisel hingga Aylawati Sarwono terpana melhat anak-anak disabilitas berkarya dari menari, menyanyi, ngeband, hingga melenggang di catwalk. Momen ini mengingatkan Gisel akan pentingnya inklusvitas.

Ini juga menjadi pengingat bagi Gisel untuk lebih semangat mengembangkan bakat sekaligus menjalani hidup. Melihat kreativitas para disabilitas, Gisel mengingatkan Gempi untuk tak mudah mengeluh dan tidak lelah belajar.

“Buat aku sebagai pengingat, kita yang dikasih keberkahan lebih, untuk bisa menjalani hidup dengan kondisi lebih normal, supaya bersyukur. Tidak bersungut-sungut. Mengerjakan apa-apa lebih semangat,” kata Gisel di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

 

Karya Mereka Enggak Kalah

Beberapa menit sebelum naik panggung, Gisel dan Gempi dirias oleh penata rias disabilitas. Rambut mereka dipoles oleh teman disabilitas. Hasil akhirnya membuat Gisel dan Gempi terpukau karena tak kalah dengan penata rias profesional.

“Termasuk tadi, aku sama Gempi dirias dan rambut kami ditata sama teman-teman tuna rungu dan wicara. Mereka karyanya enggak kalah, malah cakep banget. Mereka rajin, effort kerjanya terlihat lebih unggul, memberi dengan sepenuh hati,” ujarnya.

 

Berfokus Pada Budaya Nusantara

Gisel percaya setiap manusia punya bakat. “Begitu juga teman-teman disabilitas. Pasti mereka punya talenta yang dikasih Tuhan untuk dikembangkan. Makanya di acara Dunia Tanpa Batas, semua kebisaan mereka yang sudah diasah selama ini ditampilkan,” urai Gisel.  

Dunia Tanpa Batas digagas Yayasan Sekar Ayu Jiwanta, lembaga filantropi dan patronasi yang berfokus pada Budaya Nusantara, pelestarian kebaya, penguatan peran wanita, serta kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat.

 

Inklusi Itu Konkret

Pendiri dan pembina Yayasan Sekar Ayu Jiwanta, Emi Wiranto menjelaskan, melalui Dunia Tanpa Batas pihaknya ingin menunjukkan budaya Indonesia adalah ruang yang ramah bagi semua, termasuk perempuan dan anak disabilitas.

“Di balik penampilan di panggung, ada perjalanan panjang para ibu yang setiap hari berdiri sebagai penopang utama. Acara ini bentuk terima kasih dan penghormatan kami kepada mereka,” Emi Wiranto memaparkan.

Ketua Panitia Dunia Tanpa Batas sekaligus pegiat budaya Aylawati Sarwono menekankan, acara ini dirancang bukan sekadar menjadi tontonan, tapi pengalaman yang mengajak publik melihat disabilitas dengan cara pandang baru.

“Inklusi itu konkret. Ketika para penari tuna rungu, musisi tuna netra, dan model disabilitas berbagi panggung dengan figur publik di situ kita melihat Indonesia yang kita impikan: adil, setara, dan saling menguatkan,” tutur Aylawati Sarwono.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ramzi Hingga Gilang Dirga Janjikan D'Academy 8 Indosiar Lebih Segar dan Inspiratif

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan