Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Sineas Muda ke Pasar Global lewat Program AKTIF

Program Gelaran Akselerasi Kreatif (AKTIF) 2025 yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif bertujuan memperkuat kapasitas sineas muda Indonesia.

Diterbitkan 21 November 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film digelar Kementerian Ekonomi Kreatif pada Jumat (21/11/2025) di Hotel Morrissey, Jakarta. Acara ini menghadirkan rangkaian bootcamp yang berlangsung selama 3 hari hingga Minggu (23/11/2025) dan dirancang untuk memperkuat kapasitas sineas muda sekaligus membuka akses distribusi dan promosi karya ke pasar yang lebih luas. 

Program ini menjadi salah satu upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membangun fondasi ekosistem perfilman nasional. Terutama setelah evaluasi menunjukkan pertumbuhan industri yang meningkat signifikan sepanjang 2025.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu menegaskan bahwa kualitas produksi film Indonesia sudah sangat baik, namun tantangan terbesar masih terletak pada lemahnya pemasaran dan promosi.

Oleh karena itu, promosi dan pemasaran ditetapkan sebagai salah satu landasan kebijakan yang paling penting untuk sektor ini.

“Tapi PR-nya adalah biasanya teman-teman kreator ini kurang bisa memasarkan gitu ya. Jadi, makanya tadi di paparan saya di dalam, saya sempat bilang promosi dan pemasaran itu salah satu landasan kebijakan yang paling penting dilakukan untuk sektor ini,” jelas Agustini Rahayu. 

Karena itu, tiga karya terpilih dari total 35 peserta bootcamp akan difasilitasi akses menuju JAFF Market dan Asia TV Forum & Market 2025 sebagai langkah konkret menjembatani karya menuju pasar internasional.

Siapkan Akses ke JAFF Market dan Asia TV Forum

Program Akselerasi Kreatif hadir untuk menjembatani kesenjangan di mana banyak karya sineas muda yang luar biasa berhenti di tahap produksi tanpa sempat bertemu dengan penontonnya. Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mengatasi tantangan ini dengan memberikan materi praktis dari para profesional industri dan menyediakan peluang promosi yang nyata.

Mengutip dari press release, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan, “Potensi sineas muda Indonesia luar biasa. Namun, banyak karya berhenti di tahap produksi tanpa sempat bertemu dengan penontonnya. AKTIF menjembatani gap tersebut dengan memberikan materi praktis dari para profesional industri dan peluang nyata untuk promosi di forum market internasional.”

Dari 35 karya film peserta terpilih yang mengikuti bootcamp dan berasal dari seluruh daerah di Indonesia, tiga karya terpilih akan mendapatkan fasilitasi promosi yang signifikan. Fasilitasi ini berupa akses ke JAFF Market dan Asia TV Forum & Market 2025, sebagai langkah konkret Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menjembatani karya peserta menuju pasar yang lebih luas dan memperkuat ekosistem industri film.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Industri film nasional Indonesia menunjukkan kinerja yang meningkat pesat sepanjang 2025. Baik dari sisi kualitas maupun kecepatan perkembangannya. Berdasarkan evaluasi Kementerian Ekonomi Kreatif, angka menunjukkan bahwa sampai November tahun ini, jumlah penonton telah mencapai 80% dari total 82 juta penonton yang dicapai tahun lalu, dan angka proyeksi tersebut dipastikan tercapai.  “Jadi kalau dilihat dari angka yang ada gitu ya, kan per tahun lalu saja kita dapat 82 juta penonton gitu. Di tahun ini, di bulan November ini kita sudah mencapai 80% nih dari dari apa yang kita capai tahun lalu,” ujar Agustini pada saat wawancara doorstop.   Dalam konteks genre, meskipun industri tumbuh secara keseluruhan, genre yang paling mendominasi dan tertinggi di layar lebar saat ini masih horor, diikuti oleh drama dan komedi. Kementrian Ekonomi Kreatif melalui program Akselerasi Kreatif ini berupaya mencari talenta-talenta Indonesia berkualitas untuk diakselerasi dan dibukakan akses distribusi serta komersialisasi yang lebih luas.

Halaman
Show All
Rinjani Nur Anisa, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan